Selain orang sakit dan ibu hamil, anak-anak juga biasanya dibebastugaskan dari berpuasa di bulan Ramadan. Baru ketika masuk masa puber, mereka diwajibkan berpuasa. Namun, tak ada salahnya mengajari si kecil untuk berpuasa supaya ia terbiasa. Tak hanya memenuhi kewajiban agama, ada manfaat lain puasa untuk anak. Apa saja?

Manfaat puasa Ramadan untuk anak

Puasa Ramadan dilakukan selama satu bulan penuh. Bagi anak-anak, bisa jadi ini merupakan tantangan yang berat.

Untuk itu, mengajari anak berpuasa secara bertahap sejak awal bisa menjadi langkah yang bagus. Biasanya latihan puasa diawali dengan puasa setengah hari terlebih dulu.

Sekalipun demi kebaikan, sebaiknya orangtua tidak memaksakan anak untuk berpuasa. Keinginan ini biasanya akan muncul dengan sendirinya saat melihat lingkungan sekelilingnya juga melaksanakan puasa.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa puasa bisa membawa manfaat kesehatan bagi anak. Berikut beberapa di antaranya.

1. Menjaga kesehatan tubuh

gizi baik

Jika membahas manfaat puasa untuk anak, tentu erat kaitannya dengan kesehatan tubuh. Ya, puasa memang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, entah itu orang dewasa ataupun anak-anak.

Menurut British Nutrition Foundation, efek kesehatan dari puasa Ramadan sangat beragam. Beberapa peneliti menemukan bahwa puasa dapat menurunkan berat badan.

Selain itu, puasa juga bisa menurunkan kolesterol darah, trigliserida, dan mengurangi stres. Semua efek tersebut dapat menyehatkan tubuh secara menyeluruh.

Walaupun memberikan manfaat, orangtua perlu memerhatikan kebutuhan nutrisi anak dengan benar. Pasalnya, anak-anak masih dalam usia pertumbuhan sehingga kebutuhan nutrisinya harus tercukupi.

Konsultasikan pada dokter anak atau ahli gizi sebelum Anda mulai mengajarkan puasa pada anak.

2. Mengajarkan anak untuk bersabar dan disiplin

Bukan hanya fisik, puasa juga bisa memberikan manfaat untuk membentuk karakter dan kepribadian anak. Salah satunya mengajarkan anak untuk bersabar.

Aturan puasa yang harus dipenuhi adalah menahan diri untuk tidak makan dan minum, mulai dari terbit hingga terbenam matahari. Nah, menunggu waktu berbuka inilah yang melatih anak untuk bersabar.

Selain bersabar, anak juga akan belajar untuk menjadi seseorang yang lebih disiplin. Mereka harus belajar menyesuaikan diri dengan waktu makan, tidur, dan beribadah.

Aturan-aturan yang diterapkan ketika berpuasa ini akan membiasakan anak untuk mematuhi peraturan.

3. Mengasah rasa empati dan meningkatkan rasa syukur anak

Tujuan berpuasa adalah memahami penderitaan orang yang tak seberuntung kita, sehingga mereka harus menahan lapar. Bukan untuk menyakiti diri sendiri, manfaat puasa ini justru dapat mengembangkan rasa empati anak.

Mengembangkan empati sejak dini sangatlah penting. Empati akan mengajarkan anak untuk menghargai, mengekspresikan diri, dan bersosialisasi.

Selain itu, manfaat puasa lainnya untuk anak adalah meningkatkan rasa bersyukur. Kenapa? Setelah seharian berpuasa menahan haus dan lapar, ia akan menemukan berbagai makanan dan minuman di atas meja ketika waktu berbuka.

Melihat hal ini anak akan merasakan perasaan lega, senang, dan bersyukur atas rezeki yang diberikan.

4. Mengontrol emosi

bakteri dalam usus

Selain mengendalikan rasa lapar dan haus, puasa juga mewajibkan anak untuk mengontrol emosinya. Terutama, menghindari perbuatan buruk, seperti berbohong, marah-marah, memukul teman, atau kenakalan lain yang biasanya dilakukan anak-anak.

Meskipun sulit pada awalnya, anak yang belajar untuk mengontrol diri untuk tidak berbuat nakal selama bulan puasa tentu akan menjadi terbiasa. Dengan begitu, kepribadian anak akan menjadi lebih baik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca