Cara Mendiagnosis Stroke Pada Bayi dan Anak-anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Untuk mendiagnosis stroke pada bayi dan anak-anak, tanda-tanda serta gejala yang muncul akan dikenali dan dipertimbangkan terlebih dahulu. Kemudian, akan diambil gambar otak (melalui sebuah alat) untuk mengetahui keberadaan atau lokasi stroke. Untuk mengetahui penyebab stroke, ahli kesehatan termasuk dokter dan tim perawat stroke harus berbincang dengan anak serta orangtua demi mendapatkan informasi yang relevan mengenai:

  • Kesehatan dan kehamilan ibu
  • Riwayat kesehatan darah keluarga terutama orangtua dan kerabat
  • Sejarah kelahiran, masalah kesehatan atau penyakit pada anak
  • Tahap perkembangan anak ketika mulai merangkak, berjalan, dan berbicara
  • Perilaku sehari-hari dan tingkat pembelajaran. Biasanya Anda akan ditanya apakah ada perubahan pada anak baru-baru ini
  • Rincian tentang gejala neurologis
  • Masalah medis terkait, seperti infeksi, trauma, obat, dan lain-lain

Pemeriksaan fisik yang dibarengi dengan catatan kesehatan anak berdasarkan tes spesifik akan dapat membantu tim perawat menemukan diagnosis yang tepat serta membuat resep untuk pengobatan.

BACA JUGA: Bayi Laki-laki Lebih Rentan Terserang Stroke Bayi

Tes tersebut meliputi:

Pemindaian Otak (CT/MRI): Ada banyak jenis scan otak, termasuk scan Computed Tomography (CT Scan), scan Magnetic Resonance Imaging (MRI), ataupun USG. Pemindaian pada otak digunakan untuk memperlihatkan jaringan otak, aliran darah, serta cairan di dalam tengkorak kepada tim perawat. Tes ini juga merupakan yang pertama digunakan ketika dokter beranggapan bahwa anak mengidap stroke. Gambar-gambar yang dihasilkan menunjukkan apakah disebabkan oleh gumpalan darah (stroke iskemik) atau pendarahan (stroke hemoragik). Kadang, pewarna juga digunakan agar struktur arteri serta vena di dalam otak lebih mudah dilihat, juga untuk melihat adanya penyumbatan dalam arteri atau vena yang menyebabkan stroke.

Cerebral Angiogram: Tes ini dapat memperlihatkan pembuluh darah dalam otak secara spesifik. Zat pewarna serta sinar X menunjukkan darah yang sedang mengalir melalui pembuluh darah, dan ini membantu mendeteksi serta mendiagnosis masalah pembuluh darah di dalam otak.

Tes Darah: Sejumlah tes darah dapat membantu mengidentifikasi potensi penyebab stroke pada anak, termasuk meneliti jumlah sel darah dan sistem pembekuan darah serta tes untuk mendeteksi infeksi atau penyakit lain yang mungkin mempengaruhi seorang anak terkena stroke.

BACA JUGA: Yang Perlu Diketahui Tentang Bayi Stroke Dalam Kandungan

Ekokardiogram (Echo): Alat ini menghasilkan gambar-gambar aktivitas jantung. Alat ini dapat mengidentifikasi masalah jantung yang memicu stroke seperti masalah struktural, fungsi jantung yang lemah, gumpalan darah, atau infeksi.

Elektrokardiogram (EKG): Semacam tempelan akan diletakkan di dada untuk mengukur aktivitas listrik jantung dan menyingkirkan masalah denyut jantung yang mungkin menyebabkan stroke.

Electroencephalogram (EEG): Sejenis tempelan akan ditempatkan di kepala dengan kabel yang terhubung ke mesin. Mesin ini mampu menampilkan informasi tentang gelombang otak anak dan dapat digunakan untuk mengetahui kejang (aktivitas listrik berlebihan pada otak yang dapat terjadi setelah stroke).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 mins read

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 mins read

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 mins read

    Sindrom Moyamoya, Penyakit yang Dapat Jadi Pemicu Stroke pada Anak

    Kegiatan meniup balon dapat berujung pada kematian saat orang dengan kondisi sindrom moyamoya melakukannya. Apa itu sindrom moyamoya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Stroke, Health Centers 12/06/2020 . 4 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 mins read
    dampak stroke pada anak

    Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . 4 mins read
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 mins read