Saat berpuasa, tubuh kita mengalami beberapa perubahan, termasuk dalam hal kerja enzim. Enzim yang biasanya dihasilkan sistem pencernaan akan perlahan-lahan berkurang jumlahnya bergantung pada berapa lama kita berpuasa. Lapisan yang melindungi perut juga akan berkurang seiring dengan lamanya waktu berpuasa. Sehingga, jika Anda mengonsumsi makanan yang cenderung bersifat mengiritasi perut, Anda lebih mungkin mengalami masalah pencernaan.

Maka dari itu saat berbuka, makanan yang dimakan pertama kali sangatlah penting. Anda disarankan untuk memilih makanan berbuka yang gampang dicerna, dan salah satu contohnya adalah buah. Buah apa saja yang baik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa?

1. Semangka

Buah yang satu ini terkenal dengan kandungan airnya yang banyak. Namun, semangka juga kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral. Karena kandungan airnya, buah ini cocok untuk digunakan sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa, berhubung saat puasa tubuh kita cenderung mengalami dehidrasi karena asupan air yang berkurang selama beraktivitas. Semangka memiliki kandungan air dan elektrolit sebanyak 92% sehingga dapat membantu tubuh mendapatkan kembali cairan dan elektrolit yang hilang selama berpuasa. Semangka juga termasuk jenis buah yang mudah dicerna.

Selain sebagai sumber air dan elektrolit, semangka juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit. Warna merah pada semangka menunjukkan bahwa semangka mengandung banyak likopen, suatu senyawa yang dapat berperan dalam mencegah penyakit jantung dan kanker prostat. Kandungan kolin yang terdapat dalam semangka dapat membantu mencegah inflamasi yang dapat terjadi di dalam tubuh dengan cara menjaga struktur membran sel Anda. Dan jangan lup,a kandungan antioksidan, vitamin A, serta vitamin C pada semangka yang dapat membantu regenerasi sel pada kulit dan menyehatkan rambut.

2. Apel

Apel merupakan salah satu buah yang dikenal memiliki banyak manfaat. Saat berbuka puasa, sebuah apel dapat membantu sistem pencernaan Anda perlahan-lahan menyiapkan organ-organnya untuk menerima makanan yang lebih kompleks. Meski kandungan air pada apel tidak sebanyak semangka, tetapi apel memiliki kandungan serat yang cukup tinggi yang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh selama puasa.

Saat Anda berpuasa, kecenderungan untuk makan berlebih menjadi lebih tinggi, apalagi saat berbuka puasa. Anda sudah tidak makan selama hampir 12 jam, maka Anda merasa tidak apa-apa jika makan banyak saat berbuka. Hal ini tentu tidak baik karena dapat meningkatkan risiko kegemukan. Dengan mengonsumsi apel sebelum makan besar, Anda dapat mengurangi keinginan Anda untuk makan berlebihan saat berbuka. Selain membantu kerja sistem pencernaan tubuh, serat dalam apel dapat memberi Anda efek kenyang, sehingga mencegah Anda untuk mengambil makanan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan.

Selain itu manfaat apel bagi kesehatan juga tidak dapat diragukan lagi. Mulai dari mengurangi risiko diabetes, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menjaga kesehatan jantung, mencegah katarak, hingga melindungi tubuh dari efek buruk radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.

3. Anggur

Buah kecil ini bisa menjadi alternatif Anda untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar dan manis bisa membantu menggantikan cairan dan gula yang hilang selama berpuasa. Anggur juga termasuk jenis buah yang gampang dicerna karena tinggi air dan mengandung serat, sehingga baik untuk dimakan sebelum Anda mulai makan utama saat berbuka puasa. Ini mempersiapkan sistem pencernaan Anda sebelum memproses jenis makanan yang lebih kompleks.

Selain itu anggur juga memiliki banyak manfaat kesehatan lain. Dengan kandungan air dan seratnya, anggur dapat membantu mengatasi sembelit. Potasium dalam anggur berperan dalam mencegah bertambah parahnya tekanan darah tinggi. Studi kohort yang dilakukan pada tahun 2013 menyatakan bahwa konsumsi anggur dapat mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2 pada orang dewasa. Anggur juga dapat membantu mengurangi tingkat keparahan alergi seperti hidung berair, mata merah, dan bersin-bersin. Antoksidan dalam anggur yang dikenal sebagai polifenol juga dapat mengurangi bahkan mencegah risiko terjadinya kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat, dan kanker usus besar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca