Aterosklerosis Salah Satu Pemicu Risiko Stroke

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020
Bagikan sekarang

Aterosklerosis adalah jika terdapat lemak terletak pada dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang sarat lemak akan kehilangan elastisitas alami mereka, dan meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

Apa saja faktor yang menyebabkan seseorang berisiko aterosklerosis?

Yang disebut “aterogenik” atau penyebab faktor risiko aterosklerosis antara lain:

Tekanan darah tinggi: Selain salah satu faktor risiko utama dalam penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah faktor risiko utama pada stroke.

Ada dua cara tekanan darah tinggi meningkatkan risiko stroke:

  • Jika tekanan darah tinggi adalah kronis, hal ini bisa menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku. Proses ini membuat pembuluh darah melemah, dan cenderung pecah serta mengakibatkan stroke hemoragik/perdarahan.
  • Bahkan bila tekanan darah normal, masih terdapat kemungkinan terjadi kenaikan tekanan darah. Ketika kenaikan tekanan darah terjadi secara mendadak dan ekstrem, hal ini bisa mengarah ke perdarahan dalam otak. Tentu saja, kenaikan ekstrem dalam tekanan darah lebih berbahaya bagi seseorang yang memiliki pembuluh darah aterosklerotis.

Kolesterol tinggi: Tingkat kolesterol darah, terutama jenis yang buruk, atau LDL, bisa menyebabkan lemak berada pada sepanjang dinding utama pembuluh darah yang membawa darah ke otak (misal, arteri karotid). Ketika pembuluh darah penting ini mengalami penyempitan, hal ini akan mengarah kepada kondisi yang dikenal sebagai stenosis karotid di mana darah yang mengalir ke otak secara signifikan mengalami kecacatan. Ketika gejala stroke muncul, operasi harus dilakukan untuk menormalkan kembali aliran darah ke otak dan mencegah stroke.

Kolesterol tinggi bisa mengarah ke stroke melalui kejadian berikut:

  • Pembuluh darah yang terkena aterosklerosis menyebabkan pembentukan gumpalan darah
  • Gumpalan darah yang tumbuh di dalam otak meningkatkan risiko stroke trombotik kecil, yang juga dikenal sebagai stroke lakunar
  • Pembekuan darah dan fragmen kecil dari timbunan lemak di sepanjang dinding pembuluh darah kemungkinan akan pecah dan terperangkap di dalam penyempitan pembuluh darah aterosklerosis pada otak, menyebabkan terjadinya stroke emboli

Diabetes: Ini adalah penyakit yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengangkut gula dari aliran darah ke sel-sel yang membentuk organ-organ tubuh. Penderita diabetes yang memiliki kadar gula darah yang selalu tinggi, dapat mengalami kerusakan pada dinding pembuluh darah dengan cara yang mirip dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Sayangnya, kebanyakan orang dengan diabetes juga menderita tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, yang memperbesar risiko stroke. Diabetes adalah faktor risiko stroke kedua setelah tekanan darah tinggi.

Obesitas: Didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih, obesitas sendiri merupakan faktor risiko untuk stroke, terlepas apakah seseorang memiliki faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    Bradley G Walter, Daroff B Robert, Fenichel M Gerald, Jancovic, Joseph Neurology in clinical practice, principles of diagnosis and management. Fourth Edition, Philadelphia Elsevier, 2004.

    Yang juga perlu Anda baca

    Stres Kerja Bisa Menyebabkan Stroke? Cari Tahu Jawabannya di Sini

    Banyak yang bilang stres kerja bisa menyebabkan stroke. Namun, benarkah anggapan ini? Bagaimana stres bisa membuat Anda berisiko stroke? Cari tahu di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Cegah Serangan Stroke Lanjutan, Ini Pilihan Pengobatan Efektif untuk Stroke Ringan

    Serangan stroke ringan memang bisa sembuh dengan sendirinya, namun tetap memerlukan penanganan secara medis melalui pemberian obat stroke ringan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

    Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020