Semakin banyak yang beralih mengonsumsi nasi merah karena sumber karbohidrat ini dianggap lebih menyehatkan dibandingkan nasi putih. Nasi merah juga dikenal padat serat sehingga baik dimakan untuk makan sahur.

Lantas, apakah nasi merah memang lebih baik untuk sahur? Haruskah Anda mengganti nasi putih yang biasa dikonsumsi dengan nasi merah?

Energi dan serat pada nasi merah dan nasi putih

Nasi putih maupun nasi merah sama-sama dapat memenuhi kebutuhan energi Anda selama berpuasa. Namun, ada sedikit perbedaan dalam energi dan karbohidrat yang terkandung dalam keduanya.

Satu piring nasi putih dengan berat 150 gram mengandung 270 kkal energi, 4.5 gram protein, 0.5 gram lemak, 60 gram karbohidrat, dan 0.3 gram serat.

Kandungan energi dan karbohidrat tinggi inilah yang menjadikan nasi putih sebagai salah satu makanan pokok paling populer.

Nasi merah dengan jumlah yang sama mengandung 224 kkal energi, 4.2 gram protein, 0.6 lemak, 49 karbohidrat, dan 0.5 gram serat.

Dibandingkan nasi putih, nasi merah lebih rendah kalori dan karbohidrat, tapi seratnya lebih tinggi karena proses produksinya tidak menghilangkan lapisan kulit yang kaya serat.

Sahur adalah waktu untuk mempersiapkan tubuh Anda sebelum berpuasa selama lebih dari 12 jam. Mengonsumsi nasi putih memang akan memberikan energi yang lebih besar.

Namun, kandungan serat yang lebih tinggi pada nasi merah juga akan membawa manfaat tersendiri saat berpuasa jika disajikan untuk makan sahur.

Seperti yang telah diketahui, serat membantu mengendalikan rasa lapar dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Wajar saja, tubuh memang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna serat. Selain itu, konsumsi serat juga dapat mencegah sembelit akibat kurangnya asupan cairan selama berpuasa.

Vitamin dan mineral pada nasi merah dan nasi putih

makan nasi merah

Makan nasi merah saat sahur juga bisa memberikan tambahan vitamin dan mineral.

Asupan vitamin dan mineral tidak kalah penting dari energi. Pasalnya, tubuh Anda perlu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral agar bisa menjalankan fungsi normalnya selama berpuasa.

Satu piring nasi putih dengan berat 150 gram mengandung 38 miligram kalsium, 41 miligram fosfor, 0.6 miligram zat besi, dan 3.9 miligram vitamin B3.

Terdapat vitamin dan mineral lain dalam jumlah yang lebih kecil, di antaranya natrium, kalium, serta vitamin B1 dan B2.

Nasi merah mengandung 95 miligram fosfor, 1.2 miligram zat besi, 2.4 miligram vitamin B3, serta natrium, kalium, dan vitamin B kompleks dalam jumlah kecil.

Akan tetapi, kandungan kalsium dan vitamin B2 pada merah lebih sedikit dibandingkan nasi putih.

Bijian-bijian, seperti nasi merah dan putih merupakan salah satu sumber vitamin B1 dan B2 terbaik. Keduanya berperan penting dalam proses metabolisme, yakni membantu mengubah nutrisi menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.

Perlukah mengganti nasi putih dengan nasi merah untuk sahur?

menu sahur untuk anak

Nutrisi yang terdapat pada nasi merah memang lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa nasi merah memang lebih menyehatkan.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa Anda harus nasi putih menjadi nasi merah untuk makan sahur.

Keduanya sama-sama dapat memberikan energi dan nutrisi yang Anda butuhkan selama berpuasa. Apa pun jenis nasi yang Anda konsumsi, yang terpenting adalah selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan tidak makan secara berlebihan.

Tidak perlu membatasi asupan serat Anda hanya pada nasi merah. Jika ingin mendapatkan serat, perbanyaklah konsumsi serat dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta kacang-kacangan.

Penuhi juga asupan cairan agar pencernaan Anda senantiasa lancar.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca