Mengenal Jenis Obat Asam Lambung untuk Meredakan Maag, Dengan dan Tanpa Resep Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sebagian besar orang dengan penyakit asam lambung, dianjurkan minum obat-obatan tertentu guna mengurangi gejala. Seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dan maag misalnya. Lantas, apa obat yang sebaiknya dikonsumsi untuk memulihkan berbagai keluhan yang muncul ketika maag kambuh? Mari simak informasi lebih lengkapnya berikut ini.

Kenali dua kelompok besar obat maag

perut kram setelah berhubungan

Maag adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai kumpulan gejala terkait masalah pada sistem pencernaan. Entah itu keluhan berupa sakit perut, sensasi panas seperti terbakar di dada, nyeri pada ulu hati, perut kembung, mual, muntah, hingga rasa asam di mulut.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa maag bukanlah suatu penyakit khusus, melainkan berbagai keluhan gangguan pencernaan yang mengarah pada penyakit tertentu. Maka itu, obat yang ditujukan untuk mengobati peningkatan asam lambung karena maag pun ada berbagai macam.

Biasanya, pemberian obat-obatan akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya dan tingkat keparahan keluhannya. Secara garis besar, obat asam lambung untuk meredakan maag terdiri dari dua jenis. Pertama yaitu over the counter (OTC) atau tanpa resep, dan kedua yakni obat yang memerlukan resep khusus dari dokter.

Namun bagaimanapun, tetap konsultasikan dulu dengan apoteker atau dokter untuk mendapatkan obat maag yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Pilihan obat asam lambung yang dijual bebas untuk mengatasi maag

pengobatan demam rematik

Obat maag biasanya memang diandalkan untuk mengurangi gejala seperti rasa mulas dan mengobati iritasi pada kerongkongan akibat naiknya asam lambung.

Obat OTC (over the counter), atau yang dikenal dengan sebutan obat bebas adalah jenis obat-obatan yang dijual tanpa resep khusus dari dokter. Jenis obat-obatan ini biasanya mudah ditemukan di apotek atau bahkan di warung.

Ada tiga jenis obat bebas yang dapat digunakan untuk mengobati asam lambung, di antaranya:

1. Antasida

Antasida adalah salah satu obat bebas yang digunakan untuk menetralisasi asam lambung. Beberapa antasida mengandung simetikon, yaitu suatu bahan yang membantu menyingkirkan gas berlebih dalam tubuh.

Contoh obat antasida adalah Mylanta®, Malox®, Rolaids®, Gaviscon®, Gelusil®, dan Tums®. Akan tetapi, konsumsi obat antasid saja tidak mampu menyembuhkan tenggorokan yang meradang akibat naiknya asam lambung.

Terlalu sering menggunakan obat antasida dapat menimbulkan efek samping seperti sembelit, diare, kram perut, dan terkadang masalah ginjal. Ini sebabnya, pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk konsumsi yang tertera pada label obat.

2. H-2 receptor blockers

Obat histamin-2 (H-2) receptor blockers bekerja secara khusus untuk mengurangi peningkatan produksi asam lambung, yang bisa berujung pada maag. Contoh obat jenis ini adalah cimetidine (Tagamet®), nizatidine (Axid AR®), ranitidine (Zantac®), dan famotidine (Pepcid®).

Jika dibandingkan, kerja obat H-2 receptor blockers memang tidak secepat obat antasida. Namun sisi baiknya, obat H-2 receptor blockers ini bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh untuk membantu meredakan keluhan akibat maag.

Penurunan produksi asam lambung di dalam tubuh bisa bertahan hingga sekitar 12 jam setelah minum obat ini. Ada dua jenis dosis obat H-2 receptor blockers, yakni dengan dosisi rendah yang bisa dibeli dengan bebas dan dosis tinggi yang memerlukan resep dokter.

3. Proton pump inhibitors (PPIs)

Proton pump inhibitors (PPIs) adalah salah satu obat yang bisa dibeli bebas, dengan dosis yang lebih kuat untuk mengatasi asam lambung ketimbang antasida dan H2 receptor blockers. Contoh obat jenis ini adalah omeprazole (Prilosec®, Zegerid®) dan lansoprazole (Prevacid 24 HR®).

Obat PPI bekerja sangat efektif untuk menurunkan kenaikan asam lambung, terutama memulihkan penyakit GERD yang merupakan salah satu penyebab maag.

Menurut Food and Drug Administration, aturan minum masing-masing obat tersebut bisa Anda tanyakan kepada apoteker. Hindari minum obat-obatan ini di luar dari anjuran yang diberikan.

Bila gejala asam lambung tidak kunjung mengalami perubahan setelah dua minggu mengonsumsi obat bebas, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Pilihan obat asam lambung atas resep dokter untuk mengatasi maag

memilih obat antidepresan terbaik ampuh

Bila penyakit asam lambung Anda tak kunjung sembuh dengan obat bebas, dokter mungkin akan meresepkan obat yang lebih manjur mengobati asam lambung. Obat asam lambung dari dokter biasanya tak jauh berbeda dengan obat yang dijual di pasaran.

Hanya saja, dosis yang terkandung dalam obat resep ini biasanya lebih kuat ketimbang obat yang bisa dibeli dengan bebas. Contoh obat asam lambung yang memerlukan resep dokter adalah sebagai berikut:

1. H-2 receptor blockers dengan resep

H-2 receptor blockers yang menggunakan resep umumnya dapat meredakan mulas dan mengobati asam lambung naik. Contohnya adalah famotidine (Pepcid®), nizatidine (Axid®), cimetidine (Tagamet HB200®), dan ranitidine (Zantac®).

Kandungan antihistamin pada obat dapat menekan produksi asam, terutama setelah makan. Oleh karena itu, obat ini sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Anda juga bisa mengonsumsi obat ini sebelum tidur guna menekan produksi asam di malam hari.

Obat-obatan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun hati-hati, bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan adanya peningkatan risiko defisiensi vitamin B12.

Efek samping lain dari penggunaan obat ini yaitu dapat menimbulkan sakit kepala, sakit perut, diare, mual, sakit tenggorokan, pilek, dan pusing.

2. Proton pump inhibitors (PPIs) dengan resep

Obat PPI yang diperoleh melalui resep dokter ini, biasanya memiliki kandungan dosis yang lebih tinggi ketimbang obat PPI yang dijual bebas.

Contoh obat proton pump inhibitors yang perlu resep dokter adalah esomeprazole (Nexium®), lansoprazole (Prevacid®), omeprazole (Prilosec, Zegerid®), pantoprazole (Protonix®), rabeprazole (Aciphex®), dan dexlansoprazole (Dexilant®).

Jenis obat-obatan PPI bisa membantu memulihkan maag beserta penyakit yang mendasarinya, contohnya tukak lambung maupun GERD. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan kadar asam lambung pada tubuh, sekaligus menghalangi bagian sel yang berperan sebagi penghasil cairan asam.

Obat ini paling baik dikonsumsi satu jam sebelum makan. Walaupun obat-obatan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik, obat ini juga dapat menyebabkan diare, sakit kepala, mual, dan kekurangan vitamin B12.

Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk memerhatikan aturan minum obat ini dulu sebelumnya. Biasanya, obat ini lebih disarankan untuk diminum saat keadaan perut sedang kosong atau sebelum makan.

3. Obat penguat sfingter esofagus bagian bawah

Baclofen (Lioresal®) adalah peregang otot dan obat antispastik yang digunakan untuk memperkuat sfingter esofagus (kerongkongan) bagian bawah. Dengan meminum obat ini, diharapkan katup kerongkongan di bagian bawah tersebut bisa lebih jarang berelakasasi atau mengendur.

Sebab ketika katup kerongkongan mengendur, dapat memudahkan asam lambung untuk naik ke kerongkongan. Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa memicu timbulnya sensasi panas di dada disertai nyeri, yang dikenal sebagai heartburn.

Heartburn biasanya identik pada pengidap GERD, yang merupakan satu di antara berbagai penyakit penyebab maag. Akan tetapi, penting untuk diperhatikan bahwa efek samping obat bacoflen ini dapat menyebabkan kelelahan beserta mual.

4. Obat prokinetik

Obat prokinetik biasanya diresepkan dokter guna membantu agar proses pengosongan sistem pencernaan bisa lebih cepat. Selain itu, obat ini juga bekerja untuk memperkuat otot pada katup kerongkongan bagian bahwa agar tidak mudah mengendur.

Jenis obat prokinetik yang harus diperoleh melalui resep dokter meliputi bethanechol (Urecholine) dan metoclopramide (Reglan). Meski dipercaya dapat bekerja secara efektif untuk mengatasi maag karena asam lambung, tapi obat ini tetap memiliki efek samping.

Misalnya mual, depresi, kecemasan, kelelahan, lemas, diare, hingga ketidaknormalan pada gerakan fisik tubuh. Selalu patuhi aturan minum obat ini, dan konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang rutin minum obat-obatan tertentu. Pasalnya, obat prokinetik tidak boleh sembarangan diminum bersama jenis obat-obatan yang lain.

5. Obat antibiotik

Antibiotik tidak boleh diminum sembarangan. Itulah mengapa obat antibiotik hanya bisa didapatkan melalui resep dokter saja, tergantung dari penyebab yang mendasari kondisi Anda.

Jika munculnya maag disebabkan oleh adanya penyakit karena bakteri Heliobacter pylori (H. pylori), obat antibiotik baru akan diresepkan. Sama seperti tugas antibiotik pada umumnya, sebagai salah satu obat untuk mengatasi asam lambung, antibiotik ini berguna untuk membunuh bakteri.

Contoh antibiotik ini meliputi amoxilin (Amoksil®), klaritromisin (Biaxin®), metronidazole (Flagyl®), tinidazole (Tindamax®), tetrasiklin (Tetrasiklin HCL®) dan levofloxacin (Levaquin®). Jenis, dosis, lama waktu penggunaan antibiotik pun akan dipertimbangkan dengan baik oleh dokter.

Dalam kasus-kasus tertentu, dokter bisa meresepkan obat antibiotik selama dua minggu yang disertai dengan obat tambahan penurun asam lambung lainnya. Misalnya bersama obat PPI, maupun bismuth subsalisilat (Pepto-Bismol).

6. Obat pelindung lapisan usus dan sistem pencernaan

Dalam beberapa kasus tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat yang berfungsi untuk melindungi lapisan usus dan sistem pencernaan. Obat ini disebut sebagai agen sitoprotektif, yang tugasnya yakni membantu menjaga jaringan pelindung sistem pencernaan dan usus.

Contoh obat ini termasuk sucralfate (Carafate) dan misoprostol (Cytotec), yang hanya bisa didapatkan atas rekomendasi dokter.

Obat asam lambung mana yang baik untuk diminum, dengan atau tanpa resep?

Dirithromycin adalah obat

Mungkin kerap kali Anda masih dilanda kebingungan, mengenai jenis obat mana yang baik untuk mengobati asam lambung Anda. Sebenarnya, ini tergantung pada seberapa sering dan parah keluhan maag yang Anda alami.

Jika gejala asam lambung Anda tidak terlalu sering atau berat, obat tanpa resep mungkin bisa membantu mengurangi gejala asam lambung Anda.

Namun, jika Anda sudah menggunakan obat asam lambung yang dijual bebas lebih dari dua minggu dan tidak mengalami penurunan gejala, segera konsultasikan pada dokter. Sebab, ini bisa membuat gejalanya justru semakin parah dan memburuk bila tidak segera ditangani.

Beberapa orang mungkin menggunakan kombinasi obat bebas dengan obat asam lambung dari dokter. Hanya saja, hal ini tidak selalu baik untuk dilakukan. Ini karena menggabungkan dua jenis obat tersebut dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti diare atau sembelit.

Maka itu, Anda dianjurkan untuk selalu konsultasikan dulu dengan dokter agar mendapatkan obat terbaik guna mengobati asam lambung Anda.

Penting untuk memerhatikan kemungkinan interaksi obat

obat euthyrox adalah

Jika obat asam lambung untuk memulihkan maag yang Anda minum hanya ada satu jenis, mungkin tidak masalah. Namun, bila ada beberapa jenis obat maag yang diminum bersamaan, sebaiknya perhatikan kemungkinan interaksi obat tersebut dengan obat lainnya.

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk selalu mencari tahu risiko interaksi sebelum minum berbagai jenis obat-obatan:

  • Interaksi obat dapat memengaruhi cara kerja, sekaligus mengubah kadar obat tersebut di dalam darah.
  • Interaksi obat dapat memperbesar risiko munculnya efek samping dan keracunan.
  • Interaksi obat dapat semakin memperburuk kondisi kesehatan yang sedang Anda alami, dan bukan menyembuhkan.

Atas dasar itulah, mencari tahu jenis obat apa saja yang bisa diminum bersamaan, dan mana yang tidak boleh dikombinasikan bersama seolah menjadi hal wajib. Sebab dengan begitu, dapat menurunkan risiko Anda untuk mengalami masalah kesehatan yang lebih parah.

Memang, biasanya dokter atau apoteker sudah terlebih dahulu memastikan kalau kombinasi obat pereda maag yang diberikan aman. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mengecek ulang dan melakukan kebiasaan ini pada jenis obat mana pun yang hendak Anda minum.

Bukan itu saja. Sebaiknya sampaikan juga pada dokter atau apoteker bila Anda sedang rutin minum obat-obatan bebas, meliputi vitamin, suplemen herbal, maupun suplemen makanan. Pastikan apakah vitamin dan suplemen tersebut aman untuk diminum bersamaan dengan obat asam lambung.

Baik itu obat maag yang dibeli bebas atau dengan resep dokter. Jangan sungkan untuk bertanya lebih lanjut dengan dokter atau apoteker, bila Anda memiliki kesulitan dalam memahami petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat.

Di samping itu, interaksi antara beberapa jenis obat juga berisiko menimbulkan efek samping serius. Mulai dari masalah kesehatan yang lebih parah, cedera, hingga berakibat fatal. Meski begitu, sebenarnya tidak semua obat yang diminum bersamaan akan selalu mengakibatkan interaksi.

Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang mungkin dapat bekerja lebih baik di dalam tubuh ketika diminum bersama makanan, minuman, atau jenis obat lainnya.

Cara mencegah efek buruk dari interaksi obat

memilih obat alergi

Berikut tindakan yang sebaiknya dilakukan jika tidak ingin mengalami efek buruk dari interaksi obat:

  • Sampaikan semua daftar obat, vitamin, maupun suplemen apa pun yang sedang rutin dikonsumsi beberapa waktu belakangan ini.
  • Sampaikan pada dokter atau apoteker mengenai perubahan gaya hidup yang Anda jalani. Misalnya olahraga, asupan makanan, pola makan, serta asupan alkohol.
  • Tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai kemungkinan interaksi obat pada kombinasi obat yang akan Anda konsumsi.

Risiko terjadinya interaksi obat bisa semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya jumlah obat yang harus diminum. Maka itu, jika perlu Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, untuk menghilangkan satu atau lebih obat yang tidak begitu perlu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca