Berbagai Strategi Pengobatan untuk Stroke

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pengobatan medis untuk stroke terbagi dalam beberapa kategori. Diagnosis stroke dan pengobatannya sangat kompleks sehingga membutuhkan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda dan gejala neurologis. Dokter yang merawat pasien stroke akan menjelaskan pengobatan yang tepat bagi masing-masing pasien dan tentang pentingnya perubahan neurologis yang menyertai stroke.

Perawatan untuk stroke umumnya terbagi ke dalam kategori berikut ini:

  • Mengatasi pembekuan darah atau perdarahan di otak
  • Meningkatkan stabilitas kesehatan secara keseluruhan untuk memaksimalkan pemulihan sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut
  • Metode untuk mencegah kerusakan otak, seperti agen neuro-protektif, hipotermia, dan terapi sel induk.

Apa saja pengobatan untuk mengatasi pembekuan darah atau perdarahan di otak?

Obat pengencer darah digunakan ketika ada gumpalan darah yang menghambat pembuluh darah. Bekuan darah mengurangi jumlah aliran darah ke bagian otak, yang mengakibatkan kurangnya suplai darah ke otak, kondisi ini disebut iskemia. Kebanyakan obat pengencer darah lebih efektif ketika mereka diberikan pada waktu segera setelah stroke telah terjadi. Obat pengencer darah yang kuat termasuk TPA, aktivator plasminogen jaringan. Obat ini harus diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya awal gejala stroke untuk keamanan dan efektivitas yang maksimal. Selain itu, obat pengencer darah dapat disuntikkan langsung ke pembuluh darah yang tersumbat. Cara ini disebut intra-arteri trombolisis, yang berarti memecah bekuan darah di arteri yang tersumbat.

Proses ini membutuhkan banyak keterampilan dan juga memiliki risiko perdarahan yang berlebihan. Bahkan setelah pemberian TPA dalam jangka pendek dan intra arteri trombolisis telah dilakukan, kadang-kadang obat pengencer darah intravena yang disebut heparin juga dapat digunakan. Obat ini harus diberikan di rumah sakit dan membutuhkan pemantauan secara hati-hati untuk mengawasi efek dari heparin tersebut. Pemantauan kondisi neurologis secara ketat diperlukan juga karena heparin, seperti semua obat pengencer darah, dapat menyebabkan perdarahan di daerah yang terkena stroke. Pencegahan pembekuan darah jangka panjang dengan obat yang dapat digunakan di rumah mungkin direkomendasikan segera setelah pasien stroke meninggalkan rumah sakit.

Walaupun obat pengencer darah adalah suatu mekanisme untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, penggunaan pengencer darah juga dapat berisiko karena obat ini dapat menyebabkan perdarahan di otak atau area lain dari tubuh, menghasilkan konsekuensi lain dari stroke yang lebih parah. Kadang-kadang orang dapat menderita perdarahan di bagian lain dari tubuh, seperti perut atau usus besar, sebagai akibat dari pengencer darah yang diberikan untuk pengobatan stroke.

Mengelola perdarahan di otak adalah proses yang sangat kompleks yang memerlukan kontrol tekanan darah dan kontrol cairan, pemantauan perdarahan, dan manajemen stabilitas kesehatan seluruh tubuh. Ketika perdarahan di otak sangat parah, prosedur yang disebut hemicraniectomy atau craniectomy bisa dilakukan, namun hal ini jarang dilakukan. Metode ini melibatkan pengangkatan bagian dari tengkorak untuk mengurangi tekanan pada otak dari cairan atau darah. Setelah pembengkakan dan perdarahan mereda, bagian yang diangkat dari tengkorak diganti untuk melindungi otak.

Apa saja pengobatan untuk menjaga stabilitas kesehatan secara keseluruhan sehingga lebih cepat pulih sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut?

Selama fase jangka pendek setelah mengalami stroke, manajemen cairan tubuh dan tanda-tanda vital secara hati-hati sangat penting. Dalam beberapa hari pertama, tekanan darah, volume cairan darah, konsentrasi cairan, dan konsentrasi mineral memerlukan pemantauan ketat. Konsentrasi elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium dan klorida dapat memiliki dampak besar pada aliran cairan ke dalam dan keluar dari pembuluh darah ke seluruh tubuh, termasuk di otak. Pencegahan dehidrasi, hipotensi, atau hipertensi diperlukan untuk pemulihan yang optimal. Kontrol gula darah untuk mencegah tingkat yang sangat tinggi atau sangat rendah juga penting untuk pemulihan.

Perawatan stroke sering membutuhkan pengambilan keputusan yang kompleks yang mungkin terlihat sepele dan seperti tidak memiliki implikasi yang jelas. Bila Anda atau orang yang Anda cintai telah memiliki stroke, penting untuk tetap mencari informasi dan mencari jawaban atas semua pertanyaan Anda. Semakin banyak Anda tahu, semakin Anda akan merasa nyaman dan semakin meningkat pemahaman terhadap kemajuan dan pemulihan kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    dampak stroke pada anak

    Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit