4 Penyebab BAB Anda Berdarah: Dari Wasir Hingga Kanker Usus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Seringkali BAB berdarah dikaitkan dengan wasir atau ambeien. Padahal masih banyak penyebab lain yang sebenarnya merupakan indikasi dari beberapa penyakit yang berbahaya dan membutuhkan penanganan segera. Apa saja penyakit yang dimaksud? Simak ulasannya.

Kenali 4 penyebab BAB berdarah yang harus Anda waspadai

BAB dengan darah berwarna kehitaman biasanya disebabkan adanya perlukaan atau perdarahan di saluran cerna bagian atas (ulkus gaster atau perlukaan lambung). Sedangkan jika darah berwarna merah segar pada feses kemungkinan kelainan terjadi di saluran cerna bagian bawah (kanker kolon, wasir). Mari kenali empat penyebab BAB berdarah yang cukup umum ditemui di artikel ini.

1. Wasir

Wasir merupakan pembengkakan dan peradangan akibat pelebaran pembuluh darah vena di daerah anus. Meskipun bukan termasuk penyakit yang akut, rasa nyeri yang diakibatkan wasir sangatlah menganggu.

Gejala wasir meliputi BAB berdarah berwarna merah segar, ada benjolan di lubang anus saat BAB yang dapat dimasukan kembali ataupun tidak dapat dimasukan kembali ke lubang anus, dan rasa gatal di sekeliling anus. Penderita wasir disarankan untuk memiliki pola makan yang tinggi serat untuk memperlunak konsistensi feses.

Penyebab terjadinya wasir bermacam-macam. Wasir dapat diturunkan secara genetik, atau karena memang lemahnya pembuluh darah vena di rektum atau anus, atau juga dapat disebabkan karena terlalu sering dan kuat mengedan (kesulitan buang air besar atau diare).

Duduk yang terlalu lama juga dapat menyebabkan terjadinya wasir. Hipertensi (darah tinggi), obesitas (kegemukan), dan gaya hidup yang malas (tidak aktif) juga merupakan salah satu pencetus terjadinya wasir. Konsumsi alkohol dan kopi dalam jumlah banyak dan sering juga merupakan salah satu faktor pencetus.

Alkohol dapat menyebabkan penyakit hati yang pada akhirnya akan menimbulkan penyumbatan aliran pembuluh darah pada rektum atau anus, sedangkan mengkonsumsi terlalu banyak kopi dapat menyebabkan hipertensi.

Keadaan dehidrasi (kekurangan cairan) dapat juga menjadi faktor penyebab. Dehidrasi dapat menyebabkan tinja yang keras dan kesulitan buang air besar.

2. Polip usus

Polip merupakan pertumbuhan jaringan dari dinding usus yang menonjol ke dalam lumen usus. Polip usus ada yang bertangkai, ada yang tidak bertangkai. Pasien dengan polip dapat saja tidak bergejala. Namun, pasien dengan polip dapat juga mengalami keluhan keluar darah dari anus. Pada kondisi tertentu, pasien dengan polip dapat mengalami perdarahan terus menerus yang dapat mengancam nyawa.

3. Kanker usus

Kanker usus adalah salah satu kanker yang paling umum ditemui. Faktor risiko dari kanker usus meliputi rendahnya konsumsi sayur dan tingginya konsumsi daging merah. Rokok juga meningkatkan risiko terjadinya kanker usus. Gejala dari kanker usus meliputi BAB berdarah, perubahan konsistensi feses, kesulitan buang air besar, dan penurunan berat badan.

Sesuai dengan penelitian yang dilaporkan di Jurnal of Clinical Oncology pada bulan April 2013 menyatakan bahwa perokok memiliki risiko kematian yang tinggi atau rendahnya remisi dari kanker kolon (usus besar) setelah operasi kolon dibandingkan dengan individu yang tidak merokok.

Penelitian ini dilakukan oleh Amanda Phipps, dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle yang melibatkan 2000 orang yang telah melakukan reseksi kolon atau operasi kolon, di mana pada hasil penelitian didapatkan bahwa 74% orang yang tidak merokok tetap bebas dari kanker 3 tahun setelah operasi dibandingkan 70% dari orang yang merokok.

Menurut American Cancer Society (ACS), beberapa bahan dalam rokok dapat menyatu dengan ludah seseorang yang nantinya dapat menyebabkan kanker kolon (kanker usus besar) atau kanker lainnya. ACS mengestimasi sebanyak 102.500 orang Amerika Serikat akan didiagnosis dengan kanker kolon dan rektum pada tahun 2013, dan sebanyak 40.000 penderita tersebut akan meninggal akibat penyakit tersebut.

4. Ulkus lambung

Ulkus lambung adalah perlukaan pada lapisan dalam lambung. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ulkus lambung, di antaranya adalah:

  • peningkatan asam lambung karena merokok
  • stres
  • faktor genetik
  • dapat juga disebabkan oleh bakteri (helicobacter pylori).

Seorang dengan ulkus lambung biasanya mengalami keluhan berupa nyeri ulu hati setelah makan, mual dan perdarahan saat buang air besar namun berwarna gelap. Jadi BAB berdarah memiliki banyak penyebab, beberapa kelainan diatas hanyalah sebagian penyebab BAB berdarah. Jika Anda mengalami keluhan BAB berdarah, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Baca Juga: