Pernahkah Anda merasakan vagina Anda kering? Ketika mengalaminya, mungkin Anda menduga-duga berbagai alasan, bahkan cemas akan mengalami gejala awal menopause. Tetapi, masalah vagina kering yang dialami oleh perempuan muda bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Menurut Journal of Women’s Health yang dipublikasikan pada Agustus 2015, vagina kering juga menjadi masalah untuk perempuan di bawah usia 60 tahun. Ini merupakan kasus yang sangat umum dialami oleh perempuan. Penting bagi Anda untuk membuat vagina tetap lembap, sebab kelembapan tersebut dapat menjaga jaringan tetap sehat dan membantu mencegah infeksi serta penyakit menular seksual.

Apa saja gejala vagina kering?

Anda akan merasa sakit ketika berhubungan seksual. Selain itu, rasa sakit juga dialami ketika Anda duduk, berdiri, olahraga, buang air kecil dan bahkan ketika bekerja. Masalah ini dapat mengganggu aktivitas perempuan, baik dia aktif secara seksual atau tidak.

Perubahan juga terjadi pada penampilan vagina dan vulva, bibir vagina akan terlihat lebih tipis. Anda mungkin juga akan mengalami iritasi dan rasa panas.

Jika Anda mengalami rasa panas, gatal dan tak nyaman pada daerah vagina, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter. Gejala tersebut akan diagnosis dengan pertanyaan seputar berapa lama Anda mengalami gejala tersebut, tentang pengobatan yang dijalani, atau cara Anda membersihkan vagina.

Biasanya dokter akan melakukan tes panggul, mengecek vagina untuk memastikan ada kemerahan atau tidak. Tes ini akan membantu Anda menemukan penyebabnya, atau kemungkinan infeksi seperti infeksi saluran kencing.

Apa penyebab vagina kering?

Dalam mengobati suatu penyakit, Anda harus mengetahui terlebih dahulu akar permasalahannya atau penyebabnya, begitu pun untuk mengobati vagina yang kering. Ada beberapa penyebab yang bisa Anda lihat:

1. Perubahan hormon

Berdasarkan American Congress of Obstetricians and Gynecologists, penyebab paling umum vagina kering adalah penurunan level estrogen selama menopause, pramenopause, setelah melahirkan, atau selama menyusui. Pengobatan kimia untuk kanker seperti kemoterapi dan radiasi pada panggul dapat menyebabkan penurunan estrogen dan lubrikasi vagina.

2. Obat tertentu

Obat alergi, asma, dan flu mengandung antihistamin yang memiliki efek di dalam tubuh, sehingga adanya penurunan lubrikasi vagina.

3. Kurangnya gairah

Salah satu penyebab keringnya vagina bisa jadi karena rendahnya libido atau permasalahan seksual dengan pasangan. Contohnya, masih berdasarkan Goldstein, pasangan mungkin memiliki performa seks yang kurang, melewatkan foreplay, atau mengalami ejakulasi dini.

4. Iritasi

Produk perawatan tubuh juga bisa memicu pada kering vagina, seperti sabun berbahan kimia, macam-macam produk kebersihan, dan parfum. Beberapa perempuan memiliki masalah alergi terhadap detergen dan sabun. Pun dengan pakaian, seperti celana dalam dan handuk, juga dapat membuat iritasi vagina Anda. Alergi yang timbul tersebut bisa berupa masalah pada lubrikasi atau objek; seperti bakteri yang berada di vagina Anda.

5. Kecemasan

Faktor psikologis dan emosional bisa mengganggu gairah seksual dan membuat vagina Anda menjadi kering. Menurut Goldstein, ketika perempuan cemas, akan terjadi kurangnya aliran darah, sehingga kekeringan di daerah vagina pun terjadi. Kecemasan juga akan memicu hormon kortisol, hormon ini dapat mengganggu cara kerja estrogen.

Bagaimana cara mengatasi vagina kering?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda harus menemukan akar penyebab untuk mengobati vagina kering. Misalnya, perempuan yang memiliki masalah dengan lubrikasi vagina karena perubahan hormon, mungkin dokter akan menyarankan terapi estrogen sebagai pengobatan.

Pengobatan vagina kering dengan hormon

Hormon estrogen yang dimasukkan ke dalam vagina untuk kasus hot flashes, vagina kering, dan perubahan warna kulit. Hormon tersebut dimasukkan dalam bentuk cincin, tablet, atau krim.

Berikut ini tiga tipe estrogen vaginal:

  1. Vaginal estrogen ring (Estring): dokter akan memasukkan cincin yang lembut dan fleksibel ke dalam vagina. Di sana, estrogen ini akan dilepas langsung ke jaringan vagina. Namun, jenis ini tidak permanen, Anda harus menggantinya setiap tiga bulan
  2. Vaginal estrogen tablet (Vagifem): Anda menggunakan aplikator sekali pakai untuk memasukan tablet ke dalam vagina Anda sehari sekali untuk dua minggu pertama pengobatan. Lalu, Anda akan memasukannya dua kali seminggu sampai Anda tidak lagi membutuhkannya
  3. Vaginal estrogen cream (Estrace, Premarin): Anda juga akan menggunakan aplikator untuk memasukan krim ke vagina. Krim diaplikasikan untuk satu sampai dua minggu, lalu frekuensinya dikurangi satu sampai tiga kali seminggu seperti yang diarahkan oleh dokter

Namun, terapi estrogen tidak direkomendasikan untuk:

  •      Penderita kanker payudara
  •      Perempuan yang memiliki riwayat kanker endometrium
  •      Ibu hamil dan menyusui

Pengobatan vagina kering dengan mengubah kebiasaan

Ada cara lain yang lebih nyaman, cara ini juga bisa dipakai untuk rasa kering yang sakit akibat seks, seperti:

  • Gunakan pelumas saat seks: ada sejumlah produk pelumas yang dapat membantu mengatasi kekeringan vagina. Pelumas ini berbahan dasar silikon, minyak, dan air. Biasanya pelumas lebih sering digunakan untuk membuat nyaman ketika berhubungan seks dibanding sebagai lubrikasi vagina jangka panjang.
  • Gunakan pelembap khusus vagina: Anda bisa mencari pelembab khusus vagina, sebab pelembap membantu memasukan air ke dalam jaringan vagina.
  • Hindari mencuci vagina dengan sabun. Anda harus menghindari membersihkan vagina dengan sabun banyak busa, sabun yang wangi, serta lotion. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan semakin parah. Jika ingin mencegah infeksi vagina yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri, Anda bisa menggunakan pembersih kewanitaan yang mengandung povidone-iodine. Jika digunakan di bagian luar vagina, cairan povidone-iodine terbukti ampuh mematikan parasit penyebab infeksi, namun sekaligus menjaga keseimbangan pH vagina dan tak membuat vagina kering.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca