Daftar Obat Pereda Nyeri Kanker (Dengan dan Tanpa Resep Dokter)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Obat pereda nyeri kadang diresepkan selama pengobatan kanker untuk mengatasi rasa nyeri yang diakibatkan oleh sel kanker di dalam tubuh. Rasa nyeri kanker kanker bisa berlangsung dalam waktu singkat hingga berlangsung lama dan konstan. Rasa nyeri juga bisa meningkat secara tiba-tiba meski sedang dirawat.

Menggunakan obat penghilang rasa sakit selama pengobatan kanker juga sekaligus dapat mengurangi risiko efek samping kemoterapi, seperti kelelahan, hingga stres dan depresi yang dapat menghambat penyembuhan pengobatan. Lantas, apa saja pilihan obat pereda nyeri kanker?

Beragam pilihan obat pereda nyeri kanker

Obat pereda nyeri yang bisa dibeli tanpa resep

Ada beberapa obat pereda nyeri yang dapat Anda beli tanpa menebus resep. Namun, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum minum obat apapun selama sedang terapi kanker, terutama jika Anda mengalami demam, memiliki penyakit ginjal dan/atau hati, atau gangguan sistem pencernaan (terutama maag).
Obat-obatan yang bisa Anda beli bebas di warung atau toko obat terdekat, untuk mengatasi rasa sakit ringan hingga sedang, yaitu:

Obat pereda nyeri yang harus dibeli dengan resep

Terkadang, rasa sakit yang ditimbulkan akibat pengobatan kanker membutuhkan obat yang dosisnya lebih kuat, seperti obat pereda nyeri jenis opiat (fentanil, hidromorfon, metadon, morfin, oxycodone, dan tramadol). Obat-obatan keras ini harus ditebus dengan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti perintah dokter saat mengonsumsi obat-obatan ini, termasuk soal dosis dan aturan pakainya.

Obat pereda nyeri pada kanker ini diberikan dengan cara yang berbeda tergantung kondisi pasien. Umumnya obat langsung dikonsumsi seperti biasa melalui mulut, seperti pil, kapsul, tablet, dan obat yang berbentuk cair. Sementara itu, cara lainnya ialah disuntikkan di bawah kulit ke dalam jaringan antara kulit dan otot atau jika berbentuk krim maka dioleskan ke kulit.

Obat-obatan diatas bisa diresepkan terpisah atau dikombinasikan dengan obat lain seperti:

  • Antikolvulsan, membantu mengendalikan nyeri saraf seperti terbakar dan kesemutan.
  • Antidepresan, menghilangkan rasa sakit dan membantu Anda untuk tidur.
  • Obat anti peradangan dan kortikosteorid, misalnya prednison atau deksametason.
  • Bifosfonat, seperti pamidronat dan asam zoledronat, untuk mengobati nyeri tulang.
  • Bius lokal, seperti krim kulit dengan capsaicin atau lidocaine untuk membantu meringankan rasa sakit di kulit dan jaringan sekitarnya.

Kombinasi obat dan masing-masing dosisnya akan ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahan gejala. Aturan pakai akan direncanakan seketat mungkin untuk menghindari interaksi antar obat yang mungkin dapat berakibat fatal.

Jangan mengubah atau menghentikan dosis obat pereda nyeri kanker secara mendadak tanpa sepengetahuan dokter Anda. Jika setelahnya Anda masih merasakan sakit, hubungi dokter Anda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: