Sama-sama Bisa Atasi Asam Lambung, Ini Beda Obat Famotidine dan RanitidineIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Beragam jenis obat untuk mengatasi asam lambung dapat mudah ditemukan di apotek. Setiap produk menawarkan keunggulan masing-masing zat untuk meredakan kenaikan asam lambung secara tuntas.

Dari pilihan yang beragam itu, Anda mungkin pernah menemukan atau diresepkan oleh dokter obat asam lambung Famotidine dan Ranitidine. Ya, keduanya merupakan yang lazim diberikan saat seseorang memiliki masalah asam lambung.

Famotidine dan Ranitidine merupakan golongan obat H2 blocker yang bekerja dengan cara mengurangi asam lambung. Obat ini juga dapat membantu meredakan gejala heartburn.

Meski keduanya berada dalam golongan obat dan memiliki efek yang sama, nyatanya tetap terdapat perbedaan di antara keduanya. Jadi, apa saja perbedaan dari Famotidine dan ranitidine?

Famotidine, obat untuk mengatasi asam lambung

Famotidine merupakan obat yang berfungsi untuk menurunkan sekresi (pengeluaran) asam lambung dengan menghambat histamin pada reseptor histamin H2. Reseptor ini, terletak pada sel yang disebut parietal, yang berada di dinding lambung.

Histamin sendiri merupakan senyawa yang merangsang sel parietal untuk memproduksi asam lambung.

Famotidine bekerja menghambat reseptor H2 dan mencegah histamin memproduksi asam lambung. Ketika produksi histamin dihambat, akan terjadi penurunan asam lambung.

Asam lambung yang berlebih dapat menyebabkan munculnya luka pada sistem pencernaan. Luka ini bisa menyebabkan gastric ulcer (tukak lambung) ataupun tukak duodenum.

Famotidine lebih sering digunakan digunakan untuk mengatasi tukak lambung daripada Ranitidine.

Tak hanya mengurangi produksi asam lambung, Famotidine juga telah disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengatasi masalah GERD, heartburn, dan sindrom Zollinger-Ellison.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of International Medical Research, menyatakan Famotidine aman digunakan. Bahkan penelitian tersebut membuktikan bahwa efek samping Famotidine paling kecil jika dibandingkan dengan obat golongan H2 blocker lainnya. Menurut riset tersebut juga, kasus yang mengeluhkan efek samping dari penggunaan Famotidine hanya sebanyak 1,2-2%, sedangkan obat sejenis lainnya mencapai 2-3%.

Anda bisa mengonsumsi ini bersamaan atau tidak bersamaan dengan waktu makan. Obat ini adalah obat oral, jadi Anda perlu meminumnya dengan bantuan segelas air putih. Biasanya, efek obat ini dapat dirasakan setelah 2-3 jam setelah diminum dan berlangsung selama 12 jam.

Ranitidine untuk mengobati asam lambung dan esofagitis erosif

Oleh karena berada dalam golongan yang sama, Ranitidine memiliki efek dan cara kerja yang sama dengan Famotidine. Kegunaannya sama-sama berguna untuk menghambat histamin yang memproduksi asam lambung. Itu sebabnya, Ranitidine juga masuk ke dalam golongan H2 blocker.

Sama seperti Famotidine, Ranitidine juga digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit yang terkait dengan asam lambung berlebih, seperti Zollinger-Ellison syndrome.

Berbagai masalah asam lambung yang juga dapat ditangani dengan minum Ranitidine antara lain, tukak lambung (stomach ulcer), luka pada usus, GERD, dan heartburn.

Esofagitis erosif berbeda dengan esofagitis non erosif yang tidak mencederai dinding esofagus. Esofagitis erosif terjadi ketika asam lambung melukai dinding esofagus (kerongkongan) dan menyebabkan peradangan atau pembengkakan. Hal ini menyebabkan  kesulitan dan kesakitan saat menelan, ada rasa panas pada esofagus, hingga muntah dan BAB berdarah.

Ranitidine biasanya diresepkan untuk mengatasi masalah asam lambung seperti GERD. Dosis yang diberikan umumnya 75 mg atau 150 mg sekali atau dua kali dalam satu hari. Obat ini perlu diminum 30-60 menit sebelum makan. Namun, perlu diperhatikan bahwa konsumsi Ranitidine tidak disarankan lebih dari 2 minggu, kecuali disarankan oleh dokter.

Sebenarnya, hampir tidak ada perbedaan cara kerja antara Ranitidine dan Famotidine. Meski begitu, sebuah studi menyatakan bahwa Famotidine dapat mengobati asam lambung 7,5 kali lebih kuat dibandingkan Ranitidine.

Itu sebabnya, Famotidine dapat mengobati lebih banyak kondisi yang diakibatkan oleh asam lambung yang terlalu tinggi dibandingkan dengan Ranitidine.

Famotidine juga dalam ukuran dosis tertentu dapat Anda temukan di apotek terdekat tanpa resep dokter, sedangkan Ranitidine membutuhkan resep. Jika Anda menggunakan Famotidine sebagai obat asam lambung, jangan lupa minum sesuai dengan aturan pakai dan dosis yang telah ditentukan pada kemasan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca