Pria dan Wanita Butuh Dosis Obat yang Berbeda untuk Mengatasi Nyeri

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ketika Anda merasa nyeri atau sakit di salah satu bagian tubuh Anda, mungkin Anda akan segera minum obat untuk mengatasi rasa sakit yang Anda rasakan. Entah itu sakit gigi, sakit perut, atau sakit di bagian tubuh lainnya, obat penghilang rasa sakit memang bisa diandalkan untuk membuat Anda lebih nyaman.

Tapi tahukah Anda bahwa ternyata wanita dan laki-laki memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi rasa sakitnya, sehingga masing-masing memerlukan dosis obat yang berbeda? Bagaimana hal tersebut terjadi? Berikut adalah penjelasannya.

Wanita lebih sering mengalami rasa sakit yang kronis

Faktanya, tidak sedikit orang yang sering mengalami rasa sakit kronis. Setidaknya 1 dari 4 orang di dunia mengalami rasa sakit kronis. Selain itu, diketahui juga bahwa rasa sakit kronis lebih banyak dialami wanita ketimbang laki-laki. Salah satu alasannya karena beberapa kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit yang kronis, hanya terjadi pada wanita, seperti endometriosis dan rasa sakit ketika menstruasi atau haid.

Sebagian besar dari mereka yang merasakan sakit kronis akan menggunakan obat untuk mengatasi rasa sakit yang dialami. Namun, sebuah penelitian baru menyatakan bahwa wanita lebih banyak membutuhkan obat dibandingkan laki-laki. Penelitian tersebut dimuat dalan Journal of Neuroscience menyatakan jika wanita dan laki-laki mempunyai respon yang berbeda dalam mengatasi rasa sakit.

Wanita memerlukan dosis obat nyeri yang lebih besar dari laki-laki

Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa wanita ternyata membutuhkan dosis morfin 2-3 kali lebih tinggi ketimbang laki-laki, bahkan jika jenis nyeri dan rasa sakit yang dirasakan dari kedua kelompok tersebut sama. Walaupun belum diketahui dengan pasti, para peneliti menyimpulkan bahwa hal ini berkaitan dengan struktur serta fungsi otak yang berbeda antara wanita dan laki-laki.

Jadi begini, di dalam otak dan sumsum tulang belakang Anda terdapat sel yang disebut dengan mikroglia. Sebanyak 10-15% sel mikroglia terdapat di otak. Sel ini berfungsi untuk melindungi semua sistem saraf, entah itu otak maupun sumsum tulang belakang, dari serangan zat asing, virus, atau bakteri. Ya, memang sel mikroglia bisa dibilang termasuk bentuk dari pertahanan tubuh Anda.

Sel mikroglia ini dimiliki oleh setiap orang, namun yang membuatnya berbeda adalah cara sel menghadapi sinyal rasa sakit yang diterima. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa sel mikroglia yang dimiliki wanita lebih aktif dalam merespon rasa sakit ketimbang laki-laki. Hal ini membuat wanita membutuhkan obat penghilang rasa sakit sedikit lebih banyak dari pada laki-laki.

Selain itu, dalam penelitian lain disebutkan bahwa laki-laki lebih cepat menghasilkan respon fight-or-flight ketimbang wanita. Respon ini membuat tubuh menjadi lebih siaga, sigap, dan kuat dalam menghadapai rasa sakit yang muncul.

Jangan sembarangan menambah dosis obat tanpa persetujuan dokter

Meskipun hasil penelitian mengatakan bahwa wanita butuh obat nyeri lebih banyak, bukan berarti Anda boleh minum obat penghilang rasa sakit berdasarkan perhitungan Anda sendiri dan tidak sesuai dengan aturan pakai. Sampai saat ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah ada perbedaan dosis obat penghilang nyeri antara wanita dan laki-laki.

Lalu, jika Anda mengalami sakit, Anda boleh minum obat tapi harus sesuai dengan aturan pakai yang ada di kemasan atau anjuran dari dokter. Apabila memang sakit yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda secara pasti.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca