Orang yang memiliki PPOK, mempunyai kondisi paru-paru yang telah rusak. Akibatnya, penurunan fungsi paru-paru akibat kerusakan itu menimbulkan sejumlah gangguan pernapasan.

Tak hanya orang dengan PPOK, beberapa orang lain yang juga memiliki masalah dengan paru-parunya memiliki kemungkinan mengalami penurunan fungsi paru-paru. Beberapa faktor yang mungkin membuat seseorang mengalami penurunan fungsi paru antara lain seperti merokok, asma, kanker paru, dan emfisema yang merupakan salah satu penyakit umum orang dengan PPOK.

Lantas, bagaimana jika fungsi paru Anda menurun? Tenang dulu. Kabar baiknya adalah fungsi paru-paru dapat ditingkatkan dengan melakukan beberapa jenis latihan sederhana secara teratur. Apa saja yang dapat dilakukan?

Perbaiki fungsi paru-paru Anda dengan 5 latihan berikut

Ambil napas dalam

Banyak ahli percaya bahwa mengambil napas dalam akan meningkatkan kapasitas paru-paru. Untuk melakukannya, berdirilah tegak dengan lutut yang relaks. Membungkuklah sembari membuang semua udara di paru-paru secara perlahan.

Saat semua udara di paru-paru sudah Anda kosongkan, kembalilah ke posisi tegak Anda sambil menghirup udara sebanyak mungkin dengan kecepatan sama. Tahanlah napas Anda untuk beberapa saat, jika mungkin selama 15-20 hitungan. Anda bisa meluruskan lengan ke atas saat berhitung dan menurunkannya saat mengembuskan napas secara perlahan. Ulangi hal ini sebanyak 3-4 kali.

Regangkan rusuk

Latihan ini akan membantu menguatkan otot-otot pernapasan Anda. Berdirilah dalam posisi tegak dan buang semua udara dari paru-paru. Kemudian, mulailah menghirup udara dan gembungkan paru-paru Anda sampai batas maksimal. Tahan napas selama minimal 20 detik. Letakkan tangan Anda di pinggang dengan ibu jari di depan dan jari lainnya menyentuh punggung. Buang napas secara perlahan dan relaks. Lakukan hal ini paling tidak sebanyak tiga kali.

Lakukan latihan pernapasan perut

Pernapasan perut perlu dilakukan dengan teknik khusus agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan. Berbaringlah telentang dengan meletakkan satu tangan pada perut dan yang lain pada dada. Hirup napas dalam secara perlahan dengan memusatkan pada pusat tubuh Anda. Anda akan merasakan dan melihat tangan di perut ikut terangkat selama Anda menghirup lebih banyak udara.

Pastikan untuk menghirup udara lewat hidung dan membuangnya lewat mulut. Jika mungkin, tahan napas Anda selama beberapa detik di antara proses menarik dan membuang napas. Pertimbangkan untuk mengencangkan otot perut Anda setelah membuang napas untuk memastikan bahwa Anda telah mengosongkan paru-paru Anda sepenuhnya.

Bernapas sambil mengerucutkan bibir

WebMD menganjurkan mereka yang memiliki PPOK untuk melakukan pursed-lip breathing atau pernapasan dengan bibir yang mengerucut. Untk melakukannya, pertama-tama, lemaskan otot-otot leher dan bahu. Kemudian tarik napas melalui hidung selama 2 detik. Selama menarik napas, pastikan mulut Anda tertutup rapat. Embuskan napas melalui mulut yang mengerucut selama 4 detik. Jika Anda merasa kepayahan melakukannya dalam rentang waktu itu, kuncinya adalah buang napas Anda dalam waktu dua kali lebih lama dibandingkan waktu menarik napas.

Latihan aerobik dan peregangan otot

Latihan peregangan akan meningkatkan kelenturan otot-otot pernapasan. Latihan aerobik yang menggunakan otot-otot besar juga dapat meningkatkan ketahanan jantung dan paru-paru Anda. Ini akan membantu tubuh Anda untuk menggunakan oksigen dengan lebih efisien sehingga akhirnya meningkatkan kualitas pernapasan Anda. Berjalan dan bersepeda adalah contoh latihan aerobik yang baik untuk orang dengan PPOK.

Meningkatkan fungsi paru-paru mungkin saja dilakukan dengan cara melakukan latihan fisik khusus dan gaya hidup sehat. Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah Anda harus mempertahankan posisi yang tepat ketika melakukan latihan. Untuk mempelajarinya, mungkin Anda bisa meminta bantuan pelatih profesional. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan gaya hidup sehat agar fungsi paru-paru Anda dapat menunjukkan perbaikan yang positif.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca