Waspada, Gejala Pembekuan Darah di Perut yang Bisa Jadi Tanda Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Dalam bahasa medis, pembekuan darah dalam pembuluh darah vena maupun arteri atau dikenal trombosis atau emboli. Kondisi ini biasanya terjadi di kaki bagian bawah, paha, dan panggul, tetapi bisa juga terjadi di lengan, paru-paru, otak, ginjal, jantung, dan perut. Pembekuan darah di perut mungkin jarang terjadi tapi tetap ada kemungkinan Anda memilikinya.

Apa saja gejala pembekuan darah di perut?

Gejala pembekuan darah bervariasi pada setiap orang. Anda tidak akan selalu memiliki gejala dengan gumpalan darah. Kondisi ini bisa dibilang unik untuk bagian tubuh yang mengalami pembekuan. Gejalanya tergantung pada seberapa cepat gumpalan terbentuk dan ukurannya.

Gejala umum dari pembekuan darah di perut antara lain:

  • Sakit perut yang parah
  • Sakit perut yang hilang timbul
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berdarah
  • Diare
  • Perut kembung
  • Adanya akumulasi cairan perut, yang dikenal sebagai ascites

Apakah pembekuan darah di perut termasuk gejala kanker?

Ada kemungkinan bahwa pembekuan darah di perut merupakan tanda pertama kanker yang tidak terdiagnosis.

Dalam sebuah penelitian di Denmark, para peneliti menemukan orang yang mengalami pembekuan darah di bagian perut lebih mungkin didiagnosis kanker dalam waktu tiga bulan setelah muncul gejala pertama kali, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki pembekuan darah.

Kanker paling umum yang berkaitan dengan kondisi ini adalah kanker hati, pankreas, dan sel darah. Kanker, secara umum, meningkatkan pembentukan bekuan darah. Kerusakan pembuluh vena, bersama dengan aliran darah yang lambat, diyakini juga meningkatkan kemungkinan pembekuan darah abnormal pada kanker.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan lebih lanjut antara pembekuan darah perut dan kanker.

Siapa yang berisiko mengalami pembekuan darah di perut?

Sebenarnya, pembekuan darah itu normal terjadi ketika timbul luka atau cedera. Tubuh melakukan respon ini supaya tak banyak darah yang keluar saat Anda terluka.

Namun, terkadang Anda bisa mengalami pembekuan darah tanpa adanya cedera. Jenis-jenis pembekuan darah ini berbahaya karena mengganggu aliran darah organ tubuh. Pembekuan darah dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk perut.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk memiliki pembekuan darah antara lain:

  • Imobilitas, seperti dari naik pesawat yang lama atau beristirahat di tempat tidur yang lama.
  • Operasi
  • Riwayat keluarga pembekuan darah
  • Polycythemia vera (jumlah sel darah merah abnormal yang tinggi).
  • Hormon, termasuk estrogen dan progesteron yang ditemukan dalam pil KB dan terapi hormon yang digunakan untuk meringankan gejala menopause.
  • Kehamilan
  • Merokok
  • Sirosis hati
  • Radang usus buntu, dan infeksi perut lainnya, yang mungkin menyebabkan pembekuan darah di perut sebagai akibat dari bakteri dan peradangan.
  • Trauma atau cedera
  • Penyakit radang usus

Jika Anda memiliki gejala pembekuan darah di perut atau berisiko tinggi memiliki kondisi ini, segera cari bantuan medis.

Bagaimana pembekuan darah di perut didiagnosis?

Jika dokter Anda mencurigai Anda memiliki penggumpalan darah di perut berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan riwayat kesehatan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasound (USG) dan CT scan perut dan daerah panggul untuk membantu melihat saluran dan organ usus Anda.

Pengobatan untuk pembekuan darah di perut

Pembekuan darah biasanya diobati dengan antikoagulan, yaitu obat yang mengencerkan darah dan mencegah bekuan tumbuh lebih besar, berkembang lebih banyak, atau muncul kembali. Namun, obat ini tidak melarutkan bekuan darah.

Obat pengencer darah yang umum digunakan meliputi:

  • Heparin, yang diberikan secara intravena melalui jarum di lengan Anda.
  • Warfarin, dalam bentuk pil.
  • Enoxaparin (Lovenox), dalam bentuk suntikan heparin yang dapat diberikan di bawah kulit.

Setelah melakukan beberapa perawatan di atas, gumpalan akan diserap kembali oleh tubuh, meskipun dalam beberapa kasus tidak pernah hilang sama sekali.

Pembedahan atau menggunakan obat penghancur gumpalan langsung ke bekuan mungkin diperlukan dalam kasus gumpalan darah yang besar, berpotensi merusak organ atau yang mengancam jiwa. Selain itu, mengobati penyebab bekuan darah juga diperlukan untuk perawatan kondisi ini.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca