Jenis stroke yang disebut sindrom Wallenberg adalah stroke yang melibatkan bagian bawah batang otak. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan kecil pada pembuluh darah di otak dan mengakibatkan sekumpulan tanda dan gejala karakteristik unik. Bila dokter mengatakan bahwa Anda memiliki sindrom Wallenberg atau sindrom meduler lateral, berikut adalah hal yang harus Anda ketahui.

Apa itu sindrom meduler lateral/Wallenberg?

Ini adalah stroke yang bermula dari sekelompok gejala tidak biasa yang bahkan membingungkan bagi sebagian banyak dokter. Alasan dari gejala tidak umum ini muncul bersamaan adalah karena sindrom Wallenberg merupakan stroke ringan yang mempengaruhi bagian penting dari batang otak di mana bagian tersebut mengontrol fungsi-fungsi tubuh yang berbeda. Meduler lateral, bagian dari otak yang terpengaruh oleh jenis stroke ini, menghubungkan otak ke bagian bawah tubuh.

Apa saja gejala dari sindrom meduler lateral?

Biasanya gejalanya tidak tampak jelas. Umumnya, dokter perlu melakukan pemeriksaan neurologis secara teliti untuk mengidentifikasi semua tanda dan memeriksanya bersamaan agar dapat mendiagnosis sindrom meduler lateral.

Wajah

Biasanya salah satu sisi wajah akan mati rasa. Terdapat juga kehilangan sensasi akan suhu atau nyeri pada salah satu sisi wajah. Kelopak mata mungkin terkulai pada sisi yang mati rasa dan mungkin ada perubahan dalam ukuran pupil juga. Sering kali, terjadi gerakan mata yang menyentak ketika mereka bergerak dari sisi satu ke sisi lain. Ini disebut nystagmus. Beberapa pasien juga memiliki kelemahan pada wajah dan mulut.

Lengan dan kaki

Biasanya ada perasaan mati rasa dan penurunan sensasi pada lengan, kaki, atau keduanya pada sisi tubuh berlawanan dengan bagian wajah yang mati rasa. Terkadang, lengan atau kaki terasa lemas dari tingkat ringan hingga sedang. Kebanyakan orang yang menderita meduler lateral stroke memiliki masalah keseimbangan pada lengan atau kaki yang mati rasa.

Gejala lain

Penderita stroke meduler lateral mungkin mengalami pusing, suara serak, dan kesulitan menelan. Menariknya, jenis stroke ini bisa menyebabkan cegukan yang bertahan selama beberapa hari. Faktanya, saat seseorang menemui dokter akibat cegukan yang membandel dan tak mau hilang, ini bisa menjadi petunjuk sindrom meduler lateral.

Kapan sebaiknya saya menemui dokter?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami cegukan terus-menerus selama beberapa hari, Anda perlu mencari perawatan medis karena mungkin ini merupakan tanda dari stroke atau gangguan neurologis lain.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis sindrom meduler lateral?

Diagnosis sindrom meduler lateral biasanya dilakukan dengan pemeriksaan neurologis dan kemudian dikonfirmasi oleh MRI otak. MRI otak menegaskan lokasi kelainan dan juga menentukan apakah stroke yang diderita adalah stroke hemoragik, atau stroke iskemik, atau bahkan jika hal ini bukan disebabkan oleh stroke melainkan karena tumor otak atau infeksi. Biasanya CT scan otak tidak mendeteksi stroke di batang otak, sehingga CT scan otak tidak akan mendeteksi kelainan yang terdapat dalam sindrom meduler lateral.

Apa saja pengobatan untuk sindrom meduler lateral?

Perawatan untuk stroke meduler lateral meliputi kontrol tekanan darah dan mungkin obat pengencer darah. Biasanya, pengendalian stroke meduler lateral tergantung pada evaluasi diagnostik, yang meliputi pencarian untuk hipertensi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, atau kelainan pembekuan darah. Setelah penyebab stroke ditentukan, pengobatan dimulai untuk mengontrol faktor risiko stroke serta untuk mencegah stroke lainnya.

Apa yang akan terjadi setelahnya?

Setelah terjadi stroke meduler lateral, gejala dapat bertambah buruk selama 48-72 jam pertama, terutama jika Anda tidak berada di bawah perawatan medis. Setelah itu, penderita stroke yang mengalami sindrom meduler lateral biasanya akan semakin membaik dari waktu ke waktu, meskipun gejala jarang benar-benar hilang.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca