Kenapa 1 dari 4 Wanita Terkena Osteoporosis?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Osteoporosis lebih sering mengintai wanita dibandingkan pria, lalu apa penyebab kondisi ini? International Osteoporosis Federation mengatakan 1 dari 4 wanita Indonesia mengalami osteoporosis. Padahal masih ada banyak aktivitas yang dilakukan oleh kaum hawa hingga melampaui usia 50 tahun.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut apa penyebab osteoporosis pada wanita dan cara pencegahannya, simak ulasan di bawah ini.

Penyebab wanita Indonesia rentan terkena osteoporosis

Data yang dikeluarkan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menyebutkan, 28,8% pria dan 32,3% wanita Indonesia mengalami osteoporosis. Mereka juga memperkirakan 90% wanita Indonesia mengalami osteopenia. Osteopenia merupakan rendahnya kepadatan mineral tulang.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu faktor risiko penyebab osteoporosis pada wanita adalah penurunan hormon estrogen. Hal ini secara alami terjadi pada semua wanita yang menginjak masa menopause.

Pada wanita, hormon estrogen merupakan hormon yang mengatur siklus reproduksi. Pada saat yang bersamaan, hormon ini juga amat berperan dalam menjaga kekuatan dan kesehatan tulang pada wanita dan pria.

Bertambahnya usia, wanita akan memasuki masa menopause. Di mana kondisi ini menunjukkan penurunan produksi hormon estrogen yang secara drastis. Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko yang bisa menjadi penyebab wanita mengalami osteoporosis.

Dalam beberapa hal tertentu, wanita bisa mengalami risiko tinggi osteoporosis terkait dengan penurunan estrogen. Kondisi tersebut meliputi:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Menstruasi yang lebih lambat dibandingkan umur normalnya
  • Menopause lebih awal

Tiga hal di atas juga menjadi penyebab wanita mengalami osteopenia saat masa menopause, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis. 

Mengapa wanita lebih rentan osteoporosis daripada pria?

Intensitas vs. Durasi, Mana yang Lebih Penting saat Berolahraga?

Ada beberapa faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab osteoporosis tersebut sering ditemukan pada wanita dibandingkan laki-laki.

Menurut laman National Osteoporosis Foundation, wanita memiliki tulang yang lebih kecil dan tipis daripada pria. Selain itu, wanita lebih banyak memproduksi hormon estrogen. Pada waktunya ia mengalami siklus menopause, terjadilah penurunan hormon estrogen dan menyebabkan kepadatan tulang berkurang.

Kedua kondisi tersebut bisa memberi peningkatan risiko osteoporosis pada wanita, dibandingkan pria. Namun, bukan berarti pria tidak memiliki faktor risiko osteoporosis.

Ada beragam faktor risiko yang bisa menjadi penyebab osteoporosis pada wanita dan pria, misalnya merokok, konsumsi alkohol, atau konsumsi obat-obatan yang menyebabkan kepadatan tulang berkurang. Kekurangan kalsium juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya osteoporosis.

Sebuah penelitian mengungkapkan 95% wanita mengalami pertambahan massa tulang pada usia 20 tahun dan terus berlanjut hingga usia 30. Kepadatan tulang ini dipengaruhi oleh asupan kalsium dan vitamin D.

Namun, studi lain menunjukkan bahwa 40,6% wanita Indonesia di usia 20-29 tahun memiliki pertambahan massa tulang yang rendah. Sehingga pada 20 tahun setelahnya, mereka dihadapkan pada risiko osteoporosis yang berdampak fraktur tulang pada masa menopause.

Itulah beberapa faktor yang bisa jadi penyebab osteoporosis pada wanita. Tapi bagaimana cara mencegahnya?

Masih ada waktu untuk mencegah osteoporosis

suplemen vitamin D

Sebelumnya dikatakan, faktor risiko osteoporosis pada wanita adalah asupan kalsium yang rendah. Pada 2010, data menunjukkan konsumsi kalsium pada orang dewasa di Indonesia cenderung rendah, hanya 254 mg per hari dari kebutuhan 1000 mg per hari.

Masih belum terlambat. Meskipun faktor risiko penyebab osteoporosis pada wanita tak terhindarkan seiring usia bertambah, Anda masih bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Caranya adalah dengan mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D yang dapat bekerja sinergis menjaga tulang sehat. Konsumsi vitamin D juga membantu penyerapan kalsium pada usus halus. Sehingga keduanya dapat secara efektif mengurangi risiko fraktur dan mencegah penurunan kepadatan tulang. Maka dari itu, suplementasi dapat melengkapi kekurangan konsumsi kalsium dan vitamin D sehari-hari.

Faktor risiko penyebab osteoporosis pada wanita masih dapat dikelola. Selalu ada waktu untuk tetap aktif berkegiatan hingga mencapai usia emas. Oleh karenanya, konsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup harus dimulai dari sekarang.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca