Mengenal Proteinuria, Protein di Dalam Urine Anda

Oleh

Apa itu proteinuria?

Proteinuria menandakan Anda memiliki protein dalam urin Anda. Proteinuria—juga disebut albuminuria atau urin albumin—adalah suatu kondisi di mana urin mengandung jumlah protein yang tidak normal. Albumin adalah protein utama dalam darah. Protein adalah blok pembangun pada semua bagian tubuh, termasuk otot, tulang, rambut, dan kuku. Protein dalam darah juga memiliki sejumlah fungsi penting. Mereka melindungi tubuh dari infeksi, membantu pembekuan darah, dan menjaga jumlah cairan yang tepat agar beredar di seluruh tubuh.

Saat darah melewati ginjal yang sehat, ginjal menyaring produk limbah dan meninggalkan hal-hal yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti albumin dan protein lain. Kebanyakan protein terlalu besar untuk melewati filter ginjal ke dalam urin. Namun, protein dari darah dapat bocor ke dalam urin ketika filter dari ginjal, yang disebut glomeruli, rusak.

Proteinuria merupakan tanda penyakit ginjal kronis, yang dapat mengakibatkan diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit yang menyebabkan peradangan pada ginjal. Untuk alasan ini, pengujian albumin dalam urin merupakan bagian dari penilaian medis rutin untuk semua orang. Jika CKD berlangsung, dapat menyebabkan penyakit ginjal stadium akhir (ESRD), ketika ginjal gagal sepenuhnya. Seseorang dengan ESRD harus menerima transplantasi ginjal atau perawatan pembersihan darah rutin yang disebut dialisis.

Bagaimana menguji proteinuria?

Sampai saat ini, pengukuran protein yang akurat memerlukan pengumpulan urin 24 jam. Dalam pengumpulan 24-jam, pasien akan buang air kecil ke dalam sebuah wadah, yang kemudian didinginkan. Pasien diinstruksikan untuk mulai mengumpulkan urin saat buang air kecil pertama di pagi hari. Setiap tetes air seni selama sisa hari itu harus dikumpulkan dalam wadah. Keesokan paginya, pasien menambahkan urin pertama setelah bangun dan proses pengumpulan urin pun lengkap.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menemukan bahwa sampel urin tunggal dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Dalam teknik terbaru, jumlah albumin dalam sampel urin dibandingkan dengan jumlah kreatinin, produk limbah dari kerusakan otot normal. Pengukuran ini disebut urin rasio albumin-kreatinin (UACR). Sampel urin yang mengandung lebih dari 30 miligram albumin untuk setiap gram kreatinin (30 mg/g) merupakan peringatan bahwa mungkin ada masalah. Jika tes laboratorium melebihi 30 mg/g, tes UACR lain harus dilakukan 1 sampai 2 minggu kemudian. Jika tes kedua juga menunjukkan tingkat tinggi protein, maka orang tersebut memiliki proteinuria persisten, tanda penurunan fungsi ginjal, dan harus memiliki tes tambahan untuk mengevaluasi fungsi ginjal.

Apa saja gejala penyakit ginjal?

Proteinuria tidak memiliki tanda-tanda atau gejala pada tahap awal. Sejumlah besar protein dalam urin dapat menyebabkan urin Anda terlihat seperti busa di toilet. Karena protein telah meninggalkan tubuh, darah tidak bisa lagi menyerap cukup cairan, maka pembengkakan di tangan, kaki, perut, atau wajah dapat terjadi. Pembengkakan ini disebut edema. Ini adalah tanda-tanda hilangnya protein dalam jumlah besar dan menunjukkan bahwa penyakit ginjal telah berkembang. Pengujian laboratorium adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah protein ditemukan dalam urin seseorang sebelum kerusakan ginjal yang luas terjadi.

Apakah proteinuria menandakan bahwa saya memiliki penyakit ginjal?

Ini mungkin merupakan tanda awal penyakit ginjal, tetapi dokter akan memeriksa Anda lebih lanjut untuk memastikan proteinuria tidak disebabkan oleh sesuatu yang lain seperti tidak minum cukup air.

Jika dokter Anda mencurigai bahwa Anda memiliki penyakit ginjal, tes lain akan dilakukan termasuk:

  • Memeriksa tekanan darah Anda.
  • Memeriksa fungsi ginjal dengan tes darah sederhana untuk memperkirakan laju filtrasi glomerulus Anda (GFR).
  • Pemeriksaan USG ginjal.

Seberapa sering saya harus melakukan tes untuk proteinuria?

Mereka yang berada pada risiko tinggi terkena penyakit ginjal harus memiliki tes ini sebagai bagian dari pemeriksaan rutin oleh dokter. Mereka yang berada pada risiko tinggi di antaranya:

  • penderita diabetes
  • penderita tekanan darah tinggi
  • mereka yang memiliki riwayat keluarga gagal ginjal
  • orang lanjut usia
  • kelompok etnis tertentu termasuk Afrika, Hispanik, Asia, dan penduduk asli Amerika

Jika saya memiliki proteinuria, akankah saya membutuhkan pengobatan?

Jika dikonfirmasi memiliki proteinuria, dokter akan melakukan tes dan pemeriksaan lain untuk menentukan penyebabnya. Dokter mungkin merujuk Anda ke dokter ginjal khusus yang akan membantu untuk mengembangkan rencana perawatan Anda.

Pengobatan Anda mungkin termasuk:

  • obat
  • perubahan dalam diet Anda
  • perubahan gaya hidup seperti kehilangan berat badan berlebih, berolahraga dan berhenti merokok.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca