GERD adalah penyakit pencernaan yang ditandai dengan kenaikan asam lambung (refluks) dan kemunculan berbagai gejala penyerta lain yang kumat setidaknya lebih dari dua kali per minggu. GERD itu sendiri sebenarnya tidak mematikan, tapi jika tidak ditangani dengan baik komplikasinya bisa berbahaya. Salah satu penyakit berbahaya yang bisa terjadi akibat asam lambung naik terus adalah penyakit Barrett esophagus.

Apa itu penyakit Barrett esophagus?

sakit tenggorokan sebelah

Penyakit Barrett esophagus adalah lesi prakanker pada kerongkongan yang menjadi salah satu komplikasi GERD paling serius. Namun, tidak semua orang yang memiliki GERD pasti akan mengidap Barrett’s, tukas Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, ketika ditemui tim Hello Sehat di acara peresmian Yayasan Gastrointestinal Indonesia (YGI), Jumat (31/8) lalu. Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam adalah seorang konsultan ahli di bidang gastroenterologi-hepatologi, yang sekaligus menjabat sebagai dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ini karena Barrett’s esophagus termasuk penyakit yang cukup langka. Diperkirakan hanya sekitar 10% orang yang mengidap GERD kronis (berkepanjangan) pada akhirnya mengalami penyakit Barrett’s.

Kenapa asam lambung naik terus bisa mengakibatkan penyakit Barret esophagus?

Penyakit Barret biasanya terjadi ketika GERD sudah berkembang cukup parah. Jika terus-terusan kumat, asam lambung yang naik lama-lama bisa mengikis lapisan kerongkongan hingga menyebabkan luka meradang.

Peradangan kemudian mengakibatkan jaringan kerongkongan lambat laun rusak dan tergantikan dengan jaringan yang lebih mirip seperti jaringan di usus. Perubahan abnormal ini disebut dengan metaplasia. Kerusakan jaringan kerongkongan tersebutlah yang bisa menyebabkan luka prakanker disebut dengan Barret’s esophagus.

Apakah penyakit Barrett bisa disembuhkan?

obat sakit tenggorokan

Menurut dr. Ari, Barret esophagus bisa ditangani lewat berbagai prosedur medis yang tersedia.

Namun yang perlu dipahami, gejala penyakit Barrett mirip dengan GERD kronis sehingga lebih sulit terdeteksi. Maka untuk mendiagnosis Barrett’s pun membutuhkan observasi klinis yang cukup rumit dan memakan waktu.

Pada umumnya ketika GERD kronis sudah diobati selama 2-5 bulan tapi tidak sembuh-sembuh, alias gejalanya menetap, dokter dapat mengangkat kecurigaan terhadap risiko Barrett. Selanjutnya dokter akan melakukan endoskopi dan memeriksa kondisi pH lambung Anda untuk memastikan diagnosis Barrett. Jika memang terbukti ada kehadiran lesi prakanker di kerongkongan, endoskopi harus dilakukan berkala secara rutin.

Penyesuaian gaya hidup yang perlu dilakukan jika punya GERD

Selain itu, Anda juga perlu mencegah asam lambung naik terus selama pengobatan Barrett esophagus. Hal ini juga berlaku untuk mencegah atau menurunkan risiko Anda terhadap penyakit Barrett.

Mulailah menerapkan berbagai pola hidup sehat di bawah ini untuk pencernaan dan kesehatan tubuh yang lebih sehat:

  • Mengurangi makanan berlemak, makanan pedas, coklat, kafein, dan peppermint yang dapat memperburuk refluks asam lambung
  • Hindari alkohol, minuman asam, dan minuman soda.
  • Berhenti merokok.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mencegah asam lambung naik.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan. Beri waktu setidaknya 2 jam setelah makan baru rebahan.
  • Minum obat teratur dan imbangi dengan banyak minum air putih.

Meskipun tidak semua orang dengan GERD akan mengalami barret esofagus, Anda harus tetap berhati-hati.

Orang yang memiliki penyakit GERD sekaligus penyakit Barret’s secara bersamaan lebih mungkin terkena kanker kerongkongan (adekarsinoma esofagus) daripada orang yang hanya memiliki GERD saja. Namun lagi-lagi, risiko kanker kerongkongan sebagai komplikasi GERD juga termasuk langka. Kurang dari 1% kasus barret bisa menjadi kanker esofagus. Namun demikian Anda harus selalu melakukan kontrol rutin agar doker akan menemukan kemungkinan lesi pra kanker dan sel kanker lebih awal sebelum menyebar.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca