Risiko Obesitas Jadi Lebih Besar Jika Wanita Pernah Mengalami Trauma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Wanita yang mengalami trauma, tekanan psikologis, atau pernah mengalami hal buruk dalam hidupnya menurut sebuah penelitian terbaru memiliki risiko obesitas lebih besar dibandingkan wanita yang tidak mengalami hal yang sama. Lantas, kenapa trauma dan risiko obesitas bisa saling berhubungan? Berikut ulasannya.

Tekanan psikologis membuat wanita rentan mengalami obesitas

Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh sehingga membuat berat badan berada di luar batas ideal. Sejumlah komplikasi dapat timbul akibat obesitas, bahkan beberapa di antaranya membahayakan nyawa. Beberapa contoh komplikasi yang cukup serius tersebut di antaranya stroke, penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker usus, dan kanker payudara.

Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh University of California, risiko obesitas meningkat sebesar 36 persen pada wanita yang pernah mengalami tekanan psikologis. Penelitian yang melibatkan 21.904 wanita yang berumur paruh baya atau lebih tua ini menemukan bahwa mereka yang mengalami peristiwa traumatis atau yang menyebabkan tekanan psikologis seperti kematian anak, kekerasan, penyakit yang mengancam nyawa mereka, setidaknya selama lima tahun terakhir cenderung lebih mudah mengalami obesitas.

Wanita yang setidaknya mengalami satu peristiwa yang menyebabkan psikologis mereka tertekan meningkatkan risiko obesitas sebesar 11 persen dibandingkan wanita yang tidak mengalami kejadian serupa.

Risiko obesitas semakin tinggi jika wanita banyak mengalami peristiwa traumatis

Seperti yang dilansir dari Medical News Today, risiko obesitas bahkan 36 persen lebih tinggi jika wanita mengalami setidaknya empat peristiwa traumatis dalam hidupnya selama lima tahun terakhir. Penelitian ini mengungkapkan bahwa semakin banyak peristiwa yang menyebabkan tekanan psikologis pada wanita, maka semakin tinggi tingkat risiko obesitas.

Penulis penelitian ini, Dr. Michelle A. Albert, mengatakan bahwa stres yang disebabkan oleh tekanan psikologis memengaruhi perilaku seseorang, termasuk kebiasaan makan. Mereka yang mengalami stres cenderung untuk makan secara berlebihan dan tidak memedulikan hal ini karena pikiran mereka terus berpusat pada trauma yang masih menghantui. Selain itu, aktivitas neurohormonal pada bagian produksi hormon kortisol meningkat. Hormon ini memiliki peran meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan penambahan berat badan.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa melihat masalah psikologis bisa mengatasi obesitas jika memang faktor tekanan psikologis atau stres yang menjadi penyebabnya.

gejala depresi postpartum pasca melahirkan

Lantas, apakah obesitas ada obatnya?

Obesitas sebenarnya dapat ditangani sendiri dengan disiplin menerapkan pola makan sehat, seperti mengonsumsi makanan rendah lemak dan gula, serta berolahraga secara teratur. Olahraga yang dimaksud tidak perlu berat karena aktivitas berjalan pagi, bersepeda, bermain bulu tangkis, atau berenang sudah cukup, asalkan dilakukan secara rutin. Dianjurkan untuk melakukan olahraga 2,5-5 jam tiap minggu.

Sedangkan bila Anda sendiri pernah mengalami kejadian traumatis yang membebani pikiran Anda, segera konsultasi ke psikolog atau dokter spesialis kesehatan jiwa (disebut juga dengan istilah psikiater). Dokter atau psikolog akan membantu Anda mengelola emosi serta perilaku terkait trauma yang dialami supaya tidak berkembang menjadi gangguan pola makan.

Penanganan dari dokter dapat diberikan jika obesitas tidak berhasil diatasi meskipun sudah disiplin berolahraga, menjaga kesehatan mental, dan menerapkan pola makan sehat. Contoh penanganan dari dokter adalah pemberian obat yang dapat menurunkan penyerapan lemak di dalam saluran pencernaan.

Pada beberapa kasus, obesitas akan ditangani dengan operasi. Operasi biasanya hanya dilakukan jika tingkatan obesitas dinilai sangat parah sehingga dikhawatirkan dapat mengancam nyawa penderita. Tindakan operasi juga dipertimbangkan jika usaha-usaha menurunkan berat badan yang sudah dilakukan selama beberapa waktu tetap tidak membuahkan hasil.

Perlu diingat bahwa penurunan berat badan yang dilakukan dengan usaha sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena itu dibutuhkan kesabaran demi mencapai hasil yang diinginkan dan komitmen untuk mempertahankannya dalam jangka panjang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

7 Bahan Dalam Krim Anti-Aging yang Perlu Anda Tahu

Produk krim wajah yang populer saat ini adalah jenis anti-aging. Tapi apa saja bahan krim anti-aging yang bisa mencegah penuaan pada kulit Anda?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit
tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit