Ini yang Terjadi Pada Otak Ketika Stroke Menggerogotinya Hingga Rusak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Stroke menimbulkan berbagai efek serius pada kesehatan, salah satunya otak. Kerusakan otak akibat stroke terjadi akibat suplai darah terganggu dan tidak lancar. Efek stroke pada otak yakni bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak yang menyebabkan gangguan pada indera, kemampuan motorik, perilaku, kemampuan bahasa, memori, dan kecepatan rangsangan dalam merespon sesuatu. Lantas, apa yang terjadi pada otak saat seseorang mengalami stroke?

Kenapa stroke bisa menyebabkan kerusakan otak?

Otak membutuhkan pasokan darah untuk tetap dapat bekerja dengan baik. Nah, jika aliran darah tidak mencukupi maka kondisi dan kerja otak mengalami perubahan. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan otak akibat stroke.

1. Peradangan

Saat racun menyerang otak selama stroke, maka secara alami organ tubuh ini akan mencoba untuk memperbaiki dirinya. Namun, tak jarang usaha ini justru bisa menimbulkan peradangan berlebihan.

Akibatnya, jaringan otak akan dibanjiri dengan cairan dan sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.  Nah, kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan (edema) yang bisa merusak fungsi otak normal.

2.  Kelebihan kalsium dan kekurangan natrium

Saat otak mengalami kerusakan akibat stroke, kalsium di dalam tubuh bisa bocor dan masuk ke dalam sel otak. Ketika pasokan darah ke otak tidak mencukupi tandanya asupan oksigen pun berkurang.

Akibatnya, kadar kalsium menjadi tidak seimbang. Sementara itu, sel otak dirancang tidak bisa merespon kalsium dalam jumlah yang besar. Akibatnya, kerusakan otak tidak bisa terhindarkan.

Di samping itu, natrium juga berfungsi untuk menjaga fungsi otak tetap normal. Namun saat stroke menyerang, natrium di dalam otak menjadi tidak seimbang hingga bisa mengubah isi sel otak dan membuatnya rusak.

3. Terbentuknya radikal bebas

Sementara itu, faktor lainnya yang berkontribusi pada kerusakan otak saat stroke ialah radikal bebas. Radikal bebas yang dihasilkan selama stroke bisa dengan cepat merusak jaringan yang ada di dekatnya. Jika itu terjadi, sel otak yang sehat pun akan terkena dampaknya dan mengalami kegagalan fungsi.

4. Tidak seimbangnya pH

Sel otak yang tidak mendapatkan suplai darah yang membuat otak mengalami kekurangan energi untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya hal ini akan memicu terbentuknya molekul asam kuat yang dapat memengaruhi pH otak. Molekul asam yang berlebih dapat membahayakan dan bisa menyebabkan cedera otak.

Berbagai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke

gegar otak

Umumnya, stroke hanya memengaruhi satu sisi otak saja. Itu berarti jika stroke menyerang sisi kiri otak, maka Anda akan mengalami berbagai masalah dengan sisi kanan tubuh Anda begitupun sebaliknya.

Namun, tak jarang stroke juga dapat memengaruhi kedua sisi otak. Efek stroke pada otak biasanya akan menyebabkan hilangnya fungsi normal pada beberapa bagian tubuh. Efek yang dihasilkan akan berbeda-beda sesuai dengan daerah otak mana yang terserang, apakah pada serebrum (otak kanan dan kiri), serebelum (otak atas dan depan), dan brainstem (batang otak).

Dikutip dari Hopkinsmedicine.org, berikut berbagai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke sesuai dengan bagian yang terserang.

Serebrum (otak kanan dan kiri)

Berikut efek stroke pada otak kanan dan kiri, di antaranya:

  • Memiliki masalah dalam menggerakkan tubuh.
  • Gangguan kognitif seperti pada proses berpikir dan ingatan.
  • Memiliki masalah pada kemampuan bahasa.
  • Kesulitan makan dan menelan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan pada kemampuan seksual.
  • Masalah pada kendali usus dan kandung kemih.

Serebelum (otak atas dan depan)

Berikut efek stroke pada otak bagian atas dan depan, di antaranya:

  • Masalah koordinasi dan keseimbangan.
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah

Brainstem (batang otak)

Berikut efek stroke pada batang otak, di antaranya:

  • Masalah pada pernapasan dan fungsi jantung.
  • Ketidakmampuan tubuh untuk mengendalikan suhu.
  • Masalah pada keseimbangan dan koordinasi.
  • Kesulitan mengunyah, menelan, dan berbicara.
  • Gangguan penglihatan.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca