Aterosklerosis Salah Satu Pemicu Risiko Stroke

Oleh

Aterosklerosis adalah jika terdapat lemak terletak pada dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang sarat lemak akan kehilangan elastisitas alami mereka, dan meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

Apa saja faktor yang menyebabkan seseorang berisiko aterosklerosis?

Yang disebut “aterogenik” atau penyebab faktor risiko aterosklerosis antara lain:

Tekanan darah tinggi: Selain salah satu faktor risiko utama dalam penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah faktor risiko utama pada stroke.

Ada dua cara tekanan darah tinggi meningkatkan risiko stroke:

  • Jika tekanan darah tinggi adalah kronis, hal ini bisa menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku. Proses ini membuat pembuluh darah melemah, dan cenderung pecah serta mengakibatkan stroke hemoragik/perdarahan.
  • Bahkan bila tekanan darah normal, masih terdapat kemungkinan terjadi kenaikan tekanan darah. Ketika kenaikan tekanan darah terjadi secara mendadak dan ekstrem, hal ini bisa mengarah ke perdarahan dalam otak. Tentu saja, kenaikan ekstrem dalam tekanan darah lebih berbahaya bagi seseorang yang memiliki pembuluh darah aterosklerotis.

Kolesterol tinggi: Tingkat kolesterol darah, terutama jenis yang buruk, atau LDL, bisa menyebabkan lemak berada pada sepanjang dinding utama pembuluh darah yang membawa darah ke otak (misal, arteri karotid). Ketika pembuluh darah penting ini mengalami penyempitan, hal ini akan mengarah kepada kondisi yang dikenal sebagai stenosis karotid di mana darah yang mengalir ke otak secara signifikan mengalami kecacatan. Ketika gejala stroke muncul, operasi harus dilakukan untuk menormalkan kembali aliran darah ke otak dan mencegah stroke.

Kolesterol tinggi bisa mengarah ke stroke melalui kejadian berikut:

  • Pembuluh darah yang terkena aterosklerosis menyebabkan pembentukan gumpalan darah
  • Gumpalan darah yang tumbuh di dalam otak meningkatkan risiko stroke trombotik kecil, yang juga dikenal sebagai stroke lakunar
  • Pembekuan darah dan fragmen kecil dari timbunan lemak di sepanjang dinding pembuluh darah kemungkinan akan pecah dan terperangkap di dalam penyempitan pembuluh darah aterosklerosis pada otak, menyebabkan terjadinya stroke emboli

Diabetes: Ini adalah penyakit yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengangkut gula dari aliran darah ke sel-sel yang membentuk organ-organ tubuh. Penderita diabetes yang memiliki kadar gula darah yang selalu tinggi, dapat mengalami kerusakan pada dinding pembuluh darah dengan cara yang mirip dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Sayangnya, kebanyakan orang dengan diabetes juga menderita tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, yang memperbesar risiko stroke. Diabetes adalah faktor risiko stroke kedua setelah tekanan darah tinggi.

Obesitas: Didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih, obesitas sendiri merupakan faktor risiko untuk stroke, terlepas apakah seseorang memiliki faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca