Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 6, 2020
Bagikan sekarang

Sebagian besar orang menduga bahwa rasa nyeri di bagian dada sudah pasti merupakan gejala serangan jantung. Padahal, asam lambung naik juga dapat menyebabkan nyeri dan sensasi perih di dada (heartburn). Hati-hati, salah menebak penyakit yang timbul dari nyeri dada bisa menyebabkan salah penanganan juga. Lantas, bagaimana cara membedakan nyeri dada akibat serangan jantung dan asam lambung naik? Simak penjelasannya berikut ini.

Sekilas tentang serangan jantung dan heartburn

Serangan jantung adalah salah satu jenis penyakit jantung yang terjadi saat aliran darah menuju jantung terhambat. Hal ini disebabkan adanya penyumbatan di arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang membawa oksigen ke otot-otot jantung. Akibatnya, otot jantung yang kekurangan oksigen lama-kelamaan akan rusak sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.

Sementara itu, heartburn adalah sensasi perih dan panas di dada yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). Cairan lambung yang sifatnya sangat asam ini dapat mengiritasi lapisan dinding esofagus dan memicu sakit tenggorokan. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai maag, meskipun sebetulnya dalam dunia medis tidak dikenal istilah penyakit maag.

Meskipun heartburn sama sekali tidak berhubungan dengan jantung, efek iritasi akibat naiknya asam lambung juga dapat menjalar ke dada. Ini karena letak kerongkongan sangat dekat dengan jantung.

Maka itu, serangan jantung maupun naiknya asam lambung dapat menyebabkan rasa nyeri pada dada. Untuk mengetahui kondisi mana yang sedang Anda alami, Anda perlu tahu perbedaan antara nyeri dada akibat serangan jantung maupun naiknya asam lambung. Lalu, apa perbedaan dari keduanya?

Nyeri dada akibat serangan jantung dan asam lambung

Kebanyakan orang sering kali tertukar saat membedakan nyeri dada akibat serangan jantung dan heartburn karena naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan. Hati-hati, salah menentukan penyakit bisa mengakibatkan salah penanganan yang akhirnya berujung fatal.

Nyeri dada karena serangan jantung dan heartburn memang cenderung mirip, karena keduanya sama-sama menimbulkan sensasi perih dan tekanan di dada. Akan tetapi, ada ciri khas gejala serangan jantung yang berbeda dengan gejala heartburn. Begini cara membedakannya.

Nyeri dada akibat serangan jantung

jenis serangan jantung

Nyeri pada bagian dada sering kali menjadi salah satu gejala yang timbul akibat serangan jantung. Namun, Anda perlu memahami bahwa tidak semua orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan gejala ini. Dikutip dari Cleveland Clinic, sakit dada akibat serangan jantung lebih umum dialami oleh pria ketimbang wanita.

Alih-alih merasakan nyeri dada akibat serangan jantung, wanita yang mengalami kondisi ini biasanya merasakan gejala lain. Sebagai contoh rasa sakit pada bagian lengan, leher, hingga rahang. Sayangnya, gejala serangan jantung ini cenderung samar-samar sehingga sering diabaikan oleh para wanita yang mengalaminya.

Gejala nyeri di dada akibat serangan jantung biasanya membuat pasien merasa dadanya sedang ditekan, diremas, dan menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman. Tidak hanya itu, gejala ini biasanya juga timbul bersamaan dengan gejala lainnya.

Sebagai contoh, rasa mual, sesak napas, keringat dingin, hingga kepala ringan dan rasa lelah yang berlebihan. Semua gejala serangan jantung ini umumnya bertahan lama, tapi Anda dapat mengurangi rasa sakitnya dengan duduk sambil mengatur pernapasan pelan-pelan.

Nyeri dada akibat heartburn

Sementara itu, asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan juga bisa menyebabkan rasa tak nyaman di dada. Namun, rasa nyaman itu bukan karena asam lambung memiliki dampak pada jantung. Pada dasarnya, naiknya asam lambung menuju esofagus tidak memengaruhi kondisi jantung Anda.

Hanya saja, letak esofagus dan jantung yang berdekatan menyebabkan timbul rasa sakit dan tak nyaman pada dada akibat naiknya asam lambung. Biasanya, gejala ini juga disertai dengan sensasi lidah pahit dan perut terasa penuh alias kembung.

Sakit di dada akibat asam lambung tentu tidak menyebabkan serangan jantung. Akan tetapi, rasa nyeri di bagian dada akibat asam lambung ini bisa berlangsung hingga satu jam lamanya.

Perbedaan nyeri dada akibat serangan jantung dan naiknya asam lambung

Jika Anda telah memahami bagaimana sakit di dada akibat serangan jantung dan naiknya asam lambung menuju kerongkongan, kini saatnya memahami perbedaan antara keduanya.

Rasa nyeri dada akibat heartburn atau asam lambung naik ke kerongkongan biasanya akan menjadi semakin parah setelah Anda makan, membungkuk, berbaring, atau mengubah posisi yang dapat semakin menaikkan asam lambung. Sementara itu, nyeri dada akibat serangan jantung tidak berubah semakin parah. Namun, tidak menutup kemungkinan nyeri dada akibat serangan jantung baru muncul setelah Anda makan.

Di samping itu, rasa nyeri dada akibat heartburn bisa diatasi dengan minum obat yang dapat mengurangi kadar asam lambung di dalam perut. Sementara, jika nyeri dada yang Anda rasakan disebabkan serangan jantung, minum obat pereda asam lambung tidak akan mengurangi rasa sakitnya.

Tak hanya itu, rasa nyeri dada akibat asam lambung naik juga tidak menimbulkan gejala-gejala lain seperti sesak napas. Sementara, hal tersebut mungkin terjadi jika yang Anda alami adalah nyeri dada karena serangan jantung.

Di sisi lain, Anda mungkin merasakan perut kembung jika memang sedang mengalami heartburn. Sementara, Anda tidak akan merasakannya jika yang Anda alami adalah serangan jantung. Maka, saat nyeri dada dibersamai dengan kondisi seperti perut kembung, asam lambung Anda mungkin sedang naik ke esofagus.

Memastikan penyebab nyeri dada yang dialami

Jika Anda mengalami nyeri pada bagian dada, Anda bisa memastikannya terlebih dahulu, apakah penyebab dari rasa nyeri tersebut adalah serangan jantung atau heartburn. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah mencoba minum obat maag sebagai langkah awal.

Jika rasa nyeri di bagian dada berangsung-angsur membaik, penyebab dari rasa nyeri di bagian dada yang Anda rasakan kemungkinannya adalah asam lambung yang naik ke esofagus. Akan tetapi, jika gejalanya tak kunjung membaik atau justru disertai dengan sesak napas atau keringat dingin, segera temui dokter terdekat.

Dokter akan membantu Anda mengetahui apakah Anda memang sedang mengalami serangan jantung atau tidak. Pasalnya, hal ini bisa jadi pertanda bahwa rasa nyeri yang Anda rasakan muncul akibat serangan jantung.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan Mei 2, 2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan April 27, 2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan April 24, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal tayang Mei 18, 2020
Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 7, 2020
4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 7, 2020