6 Mitos Seputar Nyeri Punggung yang Perlu Diluruskan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak orang yang menganggap bahwa sakit di punggung hanya bisa dialami oleh orang-orang paruh baya dan lanjut usia. Itu sebabnya sakit punggung masih sering dipandang sebelah mata. Padahal jika tidak ditangani dengan tepat, masalah ini bisa berlangsung hingga tahunan, yang pada akhirnya jadi menyulitkan aktivitas Anda sehari-hari.

Banyak mitos-mitos seputar sakit punggung yang perlu diluruskan agar Anda dapat menghindarinya dan, apabila sudah terlanjur terjadi, mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sakit punggung adalah penyakit orang tua

Mitos. Semua orang dari segala kalangan, usia, dan jenis kelamin bisa mengalami sakit punggung tanpa pandang pulu, setidaknya sekali dalam seumur hidupnya. Ibu hamil pun bahkan bisa mengalami keluhan yang sama.

Nyeri punggung terjadi akibat adanya kerusakan jaringan di sepanjang tulang belakang, dari dasar leher hingga ke tulang ekor.

Sakit di punggung hanya disebabkan oleh cedera

Mitos. Selain cedera, sakit punggung umumnya dapat disebabkan oleh postur tubuh yang kurang ideal ketika duduk, berdiri, atau membungkuk. Stres berat, kebiasaan merokok, mengangkat barang berat, gaya hidup sedentari alias serba mager (malas gerak), hingga penyakit tertentu yang mendasarinya — seperti arthritis (nyeri sendi) dan kanker juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya nyeri punggung.

Duduk tegak jauhkan Anda dari risiko sakit punggung

Mitos. Postur duduk yang membungkuk meningkatkan risiko sakit punggung karena persendian dan tulang belakang mendapatkan tekanan besar untuk menyangga sebagian besar berat badan Anda. Posisi duduk yang ideal adalah duduk tegak, namun terlalu lama duduk tegak juga dapat membebani tulang punggung Anda.

Karena itu, Anda perlu mengistirahatkan badan Anda (setelah duduk tegak dalam waktu lama) dengan bersandar di kursi dan biarkan punggung sedikit melengkung sebelum Anda kembali beraktivitas dengan posisi duduk tegak. Ada baiknya juga melakukan peregangan sederhana setelah duduk terlalu lama.

Jangan angkat beban yang berat kalau tidak mau sakit punggung

Mitos. Barang berat tidak berkaitan langsung dengan terjadinya sakit punggung. Cara yang salah saat mengangkat dan membawanyalah yang dapat membuat Anda mengalami sakit punggung.

Untuk menghindari nyeri punggung setelah mengangkat barang berat, pastikan dulu posisi tubuh Anda sudah benar dengan mengikuti panduan ini:

  • Buat posisi tubuh berhadapan langsung dengan barang yang ingin Anda angkat, buka kaki selebar pinggang.
  • Majukan satu kaki sedikit ke depan dari kaki yang lain, kemudian tekuk lutut Anda dan mulailah turunkan badan untuk berjongkok. Jangan langsung menundukkan badan untuk angkat barang.
  • Setelah tangan mantap memegang barang tersebut, perlahan mulai dorong tubuh atas Anda ke atas sambil  menjaga punggung dan kepala tetap lurus selama mengangkat.

Rebahan di tempat tidur cepat menyembuhkan sakit punggung

Mitos. Segera setelah pertama kali gejala nyeri punggung menghampiri sampai beberapa hari sesudahnya, Anda memang disarankan untuk menghindari aktivitas fisik yang memberatkan. Namun jangan kelamaan. Terlalu lama rebahan di tempat tidur ketika Anda punya sakit punggung justru dapat memperburuk rasa nyeri yang Anda alami.

Sebisa mungkin tetap aktif dan mengerjakan aktivitas Anda seperti biasanya untuk membantu mempercepat proses pemulihan nyeri.

Jangan olahraga dulu saat sedang nyeri punggung

Mitos. Seperti yang telah dijelaskan di atas, kecenderungan hidup serba mager justru dapat memperparah rasa sakit di punggung Anda. Olahraga rutin dapat mengatasi gejalanya. Tentu jangan berolahraga terlalu berat ketika Anda masih sakit punggung.

Olahraga pun dapat membantu Anda terhindari dari risiko nyeri punggung di kemudian hari. Dengan berolahraga, otot-otot tubuh Anda akan terus dilatih dan diperkuat, sehingga mencegah jaringan lunak (misalnya otot, ligamen, dan tendon) menengang yang bisa menyebabkan sakit. Olahraga juga menguatkan struktur tulang belakang Anda agar bisa lebih baik dan efektif untuk menopang tubuh Anda selama beraktivitas. Beberapa olahraga untuk mencegah atau mengatasi nyeri punggung adalah renang, bersepeda, jalan kaki, yoga, dan pilates.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca