Kenali Gejala Migrain yang Harus Diketahui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anda mungkin berpikir ketika sakit kepala hanya sakit kepala biasa yang kebetulan lebih parah dari biasanya. Tapi apakah Anda merasa sakit seperti ingin muntah? Apakah cahaya membuat sakit kepala Anda lebih buruk? Jika ya, maka sakit kepala Anda mungkin adalah migrain. Ketahui gejala atau tanda-tanda migrain agar sakit tidak semakin memburuk.

Apa itu migrain?

Migrain adalah jenis sakit kepala yang biasanya dimulai pada satu sisi kepala, tetapi dapat mempengaruhi kedua belah sisi. Dikutip dari Mayo Clinic, rasa sakit yang terkait dengan migrain sering digambarkan sebagai nyeri berdenyut parah yang akan mengganggu Anda saat melakukan kegiatan sehari-hari. Sakit yang terasa pun bisa berlangsung dalam hitungan jam sampai berhari-hari.

Penyebab migrain masih belum jelas tetapi ada faktor-faktor yang dapat memicu migrain Anda. Namun, para ilmuwan menyarankan penyebabnya adalah dari fungsi otak yang abnormal yang mempengaruhi sinyal saraf, bahan kimia dan pembuluh darah di otak.

Untungnya, ada banyak tanda-tanda peringatan yang dapat membantu Anda mengetahui jika migrain akan muncul. Berikut adalah cara untuk mengetahui tanda-tanda migrain seperti di bawah ini.

Gejala migrain secara umum

Gejala utama dari migrain biasanya sakit kepala yang terasa hebat pada satu sisi bagian kepala. Lalu, ditambah dengan adanya sensasi berdenyut dan bertambah parah ketika Anda bergerak. Rasa sakit bisa terjadi di kedua sisi kepala dan dapat mempengaruhi bagian wajah atau leher Anda.

Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa mengalami gejala lainnya, seperti:

  • Menjadi lebih berkeringat.
  • Daya konsentrasi yang menurun dan memburuk.
  • Merasa panas atau kedinginan.
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara meningkat sehingga Anda ingin berada di tempat yang gelap atau lebih redup.

Perlu diperhatikan mengenai gejala migrain karena biasanya bertahan dengan rentang waktu 4 jam atau paling lama 3 hari. Maka dari itu, Anda akan merasa kelelahan yang amat sangat.

Gejala migrain berdasarkan tahapan

Migrain bisa dimulai sejak masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa awal. Gejala migrain pun bisa berkembang sesuai dengan tahapannya masing-masing. Namun, ada kemungkinan pula Anda tidak mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini: .

1.Prodrome

Tahap ini juga dikenal sebagai “pra-sakit kepala.” Tanda dan gejala dapat muncul satu atau dua hari sebelum migrain. Anda mungkin mengalami perubahan kecil yang menandakan migrain telah berkembang, termasuk:

  • Sembelit
  • Depresi
  • Mengidam makanan
  • Hiperaktif
  • Iritabilitas
  • Kaku pada leher
  • Menguap tak terkendali.

2.Aura

Aura dapat terjadi sebelum atau selama sakit kepala migrain. Orang yang mengalami aura mengatakan mereka melihat kilatan cahaya, memiliki indera penciuman, perasa atau pendengaran yang aneh, perubahan dalam keterampilan motorik, atau gangguan bicara. Kebanyakan orang mengalami sakit kepala migrain tanpa aura.

Setiap gejala biasnaya dimulai secara bertahap, terasa menumpuk di area kepala, dan berlangsung selama 20 sampai 60 menit lamanya. Gejala migrain dari tahapan aura biasanya:

  • Adanya fenomena visual seperti melihat kilatan cahaya atau bintik-bintik terang.
  • Hilangnya penglihatan.
  • Ada sensasi tertusuk jarum di bagian lengan atau kaki.
  • Mati rasa di bagian wajah atau satu sisi tubuh.
  • Kesulitan untuk berbicara.
  • Gerakan yang tersentak dan kurang terkendali.

3.Serangan

Tanpa pengobatan, migrain bisa bertahan hingga 72 jam, tapi frekuensi yang terjadi bervariasi dari orang ke orang. Gejala yang berhubungan dengan sakit kepala migrain antara lain:

  • Mual
  • Nyeri di salah satu bagian belakang mata atau telinga
  • Nyeri pada kepala
  • Melihat adanya titik atau kilatan cahaya
  • Sensitif terhadap cahaya dan/atau suara
  • Kehilangan penglihatan sementara
  • Muntah

4.Postdrome

Tahap akhir, juga dikenal sebagai “post-headache” atau pasca-sakit kepala, terjadi setelah serangan migrain. Selama tahap ini Anda mungkin merasa letih, meskipun beberapa orang melaporkan merasa sedikit sensasi gembira. Gejala prodromal dapat mencakup:

  • Penurunan tingkat suasana hati, terutama depresi
  • Merasa bahagia
  • Kelelahan
  • Konsentrasi dan pemahaman yang buruk
  • Penurunan tingkat kecerdasan.

Gejala migrain berdasarkan jenisnya

1. Migrain tanpa aura

Merupakan jenis sakit kepala migrain yang umum terjadi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan International Headache Society, orang-orang yang mengalami migrain tanpa aura setidaknya merasakan lima serangan dengan gejala tertentu seperti:

  • Nyeri atau sakit yang berdenyut, dari sedang sampai terasa berat.
  • Rasa sakit yang bertahan dari 4 sampai 72 jam walaupun sudah diobati atau sudah diobati namun tidak obat tidak bekerja.
  • Sakit yang terasa menjadi semakin memburuk ketika bergerak seperti berjalan atau menaiki tangga.

2. Migrain kronis

Jenis migrain yang satu ini biasa juga disebut sebagai sakit kepala kombinasi. Hal ini dikarenakan adanya gabungan dari migrain serta sakit kepala tipe ketegangan. Tergolong sebagai migrain yang parah karena disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi obat.

Apabila Anda mengalami migrain kronis, rasa sakit akan terasa lebih dari 15 hari, satu bulan, atau bahkan lebih dari 3 bulan. Beberapa gejala migrain kronis, di antaranya adalah:

  • Sakit kepala yang tergolong parah.
  • Mengalami kondisi masalah kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi.

3. Migrain akut

Walaupun dinamakan sebagai migrain akut, jenis migrain yang satu ini tidak termasuk ke dalam golongan sakit kepala kronis. Kondisi migrain akut termasuk ke dalam golongan sakit kepala migrain episodik. Apabila Anda mengalami migrain kronis, sakit kepala bisa berlangsung selama 14 hari atau sampai sebulan lamanya. Gejala migrain akut yang bisa terjadi, adalah:

  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Lebih sensitif apabila terkena cahaya dan juga suara.
  • Merasa cemas dan lelah.
  • Sakit kepala yang terasa intens.

4. Migrain Vestibular

Sakit kepala migrain yang satu ini biasa dikaitkan atau disebabkan oleh kondisi lain seperti vertigo. Sekitar 40% orang yang mengalami migrain mempunyai gejala vestibular. Gejala migrain vestibular meliputi sulitnya keseimbangan, terasa pusing, atau bahkan keduanya.

Ada baiknya untuk melakukan tindakan pencegahan karena siapapun bisa mengalami hal ini termasuk anak-anak.

5. Migrain Optik

Migrain optik juga dikenal sebagai migrain mata, migrain ocular, migrain retina, atau migrain monocular. Merupakan kondisi yang jarang terjadi dari migrain dengan aura namun hanya mempengaruhi salah satu mata saja.

The International Headache Society mendefinisikan jenis migrain yang satu ini sebagai serangan masalah penglihatan yang sifatnya sementara. Masalah penglihatan ini berlangsung selama satu jam lamanya dibarengi dengan sakit kepala. Gejala dari migrain optik ini adalah:

  • Adanya kilatan cahaya yang berkilau.
  • Terdapat blind spot atau titik buta yang mengakibatkan hilangnya sebagian penglihatan. Biasa juga disebut sebagai skotomata.
  • Kehilangan penglihatan namun hanya di satu mata.

6. Migrain kompleks

Migrain kompleks dijadikan sebagai cara umum untuk menggambarkan migrain namun terkadang pun belum tentu akurat secara klinis. Beberapa orang menggunakan kondisi ini sebagai migrain dengan aura yang juga gejalanya mirip dengan stroke. Beberapa gejalanya, yaitu:

  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Tubuh yang jadi melemah.
  • Kehilangan penglihatan.

7. Migrain karena menstruasi

Migrain yang disebabkan oleh menstruasi atau haid dapat mempengaruhi sampai 60 persen wanita yang pernah mengalami migrain jenis apapun. Dapat terjadi dengan atau tanpa aura, kondisi ini pun juga dapat terjadi sebelum, selama, atau sesudah menstruasi.

Beberapa gejala yang dirasakan dari migrain karena menstruasi ini adalah sakit kepala yang lebih intens, bertahan lebih lama, terasa mual yang lebih signifikan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 26, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 15, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca