Suntik KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang biasa digunakan untuk menunda kehamilan. Berdasarkan jangka waktu pemakaian, suntik KB di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu suntik KB per 1 bulan dan suntik KB per 3 bulan. Lantas jika jadwal suntik KB Anda bertepatan dengan bulan puasa, bolehkah suntik saat puasa? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini. 

Sekilas tentang suntik KB

Suntik KB adalah salah satu bentuk dari kontrasepsi hormonal yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan ke dalam lapisan kulit. Suntikan diinjeksikan pada bagian tubuh tertentu seperti lengan atas, paha, dan bokong.

Kontrasepsi ini bekerja dengan cara melepaskan hormon progesteron ke dalam aliran darah sehingga akan mencegah pelepasan telur (ovulasi) dan menebalkan lendir serviks sehingga menyulitkan sperma bertemu dengan sel telur. Tidak hanya itu, kontrasepsi satu ini juga akan menipiskan dinding rahim sehingga mempersulit implantasi sel telur.

Lantas bolehkah suntik KB saat puasa?

Jika Anda menginginkan jawaban dari sisi agama, Anda bisa menanyakan hal ini secara langsung kepada ahli agama. Namun secara medis, Anda tidak dilarang untuk melakukan suntik KB saat puasa.

Meski begitu, efek samping terkait perdarahan yang tidak teratur setelah suntik KB mungkin bisa jadi pertimbangan Anda. Perdarahan tidak teratur adalah efek samping yang paling umum dari suntik KB. Anda mungkin akan mengalami efek samping ini selama 6-12 bulan setelah pertama kali Anda melakukan suntik KB.

Masalah perdarahan yang paling umum ini meliputi:

Efek samping terkait perdarahan yang sudah disebutkan di atas mungkin akan berbeda-beda pada setiap orang. Pasalnya, ada beberapa wanita yang justru tidak mengalami menstruasi sama sekali setelah setahun menggunakan suntik KB. Namun apabila Anda mengalami perdarahan setelah suntik KB, Anda mungkin tidak dianjurkan untuk menjalankan puasa karena keluarnya darah dari kemaluan, atau menstruasi bisa membatalkan puasa Anda.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk melakukan suntik KB saat puasa. Ini dilakukan agar Anda bisa mengurangi atau menghindari kemungkinan efek samping perdarahan setelah suntik, yang mana membuat Anda jadi tidak bisa ikut menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Efek samping lainnya dari suntik KB

Selain perdarahan, efek samping lainnya dari suntik KB yang paling umum bisa meliputi:

  • Merah, bengkak, nyeri, atau iritasi di tempat bekas suntik
  • Sakit perut
  • Perut kram atau kembung
  • Sakit kepala
  • Hot flashes
  • Mual
  • Pusing
  • Merasa lemas dan lesu
  • Kelelahan
  • Nyeri payudara
  • Muncul gejala flu atau pilek
  • Timbul jerawat
  • Rambut rontok
  • Keputihan
  • Perubahan suasana hati dan gairah seksual
  • Nafsu makan meningkat

Bagi beberapa wanita, berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas mungkin akan jadi tantangan dalam menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadan. Akan tetapi, beberapa wanita lainnya justru tidak merasa terganggu terkait efek samping tersebut sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk melakukan suntik KB saat puasa. Ini dilakukan agar Anda bisa mengurangi atau menghindari kemungkinan efek samping perdarahan serta efek samping lainnya setelah suntik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca