Harus Periksa ke Dokter Apa Jika Sakit Maag Terus Kambuh?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sebenarnya, asam lambung dan maag dapat diatasi dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup. Akan tetapi, jika gejalanya sudah sangat mengkhawatirkan dan menghambat aktivitas Anda, Anda mungkin perlu ke dokter. Akan tetapi, dokter mana yang harus Anda kunjungi? Apakah ada dokter spesialis asam lambung?

Dokter spesialis yang menangani masalah asam lambung

obat tukak lambung resep dan alami

Pertama-tama, jika asam lambung atau penyakit maag Anda hanya menimbulkan gejala yang tidak begitu mengganggu, cobalah berkonsultasi dengan dokter umum terlebih dulu.

Jika dokter umum tidak dapat menangani masalah asam lambung Anda karena membutuhkan pengobatan lebih lanjut, mereka akan merujuk Anda ke dokter gastroenterologis atau alias spesialis gangguan saluran pencernaan.

Anda akan dengan mudah menemukan dokter gastroenterologis dengan gelar Sp.PD-KGEH (gastoenterologis dan hepatologi).

Jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini, silakan langsung datangi ke UGD untuk mendapatkan perawatan yang tepat akibat asam lambung naik. 

  • Dada terasa sangat sakit, terutama jika rasa nyeri melebar hingga lengan, punggung, dan leher 
  • Muntah yang disertai dengan dada sakit
  • Muntah darah
  • BAB berwarna hitam
  • Sulit menelan dan bernapas

Apa itu dokter gastroenterologis?

cara memilih dokter internis terbaik

Menurut American College of Gastroenterology, ahli gastroenterologi adalah dokter yang menjalani pelatihan lebih terkait masalah saluran pencernaan dan hati. Biasanya, dokter-dokter ini khusus mempelajari fungsi dari kerongkongan, lambung, usus kecil dan besar, dubur, pankreas, empedu, dan hati. 

Selain itu, dokter yang sering disebut sebagai spesialis asam lambung ini tidak melakukan operasi. Mereka melakukan pemeriksaan dengan endoskopi.

Endoskopi merupakan prosedur pemeriksaan yang menggunakan alat khusus untuk melihat keadaan saluran pencernaan. 

Akan tetapi, dokter gastroenterologi tidak memeriksa kesehatan mulut meskipun organ tersebut termasuk dalam saluran pencernaan. 

Jenis penyakit yang ditangani gastroenterologis

Kanker kolorektal adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kanker yang bermula dari usus besar hingga rektum (anus). Kanker ini juga bisa disebut sebagai kanker usus besar atau kanker rektum secara terpisah, tergantung pada lokasi bermulanya kanker. Apa dampaknya memiliki kanker usus besar pada kesehatan sistem pencernaan? Begini penjelasannya. Cara kerja sistem pencernaan tubuh yang normal Usus besar dan rektum adalah bagian dari sistem pencernaan. Bagian pertama dari sistem pencernaan (lambung dan usus halus) memproses makanan sebagai energi, sementara bagian terakhir (usus besar dan rektum) menyerap cairan untuk membentuk kotoran padat yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Setelah dikunyah dan ditelan, makanan bergerak dari kerongkongan menuju lambung. Di sinilah makanan sebagian diuraikan dan kemudian dikirim ke usus halus, atau disebut juga usus kecil. Usus ini disebut kecil karena lebih sempit daripada usus besar (kolon dan rektum), tetapi usus halus sebenarnya merupakan bagian terpanjang dari sistem pencernaan — dengan panjang sekitar 6 meter. Usus halus berfungsi untuk melanjutkan penguraian makanan dan menyerap sebagian besar nutrisi, yang kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Usus halus menyambung ke usus besar di perut kanan bawah. Sebagian besar usus besar terdiri dari saluran berotot dengan panjang sekitar 1,5 meter. Kolon menyerap air dan garam dari zat sisa makanan dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan residu kotoran. anatomi usus besar (sumber: WebMD) Usus besar (kolon) memiliki 4 bagian: Bagian pertama disebut kolon asenden. Bagian ini dimulai dengan kantung kecil (sekum) di mana usus halus tersambung dengan kolon dan memanjang ke atas di sisi perut kanan. Sekum juga merupakan tempat di mana usus buntu tersambung ke kolon. Bagian kedua disebut kolon transversum karena membentang dari sisi kanan ke kiri perut atas. Bagian ketiga, disebut kolon desenden, terus memanjang ke bawah di sisi kiri. Bagian keempat, dan yang terakhir, disebut kolon sigmoid karena bentuknya yang menyerupai huruf “S” atau “sigmoid.” Zat sisa makanan yang tersisa setelah melewati kolon disebut feses atau tinja. Kotoran ini diangkut dan disimpan di rektum, di 15 cm terakhir dari sistem pencernaan sampai waktunya dikeluarkan dari tubuh lewat anus. Dinding usus besar dan rektum terbentuk dari beberapa lapisan. Kanker kolorektal dimulai di lapisan terdalam dan bisa tumbuh melalui sebagian atau semua lapisan lainnya. Tingkat penyebaran kanker usus besar akan bergantung pada seberapa dalam kanker bertumbuh ke dalam lapisan-lapisan ini. Perkembangan kanker usus besar dalam tubuh Kebanyakan kanker usus besar berkembang perlahan selama beberapa tahun. Sebelum kanker berkembang, pertumbuhan jaringan atau tumor biasanya dimulai sebagai polip non-kanker pada dinding dalam usus besar atau rektum. Tahap perkembangan kanker usus besar (Ki-ka: polip kolon jinak hingga jadi tumor kanker) sumber: askdoctork.com Tumor adalah jaringan abnormal dan bisa bersifat jinak (bukan kanker) atau ganas (kanker). Polip adalah tumor non-kanker yang jinak. Beberapa polip bisa berubah menjadi kanker, tetapi tidak semuanya. Kemungkinan berubahnya polip menjadi kanker bergantung pada jenis polip itu sendiri. Ada dua jenis utama dari polip: Polip adenomatosa/adenoma (Gambar kedua dari kiri) adalah polip yang bisa berubah menjadi kanker. Oleh karena itu, adenoma disebut sebagai kondisi pra-kanker. Polip hiperplastik dan polip inflamasi, secara umum, bukanlah pra-kanker. Namun, beberapa dokter berpikir bahwa beberapa polip hiperplastik bisa menjadi pra-kanker atau bisa menjadi tanda peningkatan risiko terkena adenoma dan kanker, terutama jika polip ini tumbuh di kolon asenden. Jenis kondisi pra-kanker lainnya disebut displasia (gambar keempat dari kiri dari ilustrasi di atas). Displasia adalah area di dinding usus besar atau rektum di mana sel terlihat abnormal, tetapi tidak seperti sel kanker yang sesungguhnya, saat dilihat dengan mikroskop. Sel-sel ini bisa berubah menjadi kanker seiring waktu. Displasia biasanya ditemukan pada orang yang pernah terkena penyakit seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn selama bertahun-tahun. Baik kolitis ulseratif dan penyakit Crohn menyebabkan peradangan kronis pada usus besar. Jika terbentuk polip, kanker pada akhirnya bisa mulai berkembang masuk ke dalam dinding usus besar atau rektum. Saat berada di dinding, sel-sel kanker kemudian bisa merasuk ke dalam pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Pembuluh getah bening adalah saluran tipis dan kecil yang mengangkut kotoran dan cairan. Saluran-saluran ini pertama mengalir ke kelenjar getah bening, yaitu struktur berbentuk kacang yang mengandung sel-sel imun yang membantu melawan infeksi. Begitu menyebar ke dalam pembuluh darah atau pembuluh getah bening, sel-sel kanker bisa bergerak ke kelenjar getah bening terdekat atau bagian lain yang jauh di tubuh, seperti hati. Saat kanker menyebar ke bagian yang jauh di tubuh, ini disebut metastasis. Macam-macam jenis kanker usus besar Beberapa jenis kanker bisa dimulai di usus besar atau rektum, contohnya: Adenokarsinoma Lebih dari 95% kanker kolorektal adalah jenis kanker adenokarsinoma. Kanker ini dimulai di sel-sel yang membentuk kelenjar penghasil lendir untuk melumasi dinding dalam usus besar dan rektum. Saat dokter berbicara tentang kanker usus besar, inilah yang hampir selalu mereka maksudkan. Tumor karsinoid Tumor ini dimulai dari sel-sel penghasil hormon khusus di usus. Tumor stroma gastrointestinal (GIST) Tumor ini dimulai dari sel-sel khusus di dinding usus besar yang disebut sel interstisial dari Cajal. Beberapa bersifat jinak (non-kanker), dan lainnya bersifat ganas (kanker). Tumor ini bisa terdapat di setiap bagian sistem pencernaan, tetapi jarang ditemukan di usus besar. Limfoma Limfoma adalah jenis kanker yang memengaruhi sel sistem kekebalan tubuh, yang biasanya dimulai di kelenjar getah bening. Limfoma juga bisa dimulai di usus besar, rektum, atau organ lainnya. Sarkoma Sarkoma adalah jenis tumor yang bisa dimulai di pembuluh darah, otot, dan jaringan ikat pada dinding usus besar dan rektum. Sarkoma usus besar atau sarkoma rektum merupakan jenis kanker langka.

Tak hanya masalah asam lambung, dokter spesialis gastroenterologis juga menangani beberapa penyakit terkait saluran pencernaan, antara lain: 

  • Hepatitis C
  • Maag
  • Kanker usus
  • IBS
  • Pankreatitis
  • Polip yang tumbuh di usus besar

Prosedur yang dijalankan oleh gastroenterologis

tes biopsi hati

Lantaran dokter spesialis ini tidak melakukan tindakan operasi, mereka akan menjalankan pemeriksaan yang berkaitan dengan endoskopi, kolonoskopi, dan biopsi

  • USG endoskopi untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas dan bawah serta organ internal lainnya. 
  • Kolonoskopi agar sel kanker dan polip usus dapat terdeteksi. 
  • Endoskopi retrograde cholangiopancreatography untuk menemukan batu empedu atau tumor di saluran empedu. 
  • Sigmoidoskopi untuk memeriksa bagian ujung usus besar, yang terdiri dari rektum, kolon sigmoid, dan anus. sama seperti kolonoskopi tapi kolonoskopi lingkup pemeriksaan lebih luas
  • Biopsi di saluran cerna sebagai salah satu kunci pemeriksaan untuk mengetahui jenis sel kanker/tumor

Perbedaan gastroenterologis dengan dokter lainnya

periksa ke dokter diabetes

Pendidikan yang dijalani oleh dokter yang ingin mendalami tentang saluran pencernaan membuat mereka dapat memberikan perawatan berkualitas tinggi. Bahkan, terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa dokter spesialis ini dapat melakukan kolonoskopi/endoskopi lebih baik dibandingkan dokter lainnya. 

Hal ini disebabkan karena setelah para dokter tersebut menyelesaikan masa pendidikan, mereka akan menerima pelatihan khusus dalam bidang ini. Pelatihan tersebut termasuk endoskopi yang nantinya akan diujikan untuk mendapatkan sertifikasi ahli gastroenterologi. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca