Mengenali KDRT Dalam Rumah Tangga Anda

Oleh

Kekerasan dalam rumah tangga adalah jenis kekerasan yang terjadi di antara pasangan, anak, anggota yang lebih tua, atau anggota keluarga lainnya. Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada siapa saja dan dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis korban. Pelaku kekerasan akan menggunakan rasa takut, rasa bersalah, rasa malu untuk menekan atau menyakiti Anda dan bahkan mengancam Anda atau orang di sekitar Anda. Mengerti akar permasalahan dari kekerasan dalam rumah tangga dan tanda-tandanya dapat membantu Anda mengatasi dan mendukung Anda saat Anda mengalami kekerasan.

Apa itu kekerasan dalam rumah tangga?

Kekerasan fisik dan kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan fisik adalah menggunakan kekuatan fisik dengan tujuan melukai atau membahayakan korban. Hal ini menyebabkan luka atau cedera pada tubuh korban. Penting untuk diketahui bahwa kekerasan seksual adalah salah satu bentuk dari kekerasan fisik. Jika Anda terlibat pada kasus di mana Anda dipaksa untuk melakukan aktivitas seksual yang tidak diinginkan, hal ini termasuk kekerasan seksual. Bahkan dengan pasangan Anda, hubungan seksual yang dipaksakan adalah tindakan agresi dan kekerasan. Selain itu, korban dari kekerasan fisik atau seksual sering kali mengalami cedera serius, atau bahkan kehilangan nyawa.

Kekerasan emosional

Kekerasan dalam rumah tangga juga dapat menyebabkan kekerasan emosional. Walau tidak  menyebabkan cedera fisik, kekerasan emosional memiliki masalah yang lebih besar dari yang Anda dapat bayangkan. Pelaku kekerasan dapat menggunakan ancaman kekerasan fisik atau kekerasan verbal seperti berteriak, menyalahkan, atau mempermalukan. Kekerasan verbal dapat membuat Anda merasa tidak berharga dan bodoh. Anda perlu mengerti bahwa Anda tidak memiliki kualitas tersebut. Pelaku memerlukan perasaan berkuasa dengan membuat Anda rendah dan lemah. Selain itu, terdapat juga perilaku seperti isolasi, intimidasi atau mengendalikan korban.

Korban kekerasan emosional mungkin merasa tidak ada jalan keluar dari hubungan dan perasaan serta harga diri dan kebebasannya dirusak. Akibat terburuk dari kekerasan emosional adalah korban memikirkan dan mencoba untuk bunuh diri.

Mengenal tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga

Kadang saat Anda yang menjadi korban kekerasan, sulit untuk mengidenifikasi dan mengenali tanda-tanda dari kekerasan dalam rumah tangga. Bahkan setelah segala perlakuan buruk, Anda masih mencintai pasangan Anda. Hal ini membuat Anda terperangkap pada penyangkalan. Berikut adalah beberapa tanda-tanda peringatan kekerasan dalam rumah tangga yang mungkin Anda rasakan:

  • takut atau cemas terhadap pasangan Anda
  • selalu menuruti perkataan pasangan Anda
  • sering curhat tentang sifat pemarah atau posesif pasangan Anda
  • sering mengalami cedera dengan alasan-alasan kecelakaan
  • sering absen dari pekerjaan, sekolah, atau aktivitas sosial
  • terbatas dari bertemu keluarga dan teman-teman
  • memiliki akses yang terbatas terhadap uang atau properti lainnya
  • depresi, gelisah, atau berpikiran untuk bunuh diri
  • perubahan pada kepribadian atau kepercayaan diri.

Bagaimana cara mengatasi jika Anda menduga adanya kekerasan dalam rumah tangga

Jangan ragu untuk berbicara dengan terus terang. Tidak ada alasan untuk jenis kekerasan apapun, terutama kekerasan dalam rumah tangga. Jangan coba untuk melawan pasangan Anda sendirian. Hal ini hanya akan memperburuk kekerasan dalam rumah tangga. Anda dapat menceritakannya pada teman dekat Anda terlebih dahulu. Mereka dapat memberi Anda dukungan dan petunjuk akan apa yang Anda harus lakukan.

Pelaku kekerasan tahu bagaimana mengendalikan dan memanipulasi Anda. Apabila ada orang lain yang terlibat dan tidak dapat ia kendalikan, ia dapat mulai merasa tidak berkuasa. Mungkin Anda lebih baik menghubungi dokter, kadang dokter dapat memberi Anda referensi pada kelompok dukungan yang tepat dengan pengalaman terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Anda dapat bertemu dengan korban kekerasan dalam rumah tangga lainnya untuk bertukar cerita dan dukungan.

Ingatlah bahwa Anda tidak sendiri. Teman-teman dan keluarga akan membantu Anda untuk tetap aman. Jangan hindari mereka. Anda mungkin tidak merasa Anda berada di hubungan yang tidak sehat, namun jika beberapa teman atau keluarga Anda memberi tahu pada Anda, Anda mungkin dapat memikirkannya. Keamanan Anda adalah hal yang terutama.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca