Jika Anda memiliki penyakit hati dan pengobatan lain telah gagal, transplantasi hati mungkin menjadi pilihan terbaik berikutnya bagi Anda. Anda harus tahu bahwa transplantasi hati memiliki tingkat kelangsungan hidup tertinggi. Dengan perubahan perawatan medis dan gaya hidup yang tepat, tubuh Anda bisa mendapatkan manfaat dari hati yang baru dengan sedikit komplikasi. Kami dapat membantu Anda memahami lebih lanjut tentang transplantasi hati.

Apa itu transplantasi hati?

Transplantasi hati adalah prosedur medis yang digunakan untuk menggantikan hati Anda yang gagal dengan hati yang baru dan sehat dari orang lain yang disebut donor. Hati dapat ditransfer secara keseluruhan atau sebagian dari orang yang sudah meninggal atau hidup.

Ada tiga operasi yang terlibat dalam transplantasi hati: operasi donor, operasi back table, dan operasi penerima. Tim medis Anda akan mengkoordinasikan operasi ini.

Operasi donor

Operasi donor adalah operasi untuk mengangkat hati yang sehat dari pendonor. Operasi akan mendapatkan donor hati dari dua sumber yang memungkinkan.

  • Hati mungkin berasal dari donor yang baru saja meninggal. Keluarga dari donor yang telah meninggal membuat keputusan untuk menyumbangkan semua organ yang masih bekerja. Dalam hal ini, penting untuk menjaga fungsi organ sampai diangkat. Donor diletakkan pada mesin pernapasan untuk terus memasok oksigen ke organ-organ yang sehat. Operasi ini akan menjadi operasi multi-organ di mana ginjal, jantung dan paru-paru dan, pada kesempatan tertentu, pankreas, usus kecil, kornea mata, kulit dan tulang juga diangkat.
  • Hati juga bisa berasal dari donor hidup. Operasi ini melibatkan transplantasi organ yang melibatkan bagian dari hati yang diangkat dari donor hidup dan ditransplantasikan ke pasien. Karena hati memiliki kemampuan untuk regenerasi, bagian yang ditransplantasikan dan bagian yang tersisa dari hati donor dapat tumbuh kembali menjadi hati yang normal.

Operasi back table

Operasi back table dilakukan di rumah sakit penerima untuk membuat modifikasi yang diperlukan untuk hati donor seperti mengurangi ukuran hati. Hal ini biasanya dilakukan tepat sebelum operasi resipien.

Operasi resipien

Operasi resipien atau operasi pada pasien yang akan menerima hati adalah langkah terakhir untuk transplantasi hati. Ini adalah ketika hati gagal diganti dengan hati yang sehat dari donor. Anda akan berada di bawah bius untuk mengurangi rasa sakit dan diberi obat untuk mencegah kehilangan darah terlalu banyak. Dokter bedah akan membuat luka di perut Anda untuk menggantikan hati. Mereka juga akan menaruh beberapa tabung untuk membantu Anda melaksanakan fungsi tubuh tertentu setelah operasi.

Siapa yang perlu transplantasi hati?

Transplantasi hati diperlukan bila hati tidak mampu untuk melakukan fungsi penting. Fungsi ini meliputi penyaringan darah dari racun, memproduksi empedu untuk membantu pencernaan, dan menyimpan energi sebagai gula untuk digunakan nanti. Gagal hati dapat terjadi pada setiap orang pada usia berapa pun. Gagal hati memiliki banyak penyebab seperti penggunaan alkohol yang berlebih, hepatitis, sirosis, overdosis paracetamol, dan penyakit hati lainnya.

Selama dua dekade terakhir, jumlah orang yang membutuhkan transplantasi hati telah meningkat sebesar 90%, namun jumlah donasi yang tersedia tetap sama.

Apa saja syarat transplantasi hati?

Seperti pada banyak transplantasi, permintaan lebih besar dari pasokan. Anda perlu memenuhi banyak persyaratan untuk melakukan transplantasi hati. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda perkirakan:

  • Anda harus mengalami gejala yang sangat mempengaruhi kualitas hidup Anda.
  • Anda harus memiliki penilaian tingkat kelangsungan hidup yang tinggi setelah transplantasi.
  • Anda harus lulus semua tes fisik dan mental.
  • Anda perlu secara finansial siap transplantasi.
  • Ada donor tersedia.

Bagaimana persiapan untuk transplantasi hati?

Sebelum melakukan transplantasi, Anda perlu mempersiapkan pikiran dan tubuh Anda. Anda bisa berpikir apa yang mungkin terjadi setelah transplantasi. Pikirkan tentang hidup Anda sebelum transplantasi dan bagaimana hal itu akan berubah.

Sementara Anda berada di daftar tunggu, Anda perlu memilah dokumen dan masalah keuangan sebelum transplantasi. Mempertahankan gaya hidup sehat dengan makan sehat dan berolahraga secara teratur.

Merupakan ide yang baik untuk membiarkan keluarga Anda tahu kapan operasi terjadi sehingga mereka dapat meluangkan waktu untuk merawat Anda setelah transplantasi selesai.

Apa yang terjadi setelah transplantasi hati?

Diperkirakan bahwa setelah operasi, sekitar 85 dari 100 orang hidup setidaknya satu tahun dan 65 dari 100 hidup selama lima tahun atau lebih.

Setelah hati ditransplantasikan, tubuh sering memperlakukannya sebagai jaringan asing dan akan menyerang hati yang baru. Ini disebut penolakan graft dan dapat menyebabkan organ yang baru ditransplantasikan rusak. Untuk mencegah hal ini, ada beberapa obat yang disebut immunosuppressant. Seorang pasien transplantasi hati perlu mengonsumsi obat ini seumur hidup untuk mencegah penolakan dari hati baru mereka.

Selain penolakan, ada beberapa masalah lain yang harus Anda ketahui setelah transplantasi hati.

  • Infeksi. Seperti pada banyak operasi, ada risiko tinggi infeksi setelah operasi. Dokter Anda mungkin akan memberikan antibiotik dan/atau obat antijamur untuk mencegah infeksi.
  • Kondisi bilier. Hal ini mengacu pada kondisi yang berhubungan dengan saluran empedu, seperti obstruksi atau kebocoran cairan empedu.
  • Gagal ginjal. Ada kemungkinan bahwa imunosupresan yang Anda gunakan dapat menyebabkan gagal ginjal. Dokter akan memantau fungsi ginjal Anda dengan ketat setelah operasi.
  • Kegagalan graft. Hati baru mungkin tidak bekerja dengan benar setelah transplantasi. Jika hal ini terjadi, Anda mungkin perlu hati yang baru sesegera mungkin. Sementara itu, dokter akan memberikan obat untuk mengontrol masalah tersebut.
  • Kanker kulit. Kulit Anda akan lebih sensitif terhadap matahari. Penting untuk selalu menggunakan tabir surya dan pakaian pelindung sebelum pergi ke luar ruangan.

Selain itu, ada juga risiko tinggi penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner setelah transplantasi. Diet sehat dan olahraga teratur dapat membantu menormalkan kehidupan setelah transplantasi hati.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca