Semua yang Perlu Wanita Ketahui Seputar Vaginal Douche

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pada dasarnya, vagina merupakan organ tubuh yang dapat membersihkan dirinya sendiri. Leher rahim dan dinding dalam vagina akan memproduksi lendir yang akan luruh membawa sisa darah menstruasi, jaringan tua, dan partikel asing lainnya keluar dari vagina. Tapi ini bukan berarti Anda boleh absen membersihkan vagina. Menjaga vagina agar senantiasa bersih penting untuk menghindari masalah vagina gatal dan bau. Salah satu cara merawat kebersihan miss V adalah dengan vaginal douche. Tapi, bagaimana cara pakainya? Simak ulasan berikut.

Apa itu vaginal douche?

Douche itu sendiri berasal dari bahasa Perancis yang artinya “membilas” atau “mencuci”. Vaginal douche merupakan cairan pembersih antiseptik khusus vagina yang biasanya dikemas dalam botol bertutup corong semprotan untuk memudahkan penggunanya menyemprotkan isi larutan ke dalam vagina. Beberapa produk douche lain juga menyertakan pompa berselang yang terpisah dari botol cairannya untuk menjaga isi larutan tetap steril.

Cairan douche biasanya berbahan dasar air dan juga bisa mengandung bahan aktif Povidone Iodine. Zat ini berfungsi membunuh bakteri sehingga membantu meredakan keputihan, gatal, atau bau tak sedap pada vagina. Vaginal douche juga mungkin mengandung campuran larutan air dan cuka maupun air dengan baking soda.

Bagaimana cara pakai vaginal douche?

Tergantung dari produk vaginal douche yang Anda gunakan, biasanya douching dilakukan dengan menyemprotkan larutan antiseptik ke dalam vagina lewat selang penyemprot khusus. Anda harus terlebih dulu menuangkan isi botol ke dalam kantung yang biasanya ikut disertakan dalam kemasan kardusnya. Metode ini diyakini dapat menjangkau seluruh bagian vagina hingga ke pelosok terdalam, hingga leher vagina. Larutan air ini kemudian kembali mengalir keluar melalui vagina Anda.

Beberapa produk vagina douche lainnya berfungsi layaknya sabun cair biasa. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menuangkan sedikit larutan antiseptik pada tangan dan membasuh vagina dengan tangan.

Setelahnya, barulah Anda keringkan daerah vagina dan sekitarnya yang masih lembap. Tapi hati-hati ketika Anda mengeringkan vagina usai douching. Jangan mengeringkan vagina dengan menggosok handuk atau tisu dari arah belakang (bokong) ke depan (vagina). Arah yang benar yaitu sebaliknya, dari depan ke bokong. Ini untuk menghindari sisa-sisa feses dan kuman yang menempel di dubur berpindah ke bukaan vagina. Bukannya merasa bersih kesat di bawah sana, Anda justru jadi rentan mengalami infeksi saluran kencing.

Harus seberapa sering pakai vaginal douche untuk membersihkan vagina?

Menurut banyak pakar kesehatan, termasuk pakar dari American College of Obstetricians and Gynecologysts (ACOG), Anda harus sebisa mungkin menghindari pakai vaginal douche terlalu sering. Kalau bisa malah sebaiknya usahakan jangan pakai sama sekali.

Tidak ada bukti ilmiah soal manfaat nyata douching bagi kesehatan reproduksi wanita. Douching justru bisa menimbulkan risiko dan bahaya yang tidak setimpal dengan efek rasa segarnya. Doching justru membuat Anda lebih rentan mengalami infeksi, seperti bacterial vaginosis. Sebab, larutan vaginal douche justru bekerja membilas koloni bakteri baik yang tinggal dalam vagina.

Dirangkum dari berbagai penelitian ilmiah, sering-sering douching vagina juga dapat meningkatkan risiko anda terhadap sejumlah penyakit kronis, seperti penyakit radang panggul, HPV, kanker serviks, penyakit menular seksual, hingga masalah kesuburan seperti sulit hamil dan kehamilan ektopik.

Lantas, bagaimana cara membersihkan vagina yang baik?

Vagina sudah punya cara sendiri untuk membersihkan diri dengan menjaga kadar pH serta koloni bakteri tetap seimbang. Karena itu, Anda cukup membasuh vagina dengan air hangat suam-suam kuku satu sampai dua kali sehari.

Untuk meringankan gejala bau tak sedap, gatal, keputihan, atau untuk mencegah infeksi pada area vagina, Anda bisa menggunakan produk antiseptik kewanitaan. Terutama waktu Anda menstruasi, yaitu saat di mana vagina sangat rentan terkena infeksi. Pembersih antiseptik kewanitaan yang baik biasanya mengandung bahan aktif Providone Iodine dan sama sekali tidak mengandung pewangi, parfum, atau zat sabun.

Tapi gunakan larutan antiseptik pembersih vagina hanya sebatas membasuh bagian luar vagina saja, jangan sampai ke bagian dalam, supaya tidak membunuh bakteri baik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca