Bisakah Tertular hepatitis C Lewat Dialisis?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah hepatitis C itu?

Hepatitis C adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan penyakit hati. Hepatitis C menyebar melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi.

Risiko Anda terkena hepatitis C akan meningkat jika:

  • Menyuntikkan obat-obatan terlarang
  • Menerima transfusi darah atau transplantasi organ padat sebelum tahun 1992 ketika pengujian yang lebih baik dari donor darah tersedia.

Jarang terjadi, hepatitis C dapat ditularkan melalui:

  • Ditularkan melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat melahirkan
  • Berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi
  • Tinggal bersama dengan orang yang terinfeksi dan menggunakan barang-barang yang sama seperti pisau cukur dan sikat gigi
  • Paparan terhadap alat tajam yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi, seperti jarum yang digunakan untuk tato, tindik dan akupuntur (jarum ini harus secara hati-hati dibersihkan dan didesinfeksi sebelum digunakan, atau jarum sekali pakai sebaiknya digunakan).

Bisakah saya terkena hepatitis C melalui pengobatan dialisis?

Risiko terkena hepatitis C melalui pengobatan Anda kemungkinannya kecil karena langkah-langkah kontrol infeksi yang ketat digunakan dalam unit dialisis saat ini. Namun, ada beberapa laporan bahwa hepatitis C telah menyebar antara pasien di unit hemodialisis di mana persediaan atau peralatan mungkin telah digunakan antara pasien. Jika Anda adalah pasien hemodialisis jangka panjang, Anda harus diuji untuk hepatitis C.

Bisakah saya terkena hepatitis C dari transfusi darah?

Kemungkinannya kecil karena pengujian donor darah yang lebih baik, telah tersedia sejak tahun 1992.

Bagaimana Anda tahu jika Anda memiliki hepatitis C?

Tes darah tersedia untuk memeriksa hepatitis C. Orang yang mengalami peningkatan risiko harus diuji (lihat pada daftar Apakah itu hepatitis C?). Dokter mungkin melakukan kombinasi tes untuk membuat diagnosa. Banyak orang yang memiliki hepatitis C tidak mengalami gejala dan merasa baik-baik saja. Untuk beberapa, gejala yang paling umum adalah kelelahan ekstrem.

Apakah hepatitis C adalah penyakit yang serius?

Hepatitis C serius untuk beberapa orang tetapi tidak untuk orang lain. Sebagian besar orang yang terkena hepatitis C membawa virus selama sisa hidup mereka. Sebagian besar orang-orang ini memiliki beberapa kerusakan hati, tetapi banyak yang tidak merasakan sakit dari penyakit ini. Beberapa dari mereka dengan kerusakan hati akibat hepatitis C dapat mengembangkan luka pada hati dan gagal hati, yang mungkin memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Lainnya tidak memiliki efek jangka panjang.

Adakah perawatan yang tersedia untuk hepatitis C?

Ya. Ada obat yang tersedia untuk mengobati hepatitis C. Kombinasi interferon alfa-2b dan obat lain yang disebut ribavirin telah menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada pengobatan dengan interferon alpha saja.

Bagaimana pencegahan dari hepatitis C?

Saat ini, tidak ada vaksin yang tersedia untuk hepatitis C. Namun, para peneliti sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin, dan mungkin tersedia di masa mendatang. Sementara itu, langkah-langkah berikut dapat membantu untuk mencegah hepatitis C:

  • Tidak menyuntikkan obat-obatan terlarang
  • Tidak berbagi sikat gigi, pisau cukur atau perawatan pribadi lainnya yang mungkin telah terinfeksi dengan darah mereka
  • Mengikuti panduan seks aman
  • Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan tato atau tindik, pastikan seniman tato atau penindik mengikuti praktik kesehatan yang baik seperti mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan sekali pakai
  • Melakukan vaksinasi terhadap hepatitis C.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Fungsi Penting Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    Air dibutuhkan oleh seluruh organ dalam tubuh, termasuk ginjal. Lantas, apa fungsi air untuk ginjal? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Tips Sehat 02/06/2020 . Waktu baca 3 menit

    Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

    Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

    Karena ketidakberfungsian ginjalnya, pasien cuci darah memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi daripada mereka tidak memiliki penyakit penyerta.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    mitos hepatitis C

    Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    perawatan setelah transplantasi ginjal

    Perawatan untuk Pasien Setelah Menjalani Transplantasi Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 6 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit