Stroke Perinatal dan Epilepsi Pada Bayi

Oleh

Stroke perinatal adalah stroke pada bayi yang terjadi antara saat bayi masih di dalam kandungan dengan usia kehamilan 28 minggu, hingga 28 hari setelah kelahiran. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan epilepsi pada anak.

Apa itu epilepsi?

Epilepsi adalah penyakit otak di mana seseorang menderita kondisi kejang yang jarang terjadi dan terjadi secara tak terduga, tapi berulang. Kebanyakan orang awam menganggap kejang adalah saat tubuh bergetar atau bergerak tak terkontrol. Namun kejang sebenarnya dapat bervariasi, mulai dari hanya menatap ke atas dengan tatapan kosong tanpa gemetar sama sekali, hingga hanya gemetar sementara pada satu bagian tubuh tertentu tanpa kehilangan kesadaran. Epilepsi dapat bersifat “kriptogenik” (yaitu, terjadi tanpa sebab yang tidak diketahui), tapi umumnya hal itu disebabkan oleh kelainan dalam struktur otak (misalnya, adanya gangguan arteri).

Apa hubungan stroke perinatal dan epilepsi?

Sebuah cedera permanen pada otak yang disebabkan oleh stroke dapat menjadi penyebab kejang yang berulang (misalnya, epilepsi). Bahkan, stroke perinatal dianggap sebagai penyebab paling umum nomor dua dari kejang perinatal. Stroke perinatal terjadi dengan frekuensi 1 dari 4.000 kelahiran. Sekitar 17% dari bayi yang menderita kejang perinatal juga pernah menderita stroke.

Apa penyebab stroke saat bayi masih di dalam kandungan?

Penyebab stroke sebelum kelahiran antara lain adalah:

  • Kista porencephalic: kondisi ini terjadi saat ada cairan asing yang mengisi rongga di dalam otak beberapa bayi, yang dapat mengganggu aliran darah ke bagian tertentu dari otak dan menyebabkan stroke.
  • Gumpalan darah: ketika dua atau lebih bayi berbagi rahim yang sama dan salah satu dari mereka meninggal sebelum kelahiran, gumpalan darah terbentuk. Gumpalan darah ini menjadi jaringan mati yang dapat diserap dan mengalir di dalam plasenta dan menyebabkan stroke pada bayi hidup yang belum lahir.
  • Spasme pembuluh darah yang membawa darah ke otak bayi: kondisi ini dapat terjadi ketika kokain atau amfetamin digunakan oleh ibu selama kehamilan
  • Perdarahan berat saat persalinan: ketika volume darah yang besar hilang selama proses melahirkan, tekanan darah ibu dapat turun sangat rendah sehingga tidak ada cukup darah yang dapat dialirkan  ke otak bayi yang belum lahir, menyebabkan stroke iskemik.

Apa penyebab stroke setelah bayi baru lahir?

Penyebab umum dari stroke setelah lahir adalah:

  • Kelainan pada anatomi jantung: kelainan anatomi dan fungsi jantung dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah yang dapat mengalir ke otak dan menyebabkan stroke
  • Infeksi pada katup jantung (endokarditis infektif): ketika katup jantung terinfeksi oleh bakteri, pelet kecil yang dibuat oleh bakteri ini dapat bermigrasi ke otak dan menyebabkan stroke. Infeksi jantung juga dapat menyebabkan aritmia yang menyebabkan stroke dengan cara meningkatkan pembentukan gumpalan darah.
  • Antifosfolipida: orangtua dan antibodi yang abnormal lainnya yang dapat memicu pembentukan gumpalan darah
  • Diabetes pada orangtua
  • Trauma saat melahirkan.
  • Bedah untuk memperbaiki cacat lahir di jantung bayi.

Seberapa umum epilepsi akibat stroke?

Sekitar 70% dari bayi yang menderita stroke perinatal berlanjut dengan kondisi epilepsi pada anak. Meskipun demikian, dengan perawatan yang tepat dan tindak lanjut oleh seorang ahli saraf anak, lebih dari 60% dari bayi ini menjadi bebas dari kondisi kejang selama bertahun-tahun.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca