Berbagai Obat Nyeri Panggul yang Biasa Diresepkan Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Obat nyeri panggul yang diberikan oleh dokter berbeda-beda untuk setiap pasien. Ini tergantung pada penyebabnya, seberapa hebat rasa sakitnya, dan seberapa sering rasa sakit muncul. Umumnya, pengobatan tidak sepenuhnya menyembuhkan nyeri panggul, tetapi hal ini bisa membantu mengendalikan rasa sakit dan menjaganya agar tidak bertambah parah dan kronis.

Sekilas tentang nyeri panggul

Nyeri panggul adalah penyakit dalam pada bagian bawah perut, area di bawah pusar (umbilicus) dan pelvis. Nyeri panggul sering kali mengacu pada rasa sakit di wilayah organ reproduksi internal wanita, tetapi nyeri panggul juga dapat muncul pada pria.

Pada pria biasanya nyeri ini disebabkan oleh peradangan pada kandung kemih, masalah pada prostat, penyalahgunaan narkoba, hingga kerusakan pada saraf di daerah panggul.

Sedangkan pada wanita, nyeri panggul bisa menjadi pertanda bahwa seseorang mengalami masalah dengan salah satu organ reproduksi di daerah panggul (rahim, indung telur, tuba falopi, leher rahim, atau vagina).

Berbagai obat untuk mengobati nyeri panggul

Bergantung pada penyebabnya, dokter Anda mungkin menyarankan sejumlah obat nyeri panggul yang sesuai dengan kondisi Anda, seperti:

Obat untuk mengendalikan hormon

Beberapa wanita merasakan nyeri panggul saat tubuh sedang berada dalam fluktuasi hormon, yakni saat menstruasi atau ovulasi. Bila hal ini akar masalahnya, maka perawatan hormonal bisa dijadikan pilihan untuk mengendalikan rasa sakit.

  • Pil KB
  • Progestin dosis tinggi, kadang-kadang diresepkan untuk nyeri yang berhubungan dengan endometriosis.
  • Gonadotropin-releasing hormone agonist digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang diakibatkan oleh nyeri panggul akibat endometriosis. Cara kerjanya dengan menghentikan produksi hormon yang membuat endometriosis menjadi lebih buruk. Pengobatan ini juga dapat meringankan nyeri panggul yang datang dalam siklus haid tetapi tidak terkait dengan endometriosis dan nyeri panggul yang berhubungan dengan sindrom iritasi usus besar.

Obat untuk mengendalikan rasa sakit

  • Antidepresan. Beberapa jenis antidepresan dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit kronis di area tubuh lainnya. Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline (Elavil), nortriptyline (Pamelor) dan lainnya, memiliki efek menghilangkan rasa sakit serta bertindak sebagai obat depresi. Obat ini juga dapat membantu memperbaiki nyeri panggul kronis, bahkan pada wanita yang tidak mengalami depresi.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Golongan obat ini digunakan untuk membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh peradangan atau menstruasi. Obat penghilang rasa sakit ini seperti, seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau acetaminophen (Tylenol)
  • Obat antikonvulsan, seperti gabapentin atau pregabalin kadang digunakan untuk mengobati nyeri panggul kronis.
  • Obat-obatan pereda nyeri dari golongan opiat, seperti kodein, morfin, fentanil, dan oksikodon. Golongan obat ini biasanya direkomendasikan sebagai pengobatan pilihan terakhir untuk mengobati nyeri panggul parah.
  • Serotonin norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs) seperti duloxetine, venlafaxine dan desvenlafaxine
  • Antibiotik. Jika rasa sakit Anda diakibatkan oleh infeksi, maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk meredakannya.

Anda wajib mengonsultasikan ke dokter sebelum memutuskan pengobatan yang akan Anda ambil. Dokter akan merekomendasikan obat nyeri panggul terbaik yang sesuai dengan kondisi Anda. Hubungi dokter jika pengobatan terasa tidak membantu atau Anda mengalami reaksi alergi setelah pengonsumsian obat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca