Perasaan duka yang disebabkan oleh kematian orang terkasih Anda bisa membuat Anda merasa marah. Anda dapat merasa marah kepada mereka yang sudah meninggal karena telah meninggalkan Anda, atau kepada seseorang serta situasi yang menyebabkan rasa kehilangan pada diri Anda, atau dengan teman serta keluarga, atau bahkan seluruh dunia. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan antara rasa duka dan kemarahan, di mana rasa duka dapat menyebabkan Anda menjadi marah selama proses penyembuhan Anda.

Kemarahan adalah reaksi alami untuk rasa duka

Anda mungkin telah mendengar tentang 5 tahap kesedihan: penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Marah merupakan langkah penting dari proses penyembuhan, reaksi alami untuk kesedihan dan kehilangan, setelah Anda mengalami “penolakan” sebagai tahap pertama. Jika Anda terkadang merasa marah pada waktu ini, itu adalah normal. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi kepada Anda, mengapa orang yang Anda cintai meninggalkan Anda, mengapa Tuhan mengambil orang terkasih Anda dari sisi Anda, mengapa Anda tidak dapat melakukan apa-apa, dan sebagainya. Semakin Anda menerima kemarahan Anda, maka semakin cepat dia menghilang dan semakin cepat pula Anda akan sembuh.

Jika kemarahan bertahan terlalu lama, itu bisa menjadi emosi yang sangat kuat disebut amukan, dan dapat keluar dari kontrol jika Anda tidak belajar memaafkan.

Kemarahan terjadi setelah kesedihan Anda

Di balik rasa marah Anda tersimpan rasa sakit. Pada awalnya, kesedihan membuat Anda seolah-olah tenggelam dalam lautan, Anda tidak menemukan adanya hubungan terhadap sesuatu hal. Maka Anda marah dengan orang-orang, mungkin orang yang tidak menghadiri pemakaman atau kepada seseorang yang mengatasi rasa kehilangan berbeda dari Anda. Anda sering tidak sadar akan tindakan Anda sendiri dan bagaimana hal itu dapat mendorong orang lain lebih jauh. Kadang-kadang Anda mungkin menggunakan kemarahan ini sebagai jembatan untuk berhubungan dengan orang lain, yang membuat Anda merasa lebih baik daripada tidak sama sekali. Bahkan, kemarahan ini hanya indikasi lain dari intensitas cinta Anda.

Kemarahan membantu mengungkapkan keinginan Anda

Marah adalah bagian dari pengalaman manusia. Ketika Anda berduka, kemarahan Anda adalah ekspresi bahwa Anda menginginkan hal yang berbeda. Mungkin Anda menginginkan waktu kembali seperti dulu atau Anda menyesal tidak membuat banyak kenangan dengan orang terkasih Anda. Tetapi kenyataannya adalah Anda tidak dapat mengubahnya; satu-satunya cara adalah dengan Anda menerimanya. Anda mungkin merasa marah mengapa Anda tidak ada di sana dengan orang terkasih Anda di masa lalu. Tidak ada yang salah dengan menginginkan hal yang berbeda. Ini adalah cara untuk Anda mengatasi kenyataan.

Cara untuk melepaskan kemarahan Anda

Disarankan bahwa Anda sebaiknya membuat pilihan yang tepat untuk membiarkan semua kemarahan pergi dari hati Anda dan menggantinya dengan cinta. Menyalurkan kemarahan Anda menjadi sesuatu yang positif. Ketahuilah bahwa kemarahan Anda akan berlalu. Anda dapat mencari metode untuk melepaskan emosi ini secara konstruktif. Bila Anda merasa marah, cobalah menghitung dari 1 sampai 10 dan ambil nafas dalam-dalam. Anda dapat mencoba menggambar, melukis, atau menggunakan bentuk seni lain untuk mengekspresikan kemarahan Anda. Berbicara dengan seseorang yang selalu mendukung Anda atau tuliskan semua emosi Anda di jurnal adalah ide yang baik. Anda dapat menjelaskan apa yang membuat Anda marah; jujur dan terbuka dengan kata-kata Anda dan jangan khawatir tentang apa yang “benar” dan tidak.

Kemarahan bisa menjadi emosi yang merepotkan, terutama ketika terjadi selama proses berduka terhadap kehilangan orang yang dicintai. Namun dalam beberapa kasus, kemarahan bisa dibenarkan. Memahami hubungan antara kesedihan dan kehilangan, Anda mungkin dapat menerima perasaan Anda dan menemukan cara untuk mengontrol kemarahan Anda lebih baik.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca