Jika Anda sedang mencoba hamil, mengenali tanda-tanda ovulasi lewat warna keputihan bisa menjadi faktor kunci dalam kesuksesan Anda.

Ovulasi adalah masa subur di mana tubuh Anda melepaskan satu atau lebih sel telur dari indung telur. Jika sel telur dibuahi dan berhasil tertanam dalam rahim, Anda bisa hamil. Tapi jika Anda melewati masa subur itu, Anda tidak hamil.

Dengan belajar mendeteksi petunjuk fisik ovulasi lewat tahapan siklus keputihan, Anda dapat menjadwalkan hubungan intim seakurat mungkin dan meningkatkan kemungkinan Anda untuk hamil.

Cara lain mengetahui kapan Anda sedang ovulasi adalah dengan Kalkulator Masa Subur yang bisa Anda gunakan dengan mengeklik gambar di bawah ini:

Kapan waktu hamil yang paling ideal berdasarkan warna keputihan?

Hari 1-5

Hari 1-5 dalam siklus menstruasi Anda adalah waktu di mana menstruasi Anda sedang berlangsung. Di waktu ini, akan ada sedikit cairan keputihan yang keluar. Dan jikapun ada, warna keputihan tidak akan begitu kentara karena tercampur dengan darah.

Hari 6-8

Hampir tidak akan ada keputihan selama hari-hari akhir menstruasi Anda, karena hampir tidak ada aktivitas estrogen yang mendukungnya. Namun beberapa dari Anda mungkin juga memperhatikan warna keputihan yang coklat gelap selama sehari atau dua hari setelah menstruasi. Tidak perlu dikhawatirkan. Pada dasarnya, bercak keputihan berwarna kecokelatan adalah darah tua, sebagai cara tubuh membersihkan vagina setelah menstruasi.

Jika Anda sedang mencoba hamil, ini bukan waktu yang tepat. Cairan keputihan yang lengket itu menghalangi gerakan sperma. Tapi jika Anda tidak berusaha hamil, Anda tetap harus menggunakan perlindungan selama seks agar aman, dan juga untuk menghindari penyakit menular, kata Sheeva Talebian, M.D., seorang ginekolog di Pusat Pengobatan Reproduksi Colorado di New York City, dilansir dari Women’s Health.

Hari 9-12

Seiring meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh dalam rangka persiapan ovulasi, warna keputihan menjadi putih susu dengan tekstur lembut creamy dan jumlahnya akan banyak daripada setelah ovulasi (hari 1-8). Kondisi ini tidak ideal untuk pembuahan, namun sperma tetap bisa mencapai rahim. Telur mungkin belum turun dari ovum (indung telur), tapi sperma bisa tinggal di sana tiga sampai lima hari, menunggu datangnya telur.

Hari 13-14 (saat ovulasi)

Ini adalah hari-H ovulasi. Tekstur dan warna keputihan Anda akan serupa dengan putih telur — cerah transparan, basah, licin, dan melar. Jika Anda sedang berusaha hamil, inilah saat yang tepat. Kondisi keputihan ini adalah lingkungan yang menguntungkan bagi sperma untuk berenang sampai ke sel telur. Karena itulah, para ahli kesehatan menyebutnya sebagai “lendir subur”.

Hari 15-28

Setelah masa ovulasi lewat, cairan dan warna keputihan menjadi lebih kental dan perlahan surut menghilang karena terpengaruh oleh tingkat progesteron dalam tubuh, yang mendominasi hormon Anda pada paruh kedua siklus menstruasi Anda. Sperma tidak bisa berenang dalam kondisi ini, yang membuatnya tidak ideal untuk pembuahan.

Waspada jika keputihan Anda terlihat berbeda dari biasanya

Terlepas dari apakah Anda sedang berusaha hamil atau tidak, selalu perhatikan apa yang terjadi di bawah sana. Ingat, sedikit perubahan adalah normal. Tapi jika Anda melihat keputihan yang tidak biasa — seperti jika keputihan Anda menjadi berwarna kuning atau hijau, berdarah, dengan tekstur seperti keju cottage, atau berbau busuk — pergi ke dokter.

Begitu pula jika Anda mengalami rasa sakit atau gatal di masa-masa ini. Anda mungkin terkena infeksi, seperti penyakit radang panggul, atau infeksi ragi.

Untuk perlindungan ekstra dari jamur, bakteri, dan parasit penyebab infeksi vagina, Anda juga bisa menggunakan antiseptik khusus kewanitaan yang mengandung povidone-iodine.

Infeksi pada vagina dapat menghambat upaya Anda untuk hamil. Maka dari itu, pastikan Anda menjaga kebersihan vagina dengan rutin membersihkannya setiap habis buang air kecil dan setelah seks. Tenang saja, membersihkan vagina setelah seks tak akan mengurangi peluang Anda untuk hamil, justru penting untuk mencegah penularan infeksi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca