Lari lebih dikenal sebagai latihan kardio untuk memelihara kesehatan jantung. Namun olahraga lari juga menyimpan manfaat untuk memangkas berat badan dan menjaga berat badan ideal lewat kalori yang dibakar selama Anda berlari. Memang, seberapa banyak kalori saat lari yang dibakar oleh tubuh? Berikut rinciannya.

Tubuh membakar kalori saat lari, tapi seberapa banyak yang dibakar?

Banyak pelatih kebugaran yang telah membuktikan bahwa lari adalah salah satu cara paling efisien untuk membakar lemak. Tapi ternyata, kalori yang terbakar tidak bergantung pada lama waktu Anda lari tapi justru pada berapa berat badan Anda.

Kalori saat lari yang dibakar jika berat badan Anda normal

Rumus umumnya adalah 60 kalori per 1 km untuk berat badan sedang, yang berarti tubuh Anda akan membakar sekitar 60 kalori untuk setiap km yang Anda tempuh dengan berlari. Contohnya, jika Anda menghabiskan 20 menit untuk lari sejauh 2,4 km, kalori saat lari yang Anda bakar adalah 144 kalori. Namun, jika Anda lari dengan kecepatan lebih tinggi dan bisa menempuh jarak dua kali lebih jauh dalam jangka waktu yang sama, maka kalori yang Anda bakar adalah 288 kalori.

Maka dari itu, jika Anda tidak memiliki banyak waktu, sebaiknya intensitas latihanlah yang lebih ditingkatkan agar mendapatkan efek yang sama. Namun pastikan bahwa Anda tidak memaksakan diri karena olahraga berlebihan justru berbalik merugikan kesehatan.

Kalori saat lari yang dibakar jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas

Dibanding dengan pelari yang memiliki erat badan normal, pelari yang kelebihan berat badan cenderung membakar lebih banyak kalori saat lari. Dengan kata lain, semakin besar tubuh Anda, semakin banyak kalori saat lari yang akan terbakar.

Menariknya manfaat ini juga dapat diraih jika Anda berlari membawa beban, baik untuk pelari yang memiliki berat badan normal maupun berlebih. Dengan tambahan beban yang direkatkan di lengan, pergelangan tangan, atau pergelangan kaki, total berat badan Anda menjadi meningkat. Pada akhirnya cara ini akan membuat Anda membakar lebih banyak kalori saat lari.

Namun demikian, perlu diingat juga bahwa berapa banyak kalori saat lari yang dibakar secara tepatnya akan bergantung pada tingkat kebugaran dan komposisi tubuh seseorang, yaitu perbandingan antara massa otot dan timbunan lemak.

Berapa banyak kalori yang terbakar setelah selesai berlari?

Jika Anda lari dengan cepat, denyut jantung Anda meningkat secara signifikan. Setelah sesi lari yang berat, tubuh Anda akan memerlukan waktu untuk pulih dan menenangkan diri untuk kembali ke kondisi awalnya. Selagi jantung Anda terus berdegup kencang, tubuh Anda akan terus membakar lebih banyak kalori bahkan saat Anda telah berhenti lari. Pada dasarnya, inilah cara kerja tubuh untuk membakar kalori dengan berlari. Berikut adalah satu contoh cara berlari yang baik untuk mendukung semakin banyaknya kalori yang dibakar selama dan setelah berlari:

  • 5 menit pemanasan
  • 1 menit lari cepat diikuti dengan 1 menit lari pelan. Ulangi sebanyak 5 kali.
  • 5 menit pendinginan

Pastikan bahwa Anda meluangkan waktu sekitar 30 menit sampai satu jam sebelum makan sesuatu setelah lari. Jeda menahan lapar ini memungkinkan tubuh berkesempatan untuk puasa dan membakar kelebihan lemak. Alhasil, berat badan Anda bisa turun dengan lebih cepat lagi. Klik tautan berikut untuk cari tahu tips menahan lapar setelah berolahraga.

Tips lari yang aman dan bebas cedera

Awali lari dengan jalan santai atau jalan cepat pada awalnya, terutama jika Anda tidak pernah terbiasa berolahraga sebelumnya atau sempat vakum berolahraga terlalu lama. Jangan memaksakan diri berlari jarak jauh untuk kali pertama Anda. Daripada membuat diri kelelahan, lebih baik temukan rutinitas lari milik Anda sendiri dengan membentuk program lari pribadi. Jika Anda memiliki riwayat cedera sendi atau kaki, minta saran dari dokter terlebih dulu sebelum mulai berlari untuk menghindari cedera lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca