Seperti Apa Proses Transplantasi Ginjal?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/03/2020
Bagikan sekarang

Proses transplantasi dimulai ketika Anda mempelajari bahwa ginjal Anda mengalami kegagalan dan Anda harus mulai mempertimbangkan pilihan pengobatan Anda. Apakah transplantasi menjadi salah satu pilihan, ini akan tergantung pada situasi Anda. Transplantasi tidak untuk semua orang. Dokter mungkin memberi tahu Anda bahwa Anda memiliki kondisi yang akan membuat transplantasi berbahaya atau mungkin tidak berhasil.

Evaluasi medis di pusat transplantasi

Jika dokter Anda melihat transplantasi sebagai pilihan, langkah selanjutnya adalah evaluasi kesehatan menyeluruh di rumah sakit transplantasi. Evaluasi pra-transplantasi mungkin memerlukan beberapa kunjungan ke rumah sakit selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan. Anda perlu untuk diambil darah dan melakukan rontgen. Anda akan diuji jenis darahnya dan faktor pencocokan lain yang menentukan apakah tubuh Anda akan menerima ginjal yang tersedia.

Tim medis ingin memastikan apakah Anda cukup sehat untuk melakukan operasi.

Kanker, infeksi serius, atau penyakit kardiovaskular yang signifikan akan membuat transplantasi cenderung tidak berhasil. Selain itu, tim medis ingin memastikan bahwa Anda dapat memahami dan mengikuti jadwal untuk mengonsumsi obat-obatan.

Jika anggota keluarga atau teman ingin menyumbangkan ginjal, ia akan perlu dievaluasi untuk kesehatan umum dan untuk melihat apakah ginjalnya cocok atau tidak.

Penempatan pada daftar tunggu (waiting list)

Jika evaluasi medis menunjukkan bahwa Anda adalah calon yang baik untuk transplantasi tetapi Anda tidak memiliki anggota keluarga atau teman yang dapat menyumbangkan ginjal, Anda akan dimasukkan pada daftar tunggu program transplantasi untuk menerima ginjal dari pendonor yang sudah meninggal.

Setiap orang yang menunggu organ donor meninggal terdaftar dengan Pengadaan Organ dan Transplantasi Jaringan/ Organ Procurement and Transplantation Network (OPTN), yang mempertahankan jaringan komputer terpusat yang menghubungkan semua organisasi pengumpulan organ daerah (dikenal sebagai organisasi pengadaan organ, atau OPO) dan pusat transplantasi. Setiap pusat transplantasi mungkin akan memerlukan evaluasi medis yang terpisah, bahkan jika pasien sudah terdaftar di pusat lain.

Pengamat operasi OPTN mengkhawatirkan bahwa orang di daerah tertentu dari suatu negara harus menunggu lebih lama daripada yang lainnya karena kebijakan alokasi untuk beberapa organ memberikan preferensi kepada pasien di kawasan donor. Namun pemberian ginjal diberikan berdasarkan kecocokannya terlepas dari wilayah geografis. Kunci untuk membuat waktu tunggu lebih singkat adalah dengan meningkatkan jumlah organ yang disumbangkan.

Periode tunggu

Berapa lama Anda harus menunggu tergantung pada banyak hal, tetapi terutama ditentukan oleh tingkat kecocokan antara Anda dan donor. Beberapa orang menunggu beberapa tahun untuk menemukan donor yang cocok, sementara yang lain mendapatkan kecocokan dalam beberapa bulan. Saat Anda berada pada daftar tunggu, beri tahu pusat transplantasi perubahan dalam kesehatan Anda. Juga, biarkan pusat transplantasi tahu jika Anda pindah atau mengubah nomor telepon. Pusat perlu menghubungi Anda segera ketika ginjal tersedia.

OPO bertanggung jawab dalam mengidentifikasi organ potensial untuk transplantasi dan berkoordinasi dengan jaringan nasional. Kesesuaian awalnya didasarkan pada dua faktor:

  • Golongan darah. golongan darah Anda (A, B, AB, atau O) harus sesuai dengan golongan darah donor.
  • Faktor HLA. HLA singkatan dari  human leukocyte antigen, penanda genetik yang terletak pada permukaan sel-sel darah putih Anda. Anda mewarisi tiga set antigen dari ibu dan tiga dari ayah Anda. Jumlah antigen yang kecocokan lebih tinggi meningkatkan kemungkinan bahwa ginjal Anda akan bertahan untuk waktu yang lama. Jika Anda terpilih atas dasar dua faktor pertama, tahap ketiga adalah evaluasi:
  • Antibodi. Sistem kekebalan tubuh Anda dapat menghasilkan antibodi yang bertindak khususnya terhadap sesuatu dalam jaringan donor. Untuk melihat apakah hal ini terjadi, contoh kecil dari darah Anda akan dicampur dengan sampel kecil dari darah pendonor dalam sebuah tabung. Jika tidak ada reaksi terjadi, Anda dapat menerima transplantasi ginjal. Tim transplantasi Anda mungkin menggunakan istilah negatif cross-match untuk menggambarkan kurangnya reaksi.

Operasi transplantasi

Jika Anda memiliki pendonor hidup, Anda akan menjadwalkan operasi di awal. Anda dan pendonor Anda akan dioperasi pada saat yang sama, biasanya dalam ruangan bersisian. Satu tim ahli bedah akan melakukan nefrektomi – yaitu, pengangkatan ginjal dari pendonor – sementara yang lain mempersiapkan penerima untuk penempatan ginjal. Jika Anda berada pada daftar tunggu untuk ginjal donor meninggal, Anda harus siap untuk bergegas ke rumah sakit segera saat ginjal tersedia. Setelah itu, Anda akan memberikan sampel darah untuk uji cross-match antibodi. Jika Anda memiliki cross-match negatif, itu berarti bahwa antibodi Anda tidak bereaksi dan transplantasi dapat dilanjutkan.

Anda akan diberikan anestesi umum untuk membuat Anda tidak sadarkan diri selama operasi, yang biasanya memakan waktu 3 atau 4 jam. Dokter bedah akan membuat luka kecil di bagian bawah perut. Arteri dan vena dari ginjal baru akan melekat pada arteri dan vena Anda. Ureter dari ginjal baru akan terhubung ke kandung kemih Anda.

Sering kali, ginjal baru akan mulai membuat urin segera setelah darah mulai mengalir melalui ginjal, tapi kadang-kadang perlu beberapa minggu sebelum mulai bekerja.

Pemulihan dari bedah

Setelah operasi besar, Anda mungkin akan merasa sakit dan pusing ketika bangun. Namun, banyak penerima transplantasi melaporkan merasa jauh lebih baik segera setelah operasi. Bahkan jika ketika Anda bangun merasa sangat baik, Anda perlu untuk tinggal di rumah sakit selama sekitar satu minggu untuk proses pemulihan operasi, dan lebih lama jika Anda memiliki komplikasi.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    http://www.niddk.nih.gov/health-information/health-topics/kidney-disease/kidney-transplantation/Pages/facts.aspx

    Yang juga perlu Anda baca

    Kanker Ginjal Pada Anak dan Orang Dewasa Itu Tidak Sama, Ini 4 Perbedaannya

    Tahukah Anda jika kanker ginjal yang menyerang anak dan orang dewasa itu berbeda? Yuk, cari tahu perbedaannya berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Sering Dikira Penyakit Gula, Hati-hati Dengan Komplikasi Diabetes Insipidus

    Diabetes insipidus tidak ada hubungannya dengan diabetes melitus. Maka, risiko komplikasi dari diabetes insipidus juga berbeda dengan penyakit gula.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Sutopo Meninggal Akibat Kanker Paru, Ini Daftar Gejala Awal Sampai Menyebar

    Kepala Humas BNPB, Sutopo, meninggal dunia pada Minggu (7/7), di Guangzhou, China akibat kanker paru. Kenali gejala awal sampai penyebarannya berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi

    Pilihan Obat-obatan Medis untuk Mengatasi Ginjal Bengkak

    Pilihan obat untuk ginjal bengkak bervariasi sesuai dengan penyebab dan keparahannya. Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan Anda perlu operasi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

    Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
    Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

    Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020
    6 Pilihan Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Ginjal

    6 Pilihan Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Ginjal

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 14/02/2020
    3 Ide Camilan Sehat dan Praktis untuk Anak Pengidap Gangguan Ginjal

    3 Ide Camilan Sehat dan Praktis untuk Anak Pengidap Gangguan Ginjal

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nita Azka Nadhira, S.Gz
    Dipublikasikan tanggal: 31/08/2019