6 Penyebab Sakit Kepala yang Terasa Sampai Ke Mata

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sakit kepala adalah keluhan kesehatan yang paling umum dan punya banyak wujudnya. Pada beberapa kasus, parahnya nyeri sakit kepala sampai terasa ke mata. Sehingga mata Anda jadi ikut terasa sakit hingga berdenyut. Lantas, apa saja kemungkinan penyebabnya? Kapan harus pergi ke dokter?

6 penyebab sakit kepala yang bisa terasa sampai ke mata

Ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat kepala sakit hingga terasa sampai ke mata. Misalnya, migrain, cluster headache, sinus, dan kondisi kesehatan lainnya. Simak penjelasan lengkapnya berikut.

1. Sakit kepala cluster

sakit kepala cluster adalah

Sakit kepala yang satu ini adalah rangkaian dari rasa sakit di kepala yang muncul sebentar namun terjadi berulang dan bertahap. Jenis sakit kepala yang satu ini bisa bertahan selama 15 menit hingga lebih dari satu jam dalam sekali kemunculannya.

Rasa yang ditimbulkan oleh sakit kepala cluster menimbulkan sensasi seperti ditusuk-tusuk di area belakang salah satu mata Anda. Maka dari itu, sakit kepala ini termasuk yang dapat menyebabkan rasa sakit terasa sampai ke mata.

Gejala yang mungkin terjadi saat Anda mengalaminya adalah mata merah, mata bengkak, atau mata yang terus-menerus mengeluarkan air. Saat sakit menyerang, rasa sakitnya bisa membuat Anda tidak bisa diam dan akan terus bergerak.

Rasa sakit yang ditimbulkannya bisa terjadi beberapa kali setiap hari selama berminggu-minggu. Namun, kondisi ini bisa saja menghilang selama berbulan-bulan sebelum kemudian muncul kembali.

Meski termasuk jarang dialami, bukan berarti kondisi ini tidak mungkin terjadi sama sekali. Para pria, khususnya yang sering mengonsumsi alkohol dan merokok memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk merasakan sakit kepala ini dibanding wanita.

2. Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang atau yang dikenal dengan tension headache adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling umum terjadi. Sakit kepala tegang disebabkan oleh kontraksi otot sekitar kepala dan leher yang berlebihan. Ketegangan otot ini bisa dipicu oleh beberapa kondisi seperti makanan, aktivitas fisik berat, dan stres.

Jenis sakit kepala yang satu ini ternyata juga bisa menjadi penyebab sakit kepala yang terasa sampai ke mata. Mengapa? Pasalnya sakit kepala tegang biasanya menimbulkan rasa sakit di kedua sisi kepala hingga ke belakang mata.

Rasa sakit yang muncul biasanya memberikan sensasi seperti kepala diikat dengan kencang atau terdapat tekanan di bagian dahi. Selain itu, rasa sakit ini juga bisa ditandai dengan kulit kepala yang terasa lunak dan rasa sakit di area leher dan dahi.

Sakit kepala tegang juga dapat menimbulkan rasa sakit tak berkesudahan yang mungkin bertahan mulai dari 20 menit hingga berjam-jam lamanya.  Rasa sakit ini juga bisa terjadi hingga berhari-hari.

Namun, sakit kepala tegang baru bisa dianggap kronis jika sudah berlangsung lebih dari 15 hari dalam kurun waktu tiga bulan berturut-turut.  Sebenarnya siapa saja bisa mengalami sakit kepala yang satu ini, namun perempuan lebih rentan mengalaminya.

3. Migrain

sering migrain

Sakit kepala sampai ke mata  juga bisa diakibatkan oleh migrain. Pasalnya, migrain yang juga dikenal sebagai sakit kepala sebelah ini bisa berawal dari rasa sakit di sekitar mata dan pelipis. Lalu, rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke belakang kepala Anda. Maka dari itu, rasa nyeri bisa terpusat di area mata.

Jika Anda mengalami sakit kepala yang hingga terasa sampai ke mata ini, Anda mungkin merasakan rasa sakit yang amat sangat. Bahkan, rasa sakitnya bisa membuat Anda tidak bisa fokus atau melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya.

Migrain juga bisa disertai dengan aura, yaitu adanya kilatan cahaya saat Anda menatap sebuah objek. Aura sering kali muncul tepat sebelum sakit kepala sebelah menyerang. Selain itu, saat migrain Anda juga mungkin merasakan gejala lain, seperti mual, hidung berair, atau tersumbat. Anda juga bisa saja menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara, atau bau.

Sakit kepala migrain biasanya terbentuk secara bertahap, namun akan terasa semakin parah setiap harinya. Rasa sakit ini bisa bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari. Tetapi, bukan berarti sakit ini tidak bisa dicegah. Anda bisa melakukannya dengan mengurangi kebiasaan yang mungkin memicu terjadinya migrain, seperti:

  • stres
  • paparan cahaya yang terlalu banyak dan terlalu sering
  • kurang tidur
  • paparan suara yang terlalu bising
  • makanan atau minuman tertentu, seperti alkohol, cokelat, atau MSG
  • melewatkan waktu makan

4. Sakit kepala sinus

obat sinusitis

Infeksi sinus ternyata juga bisa menyebabkan sakit kepala yang terasa sampai ke mata. Infeksi sinus atau sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan yang terdapat pada sinus. Peradangan yang terjadi dapat menyebabkan sakit kepala akibat terjadi penyumbatan pada saluran pernapasan. Rasa sakit yang muncul biasanya membuat kepala seperti berdenyut-denyut.

Tidak hanya itu, infeksi sinus juga bisa menyebabkan rasa sakit di area mata, hidung, dahi, pipi, hingga gigi bagian atas. Saat mengalaminya, Anda bisa saja terserang demam dan hidung Anda memproduksi lendir yang kental.

Sayangnya, karena memiliki gejala yang mirip, sinusitis sering kali dianggap sakit kepala migrain dan begitu pula sebaliknya. Padahal, sinusitis tidak menyebabkan rasa mual atau ingin muntah. Sinusitis juga tidak membuat Anda lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.

Sinusitis baru muncul jika terjadi infeksi pada saluran pernapasan atas atau flu. Gejala ini biasanya ditunjukkan dengan adanya lendir yang kental dan tidak berwarna, kemampuan indera penciuman berkurang, dan salah satu pipi Anda terasa sakit.

Kondisi ini bisa ditandai dengan rasa lelah berlebih dan rasa sakit yang terasa semakin parah saat Anda sedang berbaring. Sakit kepala yang terjadi karena penyakit sinus biasanya bertahan lebih lama dari sakit kepala migrain.

Jika Anda ingin terbebas dari rasa sakitnya, Anda bisa mengatasi infeksi sinus yang Anda alami. Dengan mengatasinya, gejala yang timbul akibat infeksi pun perlahan akan menghilang.

5. Penyakit mata lelah

jenis tipe stroke mata

Meski bukan salah satu jenis sakit kepala, penyakit mata lelah juga bisa menimbulkan rasa sakit di mata yanberujung pada sakit kepala. Pasalnya, kondisi ini dapat membuat otak dan mata bekerja sama menyebabkan gangguan penglihatan yang membuat kepala ikut terasa sakit.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat mata yang bekerja terlalu keras. Misalnya, menonton televisi terlalu lama, menatap layar komputer selama berjam-jam, atau harus fokus melihat jalanan dalam kurun waktu yang lama saat berkendara ke luar kota.

Penyakit mata lelah biasanya ditandai dengan mata yang terasa panas seperti terbakar, mata berair, pandangan mata buram, atau bahu dan punggung terasa nyeri. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena penyakit mata lelah tidak terlalu serius dan bisa hilang dengan sendirinya selama Anda membiarkan mata Anda beristirahat.

6. Glaukoma

glaukoma sudut tertutup akut

Glaukoma adalah salah satu penyakit mata di mana terjadi peningkatan tekanan pada bola mata akibat penumpukan cairan. Tekanan tersebut akan menjepit saraf optik yang ada di balik mata sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Tidak hanya itu, glaukoma juga bisa menyebabkan sakit kepala yang terasa sampai ke mata. Rasa sakit kepala yang terjadi akibat glaukoma biasanya terjadi di area mata dan dahi, dan tingkat keparahannya bisa bervariasi mulai dari ringan hingga parah.

Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala lain. Gejala lain yang mungkin menyertai sakit kepala yang terasa hingga ke mata akibat glaukoma adalah mual, muntah, hingga penurunan kemampuan untuk melihat.

Mungkin glaukoma pada awalnya tidak akan menunjukkan gejala sama sekali. Namun, bukan berarti Anda boleh menyepelekan kondisi ini. Jika tidak cepat tertangani, glaukoma bisa menyebabkan kebutaan.

Mengatasi sakit kepala yang terasa hingga ke mata

Sakit kepala bisa mencerminkan banyak masalah kesehatan, dari yang ringan sampai serius. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa Anda pilih. Misalnya penggunaan obat-obatan tertentu untuk meredakan sakit di kepala yang terasa hingga ke mata.

Obat-obatan yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi adalah pereda rasa sakit seperti ibuprofen dan aspirin. Namun, penggunaan obat-obatan juga harus dibatasi sebab jika dilakukan secara berlebihan, penggunaan ini dapat menimbulkan rasa sakit kepala lainnya. Rebound headache adalah jenis sakit kepala lain yang mungkin terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi obat pereda rasa sakit.

Untuk mengatasi sakit kepala yang sudah terasa cukup parah, akan lebih baik jika Anda pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu untuk membantu Anda mengatasi atau meredakan rasa sakit di kepala yang Anda rasakan.

Tetapi, selain menggunakan obat-obatan, Anda juga bisa melakukan pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya dengan rutin berolahraga setiap hari. Anda tidak perlu melakukan aktivitas olahraga yang terlalu berat. Lakukan jenis olahraga yang Anda sukai, misalnya berlari, berenang, atau bersepeda.

Selain itu, akan lebih baik jika Anda menjaga pola dan menu makan Anda. Cobalah untuk mengurangi penggunaan alkohol dan rokok karena keduanya bisa menjadi pemantik munculnya sakit kepala tertentu, seperti migrain misalnya. Kurangi pula kebiasaan mengonsumsi makanan olahan yang cenderung tidak sehat.

Mempraktikkan gaya hidup sehat tidak hanya baik untuk meredakan sakit kepala namun juga membantu Anda meningkatkan kualitas hidup agar tidak mudah terserang berbagai penyakit lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca