Bisakah Tertular Hepatitis B Melalui Dialisis?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagai pasien hemodialisis, Anda ingin mempelajari semua yang Anda bisa tentang perawatan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan Anda. Salah satu hal penting yang harus Anda ketahui tentang melibatkan penyakit menular. Ini adalah penyakit yang terjadi ketika kuman berbahaya masuk ke tubuh Anda dan membuat Anda jatuh sakit. Gagal ginjal mengganggu kekebalan alami tubuh Anda, sehingga lebih mudah bagi Anda untuk mendapatkan beberapa jenis penyakit seperti hepatitis atau AIDS melalui perawatan dialisis Anda. Panduan ini akan memberikan informasi umum tentang beberapa penyakit menular yang penting, termasuk hepatitis B dan C dan HIV/AIDS, dan beri tahu apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya.

Apa itu hepatitis B?

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyebabkan penyakit hati. Sebanyak 10 persen penyakit ini berkembang menjadi penyakit hati kronis dan mungkin kanker hati. Hepatitis B menyebar melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi.

Risiko Anda terkena hepatitis B mungkin akan meningkat jika:

  • Berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi
  • Menyuntikkan obat-obatan terlarang
  • Tinggal bersama dengan orang yang terinfeksi dan menggunakan barang bersama-sama seperti pisau cukur dan sikat gigi dengan penderita hepatitis B
  • Terkena benda tajam yang sudah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi, seperti jarum yang digunakan untuk tato, tindik dan akupuntur (jarum ini harus secara hati-hati dibersihkan dan didesinfeksi sebelum digunakan, atau jarum sekali pakai sebaiknya digunakan)
  • Menderita hemophilia
  • Orang ua Anda lahir di Asia Tenggara, Afrika, Basin Amazon di Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik atau Timur Tengah
  • Selain itu, bayi bisa mendapatkan hepatitis B dari ibu yang terinfeksi saat melahirkan.

Bisakah saya terkena hepatitis B melalui perawatan dialisis?

Pada tahun-tahun awal dialisis, ada bahaya terkena hepatitis B melalui paparan darah dari orang yang terinfeksi di unit dialisis. Namun, saat ini risiko terkena hepatitis B melalui pengobatan Anda sangat kecil karena adanya dua perkembangan penting. Salah satu kemajuan ini adalah penggunaan tindakan pengendalian infeksi yang ketat di unit dialisis. Peningkatan kedua adalah ketersediaan vaksinasi untuk hepatitis B.

Bisakah saya terkena hepatitis B dari transfusi darah?

Kemungkinannya sangat kecil. Semua darah yang disumbangkan disaring dengan hati-hati dari hepatitis B dan juga infeksi darah lainnya, seperti hepatitis C dan HIV.

Bagaimana Anda mengetahui jika Anda menderita hepatitis B?

Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti adalah melalui tes darah. Kebanyakan orang yang terkena hepatitis B tidak mengalami gejala sama sekali.

Namun, beberapa orang mungkin memiliki gejala seperti flu termasuk:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Kelelahan ekstrim
  • Nyeri perut atau sendi
  • Selain itu, kulit atau mata Anda akan menguning.

Beberapa orang mungkin menjadi pembawa hepatitis B, yang berarti mereka tidak memiliki gejala tetapi masih bisa menulari orang lain dengan penyakit ini. Kondisi pembawa ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Beberapa pembawa akhirnya dapat melukai hati, menderita gagal hati atau kanker hati.

Apakah ada pengobatan untuk hepatitis B?

Ya. Dua obat yang telah disetujui untuk pengobatan hepatitis B kronis adalah interferon alfa-2b dan lamivudine. Obat ini tidak boleh diberikan secara bersamaan. Keseluruhan, sekitar 35 persen pasien yang diobati dengan suntikan interferon selama empat sampai enam bulan akan memiliki respon jangka panjang. Respon terhadap lamivudine oral, diberikan setidaknya satu tahun, mungkin agak lebih rendah. Lamivudine dapat ditoleransi dengan sangat baik, tetapi resistensi virus terhadap pengobatan mungkin terjadi. Terapi interferon sering mengakibatkan hilangnya nafsu makan, depresi, dan penipisan  rambut.

Bagaimana pencegahan hepatitis B?

Salah satu cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah melalui vaksinasi. Vaksinasi hepatitis B dianjurkan untuk semua anak-anak (termasuk dewasa muda dan remaja) serta pasien hemodialisis dan staf. Vaksin ini bekerja dengan menyebabkan tubuh Anda untuk membuat protein khusus yang disebut antibodi yang melindungi Anda terhadap hepatitis B. Respon Anda terhadap vaksin tergantung pada usia, kondisi medis lain yang mungkin Anda miliki dan keadaan umum kesehatan Anda, tetapi kebanyakan orang akan membuat antibodi yang cukup untuk melindungi mereka terhadap penyakit ini. Jika Anda divaksinasi, tim perawatan dialisis Anda akan memeriksa darah secara berkala untuk memastikan adanya antibodi yang cukup. Jika Anda belum divaksinasi, tanyakanlah pada staf dialisis Anda terkait dengan vaksinasi.

Anda juga dapat membantu mencegah hepatitis B dengan mengikuti panduan seks yang aman dan dengan menghindari perilaku berisiko tinggi seperti obat suntik.

Beberapa pedoman seks aman adalah:

  • Gunakan kondom lateks untuk mencegah pertukaran cairan tubuh.
  • Memiliki hanya satu pasangan seksual.

Apakah vaksinasi aman?

Ya. Vaksin yang dibuat dari ragi roti dan mengandung partikel yang tidak menular disebut antigen. Anda tidak bisa mendapatkan hepatitis dari vaksinasi. Vaksin ini telah mengalami pengujian klinis yang luas dan telah digunakan pada jutaan orang di seluruh dunia dengan sedikit efek samping. Namun, orang-orang dengan penyakit akut atau alergi terhadap ragi tidak harus divaksinasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

    Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah

    Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

    Penyakit hepatitis membutuhkan pengobatan agar tidak semakin parah. Namun, tahukah Anda bila temulawak bisa jadi obat alami untuk hepatitis?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 15/04/2020 . 3 mins read

    Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

    Karena ketidakberfungsian ginjalnya, pasien cuci darah memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi daripada mereka tidak memiliki penyakit penyerta.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . 5 mins read

    7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

    Penderita hepatitis perlu mengindari beragam pantangan agar penyakit yang dideritanya tidak semakin parah. Berikut adalah pantangan bagi penderita hepatitis

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 03/04/2020 . 4 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 mins read
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read
    fungsi air untuk ginjal

    Fungsi Penting Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020 . 3 mins read