Orang yang punya masalah asam lambung seperti maag katanya tidak boleh makan dan minum yang asam. Lantas, bagaimana dengan buah nanas?

Cek kandungan nutrisi dalam buah nanas

manfaat jus nanas

Punya rasa manis asam yang segar, tak heran jika nanas difavoritkan sebagai buah pencuci mulut nan menggoda selera. Namun, jangan salah. Di balik kelezatannya, nanas juga diperkaya oleh sejumlah nutrisi penting yang bermanfaat untuk tubuh.

Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia dari Kementerian Kesehatan RI, setiap 100 gram (gr) buah nanas mengandung 40 kalori, 0,6 gr protein, 0,3 gr protein, 9,9 gr karbohidrat, dan 0,6 gr serat. Belum lagi berbagai kandungan vitamin dan mineral pentingnya, seperti vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh.

Lantas kalau nanas bermanfaat, kenapa buah ini disegani oleh orang-orang yang punya maag?

Apa itu penyakit maag?

cara mengatasi kram perut

Maag sebetulnya bukan satu jenis penyakit. Tidak ada istilah “penyakit maag” dalam kamus kedokteran resmi. Maag adalah sebutan yang digunakan masyarakat awam untuk menggambarkan berbagai keluhan terkait masalah asam lambung. Dengan kata lain, maag merupakan sekelompok gejala yang menandakan adanya gangguan pencernaan tertentu.

Begini, lambung manusia memang secara alami memproduksi cairan asam yang berfungsi membantu proses pencernaan. Namun, lambung bisa saja memproduksi asamnya sangat berlebihan apabila mengalami masalah atau gangguan tertentu. Ketika jumlahnya sudah kelewat batas, kemudian muncullah berbagai gejala maag yang umum. Mulai sakit perut, kembung, mual begah, dan rasa ingin muntah

Khususnya akibat GERD, otot cincin lambung jadi melemah sehingga menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini juga kerap dikenal sebagai heartburn atau refluks asam lambung. Refluks dapat menyebabkan dada sampai tenggorokan terasa panas seperti terbakar, juga mulut terasa asam.

Makan nanas bisa bikin asam lambung naik?

lidah gatal setelah makan nanas

Jika Anda punya maag, Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan dan minuman. Pantangan ini bukan tanpa alasan. Beberapa makanan dan minuman memang dapat memicu asam lambung naik sehingga membuat gejalanya mudah kambuh atau terasa memburuk.

Satu jenis makanan yang paling sering jadi pemicu maag adalah makanan bersifat asam. Buah-buahan yang bersifat asam sebaiknya dihindari karena bisa memicu naiknya asam lambung. Ya! Itu artinya termasuk buah nanas. Apalagi jika dimakan saat perut masih dalam keadaan kosong. Dengan kadar pH 3-4, nanas bahkan menjadi salah satu buah yang bersifat paling asam di antara buah asam lainnya.

Sifat pemicu maagnya juga datang dari kandungan bromelain dalam nanas. Satu penelitian yang dimuat dalam Journal of Medical Sciences tahun 2013 menyebutkan, makan nanas dapat memicu timbulnya luka pada dinding lambung. Bromelain adalah jenis enzim khusus yang bekerja memecah protein dalam tubuh. Termasuk protein kolagen yang terdapat dalam jaringan dinding lambung.

Meski begitu, tidak semua pengidap maag, refluks asam lambung, dan GERD pasti akan selalu kambuh gejalanya setiap kali makan nanas. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk memastikan Anda boleh makan buah ini atau tidak.

Cara alami untuk mengatasi asam lambung

Selain dengan konsumsi obat-obatan, masih aada cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kekambuhan asam lambung naik. Kuncinya, yakni menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan beberapa hal meliputi:

1. Hindari makanan pemicu

mitos tentang nutrisi

Supaya gejala maag tidak gampang kambuh, perhatikan makanan apa saja yang Anda konsumsi setiap hari.

Selain nanas, Anda juga perlu mengurangi terlalu banyak makan makanan lain dapat memicu gejalanya. Misalnya:

  • Jeruk (jeruk Bali, lemon, jeruk limau, jeruk nipis)
  • Tomat dan produk olahan tomat, seperti saos
  • Makanan berlemak dan berminyak, seperti makanan cepat saj, gorengan
  • Cokelat
  • Bawang (bawang putih, bawang merah, bawang bombay)
  • Makanan pedas
  • Kopi dan teh (kafein)
  • Minuman bersoda
  • Daun mint
  • Minuman beralkohol

Menghindari makanan dan minuman pemicunya sangat direkomendasikan untuk membantu mengendalikan gejala maag.

2. Makan yang sehat buat lambung

makanan untuk mencegah kram otot

Makanan yang Anda makan memengaruhi jumlah asam yang dihasilkan lambung. Itu kenapa mengonsumsi makanan yang tepat adalah kunci untuk mengendalikan refluks asam lambung.

Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dapat mengobati asam lambung tinggi. Hanya saja, mengatur pola makan jadi lebih sehat setidaknya bisa menghindari risiko kekambuhannya.

Penuhi asupan gizi harian dari sumber makanan tinggi serat seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, serta buah-buahan yang tidak asam. Misalnya pisang, apel, semangka, pepaya, melon, dan lainnya.

Penting juga untuk menerapkan pola makan rendah lemak tapi kaya akan protein. Selain membuat kenyang lebih lama, pola makan ini juga bisa bantu mengurangi risiko keparahan gejala masalah asam lambung Anda.

Bahkan, Anda bisa meluangkan waktu sebentar untuk makan permen karet setelah makan. Kenapa? Selain membuat pikiran lebih rileks, mengunyah permen karet dapat membantu meningkatkan produksi air liur sehingga dapat meminimalkan jumlah asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Jangan lupa, pastikan jam makan Anda senantiasa teratur setiap harinya. Kondisi perut yang kosong bisa memicu asam lambung naik sehingga menimbulkan berbagai gejala gangguan pencernaan. Tentu Anda tidak ingin asam lambung kembali kambuh, bukan?

3. Atur porsi makan harian

mencegah penuaan dini dengan makanan

Coba ingat-ingat kembali, bagaimana porsi makan Anda selama ini? Ternyata, jumlah porsi makanan punya andil penting terhadap kondisi lambung Anda. Ya, makan makanan dengan porsi sedikit dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada lambung, yang secara otomatis akan mencegah naiknya asam lambung ke atas menuju kerongkongan.

Ketimbang makan dalam porsi banyak sekaligus, sebaiknya bagi atau pisahkan makanan menjadi beberapa porsi agar lebih sedikit saat dimakan. Dengan makan dalam porsi yang lebih sedikit tapi lebih sering, setidaknya dapat membantu mengurangi kemungkinan naiknya asam lambung yang salah satunya ditandai dengan perut sakit.

Selain itu, penting juga untuk menghindari berbaring atau tidur setelah makan guna mencegah asam lambung naik ke atas. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, bahwa sebaiknya beri jeda waktu sekitar 2-3 jam setelah makan sebelum akhirnya Anda tidur atau berbaring.

Alangkah lebih baiknya untuk tidur dengan posisi bantal yang lebih tinggi sedikit. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar asam lambung tidak kembali naik ke atas.

4. Berhenti merokok

cara berhenti merokok dengan olahraga

Merokok adalah suatu pantangan bagi pengidap penyakit asam lambung, seperti maag dan GERD. Pasalnya, merokok dapat merusak fungsi sfingetr esofagus (kerongkongan) bagian bawah, yang seharusnya bertugas untuk mencegah asam lambung kembali naik ke kerongkongan.

Ketika otot-otot sfingter bagian bawah tersebut melemah akibat sering merokok, Anda berisiko lebih sering mengalami sakit perut, sensasi terbakar pada dada (heartburn), maupun rasa tidak nyaman lainnya karena naiknya asam lambung. Itu tandanya, kini sudah saatnya bagi Anda untuk berhenti merokok jika memang merupakan perokok aktif.

Sementara bagi Anda yang sering mengalami asam lambung naik tapi tidak merokok, sebisa mungkin hindari merokok karena dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda.

5. Relaksasi

manfaat yoga untuk diabetes

Naiknya kadar asam lambung di dalam tubuh, entah karena maag, refluks asam lambung, atau GERD, bisa membuat tubuh terasa “tegang”. Dalam hal ini, kondisi tubuh yang tegang diakibatkan oleh otot-otot kerongkongan yang cenderung lebih kaku karena bekerja ekstra untuk menjaga agar asam lambung tetap berada di dalam sistem pencernaan dan tidak naik kembali ke atas.

Demi mengembalikan kondisi tubuh seperti sedia kala setelah asam lambung naik, misalnya karena makan nanas, salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan menerapkan teknik relaksasi. Sudah sejak lama teknik relaksasi dipercaya sebagai alat bantu untuk meredakan stres, emosi, hingga insomnia.

Kabar baiknya, cara yang satu ini juga bisa dimanfaatkan untuk meredakan kembali asam lambung tinggi dengan membuat tubuh dan pikiran lebih rileks, sehingga tidak terasa tegang. Ada berbagai teknik relaksasi yang bisa Anda lakukan, contohnya yoga, teknis pernapasan dalam, atau meditasi. Lakukan hal tersebut selama beberapa kali dalam sehari.

Pilihan obat maag di dokter

memilih obat antidepresan

Jika perut Anda terasa tidak nyaman setelah makan nanas atau yang lain, kemungkinan besar asam lambung sedang naik. Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Naiknya asam lambung yang tidak terkontrol dan semakin parah bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Maka itu, sebaiknya segera atasi masalah pencernaan Anda dengan menggunakan obat maag. Ada berbagai jenis obat maag, baik yang dijual bebas atau yang diresepkan dokter. Misalnya

1. Antasid

Obat ini bertugas untuk melawan efek buruk dari peningkatan asam lambung. Antasid adalah golongan obat bebas sehingga bisa dengan mudah Anda dapatkan tanpa harus menebus resep dokter.

Contoh obat ini yakni Alka-Seltzer, Maalox, Rolaids, Riopan, dan Mylanta. Namun terkadang, dokter juga bisa menganjurkan pemberian obat ini, khususnya jika gejala maag Anda kambuh.

2. Histamine-2 receptor blocker (H-2 blocker)

H-2 blocker bertugas untuk mengurangi kadar asam lambung. Efek obatnya lebih kuat dan tahan lama daripada antasida. Bedanya, obat-obatan golongan antasida bekerja lebih cepat meredakan asam lambung ketimbang antagonis reseptor H-2.

Histamin yang terkandung dalam obat ini bisa memicu produksi asam jika diminum setelah makan. Minum obat H-2 blocker lebih dianjurkan sebelum makan, kurang lebih 30 menit sebelumnya guna mencegah asam lambung naik.

Obat-obatan antagonis reseptor H-2 misalnya Ranitidine (Zantac), Tagamet, Famotidine (Pepcid), Axid, dan Cimetidine. Beberapa jenis di antaranya dijual bebas, sementara yang lainnya hanya tersedia melalui resep dokter. Anda bisa mengonsumsi obat jenis ini ketika asam lambung dirasa kumat akibat makan nanas atau buah-buahan asam lainnya.

Namun, obat-obatan ini kadang bisa menimbulkan efek samping berupa mual, muntah, konstipasi (sembelit), diare, serta sakit kepala.

3. Proton pump inhibitor (PPI)

Obat ini meliputi Omeprazole, Aciphex, Nexium, Prevacid, Prilosec, Protonix, dan Zegerid. Tugasnya untuk mencegah sekresi asam lambung. Obat PPI juga dipercaya memiliki efek yang lebih baik dibanding obat asam lambung lainnya.

PPI biasanya lebih banyak dianjurkan untuk diminum oleh orang yang memiliki peyakit GERD. Kerja obat ini dalam mengontrol asam lambung dinilai lebih kuat daripada obat antagonis reseptor H-2.

Pada dasarnya, berbagai pilihan obat-obatan tersebut aman dan efektif untuk diminum. Namun selayaknya obat pada umumnya, Obat untuk mengatasi asam lambung belum tentu cocok bagi semua orang.

Maka itu, pastikan Anda selalu konsultasi dulu ke dokter terkait cara penggunaan sekaligus risiko efek sampingnya. Konsultasi juga dapat membantu menentukan jenis obat asam lambung yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca