Menahan haus saat puasa adalah tantangan berat yang bukan main hebatnya, terlebih lagi di bawah teriknya sinar matahari.

Selama 14 jam berpuasa dalam cuaca panas, penting untuk tetap menjaga agar Anda tidak kehilangan banyak cairan tubuh yang bisa menyebabkan dehidrasi. Ditambah lagi, suhu sekitar yang sangat tinggi juga dapat meningkatkan risiko Anda terhadap sejumlah kondisi kesehatan berbahaya, seperti kelelahan ekstrim dan heat stroke. Kiat berikut bisa membantu Anda menahan haus saat puasa sambil tetap adem-ayem sepanjang panasnya musim kemarau.

Bagaimana caranya menahan haus saat puasa?

1. Tutup jendela

Jika cuaca panas tidak dapat ditolerir, hindari aktivitas di bawah sinar matahari langsung atau pada permukaan aspal yang panas dan tetap berada dalam ruangan sesering yang Anda bisa.

Sekitar 40% panas masuk ke dalam ruangan melalui jendela, terutama jendela yang menghadap ke timur dan barat. Untuk memblokirnya, tirai dan gorden harus ditutup rapat sesuai dengan panjang dan lebar jendela, dan sebisa mungkin pilih warna kain yang cerah dan reflektif, misalnya kain satin berwarna putih, krem, atau warna-warna pastel lainnya, kata peneliti Christian Kohler dari Lawrence Berkeley National Laboratory di California, dikutip dari Prevention. Warna gelap menyerap lebih banyak panas daripada warna-warna terang.

Trik lainnya adalah dengan membeli kaca film transparan yang bisa memblokir panas dan tempelkan ke jendela rumah Anda.

2. Nyalakan kipas angin

Udara yang konstan bergerak mempercepat penguapan keringat. Kipas angin bisa membantu mengedarkan lebih banyak udara dan membuat Anda merasa lebih sejuk bahkan ketika sedang berada dalam ruangan ber-AC. Triknya, isi sebuah mangkuk dengan es batu dan posisikan mangkuk di depan kipas angin kamar Anda. Cara sederhana ini dapat menciptakan suasana adem berkabut dengan menghembuskan uap dingin dari es batu. Tambahkan garam ke mangkuk es terlebih dahulu untuk bisa mengalahkan panas lebih lama.

Cara lainnya yang lebih mudah adalah kipas angin kecil portable bertenaga baterai yang bisa Anda genggam atau taruh di meja saat bekerja.

3. Bikin semprotan air (face mist)

Isi botol semprot dengan air dan dinginkan di kulkas untuk semprotan wajah yang menyegarkan setelah berlama-lama berada di luar ruangan. Untuk sensasi yang lebih menyegarkan lagi, seduh secangkir teh peppermint lalu masukkan ke dalam lemari es. Setelahnya, tuang ke dalam botol semprot dan semprotkan beberapa kali ke wajah. Sensasi menthol dalam teh akan membuat kulit Anda terasa lebih sejuk menggelitik saat Anda sedang kepanasan.

4. Kompres air dingin

Tempelkan es batu yang dibalut kain tipis ke daerah yang memiliki denyut nadi kencang, seperti leher, siku dalam, pelipis, dan pergelangan tangan untuk mengatasi cuaca panas yang berlebihan. Atau, tempelkan kompres gel (yang biasanya digunakan untuk menurunkan demam) atau botol air minum yang sebelumnya telah dibekukan dalam lemari es.

5. Mandi air dingin

Sering-sering mandi air dingin. Berendamlah di bak air dingin atau guyur tubuh di bawah shower air dingin untuk menumpas rasa gerah. Atau jika sikon tidak mendukung, cuci muka dengan guyuran air dingin.

6. Berbaring di lantai

Jika Anda butuh untuk mengademkan diri secepat mungkin, sebaiknya cepat-cepat berbaring di lantai. Lantai mungkin bukan tempat istirahat yang paling nyaman, tapi setidaknya Anda akan jauh dari arus udara yang lebih hangat.

7. Habiskan waktu di tempat ber-AC

Jika Anda tidak memiliki AC, coba untuk habiskan setidaknya sebagian waktu seharian Anda di pusat perbelanjaan, perpustakaan umum, bioskop, atau ruang publik lainnya yang sejuk.

8. Pakai baju yang berbahan adem

Selama berpuasa, lebih bijaklah dalam memilih baju yang Anda pakai. Warna kemeja, jenis kainnya, dan berapa lapis pakaian yang Anda kenakan — semua ini memainkan peran penting dalam menjaga suhu tubuh Anda tetap serendah mungkin.

Jika Anda bekerja di dalam rumah, pilihlah baju berbahan katun yang berwarna terang; Jika sebagian besar hari Anda dihabiskan di luar, warna yang lebih gelap akan membantu melindungi Anda dari efek sinar matahari. Tapi usahakan jangan kenakan pakaian berwarna hitam. Warna hitam cenderung menarik panas dan menguncinya ke tubuh Anda.

9. Lakukan teknik pernapasan yoga

Lain kali Anda merasa kepanasan, lakukan beberapa menit pernapasan yoga. Karena bahkan sedikit pernapasan dalam bisa membantu Anda tetap adem. Yoga memiliki teknik pernapasan yang mendinginkan tubuh. Selain membantu menurunkan panas tubuh, teknik ini juga mengurangi stres.

Caranya, gulung lidah Anda dan bernapas perlahan melalui lidah Anda yang digulung (atau jika Anda tidak dapat melakukannya, monyongkan bibir Anda). Tarik napas sebentar, dan hembuskan napas melalui hidung dengan perlahan. Ulangi lima sampai 10 kali. Pernapasan melalui mulut memungkinkan air liur Anda mendinginkan udara yang Anda hirup sebelum masuk ke paru-paru.

10. Hirup uap air dingin

Mengompres tubuh dengan kompres dingin adalah cara klasik untuk mengademkan tubuh, tapi untuk tambahan udara dingin, pegang cangkir berisi air es tepat di atas mulut Anda dan hirup udaranya. Cara ini akan memaksa keluar udara dingin yang ada di cangkir untuk naik ke atas dan menciptakan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan tubuh untuk bantu Anda menahan haus saat puasa. Ingat, jangan tergoda untuk meminumnya, ya!

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca