6 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tidak Kena Heat Stroke

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Olahraga di cuaca yang panas memicu terjadinya heat stroke lebih cepat dibandingkan pada suhu normal. Heat stroke adalah kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu yang sangat tinggi dan tubuh tidak mampu mengatur kondisi ini. Heat stroke adalah kondisi yang mengancam jiwa. Maka itu, olahraga saat cuaca panas tidak boleh sembarangan agar tidak membahayakan. Begini tipsnya untuk olahraga saat cuaca panas agar aman dari heat stroke.

1. Ketahui tanda panas tubuh sudah melampaui batas

bahaya olahraga kardio berlebihan

Sebelum memasuki heat stroke, tubuh akan mengalami heat exhaustion terlebih dahulu. Inilah alarm Anda bahwa tubuh harus didinginkan terlebih dahulu, jangan dilanjutkan lagi olahraganya. Jika tetap memaksakan diri, bisa-bisa Anda mengalami heat stroke.

Ketika tubuh memanas, tekanan darah juga akan meningkat, jantung berdetak sangat cepat, Anda bisa merasakan lelah luar biasa, dan selanjutnya pingsan.

Seseorang tidak bisa merasakan suhu inti tubuhnya yang melambung tinggi ini. Akan tetapi, kulit yang sangat basah dan detak jantung yang sangat cepat adalah beberapa tanda awalnya.

Berikut tanda dan gejala heat exhaustion yang perlu Anda waspadai:

  • kram otot
  • denyut nadi yang cepat tapi lemah
  • tubuh terasa lemah
  • mual atau muntah
  • kulit dingin, berkeringat
  • pusing dan terkadang seperti sudah mau pingsan
  • urine berwarna gelap
  • sakit kepala

2. Pastikan sudah cukup minum sebelum olahraga

kebutuhan minum air putih untuk perokok

Olahraga saat cuaca panas membuat beban olahraga akan lebih berat. Sebab, tubuh akan lebih cepat panas bukan hanya karena beban latihan tetapi juga karena cuaca. Kondisi ini akan sangat menguras cadangan air dan mineral dalam tubuh yang harus sesegera mungkin diisi kembali. Jika tidak, seseorang berisiko lebih cepat mengalami heat stroke.

Dari sebelum olahraga hingga saat olahraga penuhi kebutuhan cairan secara berkala. Usahakan untuk minum tiap 20 menit sekali selama berolahraga. Jika Anda berolahraga dalam durasi lama hingga lebih dari 2 jam, penuhi kebutuhan cairan yang juga mengandung elektrolit natrium, kalium, dan magnesium.

3. Jangan olahraga di siang bolong

hipertermia adalah suhu tubuh panas ekstrem

Saat cuaca sedang panas-panasnya, sebaiknya hindari olahraga di siang hari agar panas tubuh bisa lebih stabil saat berolahraga. Sebab, panas bisa memperlambat pergerakan atau performa saat olahraga. Semakin panas, bisa makin tidak maksimal olahraga yang Anda lakukan.

Jika memungkinkan, lakukan olahraga sebelum jam 7 pagi atau saat sore hari. Bila memang terpaksa olahraga pada siang hari, pilihlah tempat yang lebih teduh untuk mengurangi paparan sinar matahari.

4. Kurangi kecepatan

olahraga jalan kaki

Jika suhu lingkungan meningkat sangat tinggi alias panas, jangan paksakan diri untuk mengeluarkan energi sama seperti saat suhu tidak panas.

Hati-hati juga jangan mengikuti olahraga yang sama persis seperti yang dilakukan teman-teman Anda yang lebih bugar. Lakukan olahraga dengan kecepatan yang stabil agar tidak berisiko mengalami peningkatan suhu tubuh yang terlalu cepat.

5. Pakai baju olahraga yang tepat

olahraga jogging

Olahraga saat cuaca panas membutuhkan kaos yang berbahan ringan dan longgar agar keringat mudah menguap. Pakaian juga sebaiknya berwarna cerah agar tidak mudah menyerap panas dari sinar matahari.

Pilih pakaian dengan bahan seperti coolmax, drymax, smartwool, atau polypropylene yang memiliki pori-pori kecil di bahannya sehingga penguapan keringat lebih mudah, dan baju tidak mengunci panas di sekitar kulit.

Jangan menutupi tubuh dengan pakaian berlapis-lapis berlebihan. Ketika Anda berolahraga di bawah suhu yang panas, lalu menutupi tubuh dengan pakaian yang berlapis-lapis seperti jaket, maka tubuh akan jadi semakin panas. Risiko heat stroke pun semakin besar.

Selain baju, menggunakan topi yang dan kacamata hitam juga pilihan yang tepat untuk melindungi area kepala. Pilih topi yang bahannya tidak tertutup rapat sehingga kepala mudah berkeringat. Pilih topi yang bahannya memungkinkan adanya pertukaran udara di area kepala.

6. Gunakan sunscreen

sunscreen terbaik

Sebelum olahraga, oleskan sunscreen alias tabir surya secara merata pada tangan, kaki, dan bagian tubuh yang akan terpapar langsung sinar matahari. Menggunakan sunscreen bukan hanya untuk menjaga warna kulit, sunscreen juga bisa membantu mencegah heat stroke.

Paparan sinar matahari yang terlalu menyengat dapat mengurangi kemampuan kulit untuk mendinginkan dirinya sendiri. Maka itu, diperlukan sunscreen agar kemampuan kulit untuk meredam panas tidak terganggu.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca