9 Tes Medis Paling Umum untuk Diagnosis Kanker Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda menyadari adanya rasa sakit pada bagian perut, diare atau sembelit yang tak berkesudahan, atau perubahan drastis pada warna feses, sebaiknya periksakan kesehatan Anda ke dokter. Ini kemungkinan gejala dari kanker usus besar. Ada beberapa tes yang mungkin akan dilakukan oleh dokter Anda untuk menentukan diagnosis kanker usus besar jika ia mencurigainya. Berikut ulasannya.

Beragam tes diagnosis kanker usus besar yang umum dilakukan dokter

Dokter menggunakan banyak tes untuk mendiagnosis peluang kanker dan untuk mencari tahu apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastasis). Beberapa tes juga dapat menentukan pengobatan kanker usus besar mana yang mungkin paling efektif untuk kasus Anda.

Dokter bisa mempertimbangkan faktor berikut saat memilih tes diagnosis kanker usus besar:

  • Usia dan kondisi medis
  • Jenis kanker yang dicurigai
  • Tanda-tanda dan gejala
  • Hasil tes sebelumnya

Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat medis pribadi dan keluarga Anda.

1. Kolonoskopi

Kolonoskopi memungkinkan dokter untuk melihat keseluruhan bagian dalam rektum dan usus besar sewaktu pasien dibius. Jika ditemukan kanker pada usus besar, diagnosis lengkap yang secara akurat menjelaskan lokasi dan penyebaran kanker tidak mungkin dibuat sebelum tumor diangkat secara bedah.

2. Biopsi

Biopsi adalah pengangkatan sebagian kecil jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop. Tes lain bisa mengusulkan bahwa ditemukan kanker, tetapi hanya biopsi yang dapat membuat diagnosis pasti dari kanker usus besar. 

Sampel yang diambil dalam biopsi kemudian dianalisis oleh ahli patologi. Ia akan mengevaluasi sel, jaringan, dan organ dalam tes laboratorium untuk menentukan diagnosis kanker usus besar. Biopsi bisa dilakukan selama kolonoskopi, atau bisa dilakukan pada jaringan yang diangkat dalam operasi. Terkadang, CT scan atau USG digunakan untuk membantu menjalankan biopsi jarum. Biopsi jarum mengangkat jaringan melalui kulit dengan jarum yang diarahkan ke dalam tumor.

Jika biopsi tidak mungkin dilakukan, dokter bisa menganjurkan tes lain yang akan membantu membentuk diagnosis.

3. Tes molekul tumor

Dokter bisa menganjurkan dilakukannya tes laboratoium pada sampel tumor untuk mengidentifikasi gen spesifik, protein, dan faktor unik lainnya pada tumor. Hasil tes ini akan membantu menentukan apakah pilihan pengobatan Anda mencakup satu jenis pengobatan yang disebut terapi bertarget.

4. Tes darah

Kanker usus besar sering menimbulkan perdarahan rektum, sehingga penderita penyakit ini bisa mengalami anemia. Tes jumlah sel darah merah, yang merupakan bagian dari hitung darah lengkap (CBC), bisa menunjukkan kemungkinan perdarahan.

Tes darah lainnya mendeteksi kadar protein yang disebut carcinoembryonic antigen (CEA). Kadar CEA yang tinggi bisa mengindikasi bahwa kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. CEA bukanlah tes absolut untuk kanker kolorektal karena kadarnya tinggi hanya pada 60% penderita kanker kolorektal yang telah menyebar ke organ lainnya dari usus besar. Selain itu, kondisi medis lainnya bisa menyebabkan peningkatan CEA. Tes CEA paling sering digunakan untuk memonitor kanker kolorektal pada pasien yang sudah menjalani pengobatan, dan bukan hanya tes skrining.

5. CT scan atau CAT scan)

CT scan menciptakan citra tiga dimensi bagian dalam tubuh dengan mesin x-ray. Kemudian, komputer menggabungkan kumpulan citra ini menjadi gambar penampang detail yang menunjukkan kelainan atau tumor. CT scan juga bisa digunakan untuk menilai ukuran tumor. Terkadang, pewarna khusus yang disebut medium kontras akan diberikan sebelum scan dilakukan untuk menghasilkan gambar yang lebih detail. Pewarna ini bisa disuntikkan ke dalam vena pasien atau diberikan dalam bentuk pil untuk ditelan. Pada penderita kanker usus besar, CT scan bisa memeriksa penyebaran kanker di paru, hati, dan organ lainnya, dan paling sering dilakukan sebelum operasi.

6. MRI

MRI menggunakan medan magnet, bukan x-ray, untuk menghasilkan gambar tubuh yang rinci. MRI juga bisa digunakan untuk menilai ukuran tumor. Pewarna khusus yang disebut medium kontras akan diberikan sebelum scan dilakukan untuk menghasilkan gambar yang lebih detail. Pewarna ini bisa disuntikkan ke dalam vena pasien atau diberikan dalam bentuk pil untuk ditelan. MRI adalah tes pencitraan terbaik untuk menemukan lokasi pertumbuhan kanker kolorektal.

7. Ultrasound

Ultrasound adalah prosedur yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ dalam untuk mencari tahu apakah kanker telah menyebar. Ultrasound endorektal biasa digunakan untuk mencari tahu berapa dalam kanker rektum telah tumbuh dan bisa digunakan untuk membantu merancang pengobatan. Namun, tes ini tidak dapat mendeteksi kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat, atau keluar panggul, dengan akurat. Ultrasound juga bisa digunakan untuk melihat hati, meskipun CT scan atau MRI (lihat di atas) lebih dipilih karena lebih baik dalam menemukan tumor di hati.

8. X-ray dada

X-ray atau rontgen adalah cara untuk menghasilkan gambar susunan bagian dalam tubuh, dengan menggunakan radiasi dalam jumlah kecil. X-ray dada bisa membantu dokter mencari tahu apakah kanker telah menyebar ke paru-paru.

9. PET scan

PET scan adalah cara untuk menghasilkan gambar organ dan jaringan dalam tubuh. Sejumlah kecil zat gula radioaktif disuntikkan ke dalam tubuh pasien, dan zat gula ini akan digunakan oleh sel yang paling banyak menggunakan energi. Oleh karena kanker cendrung menggunakan energi secara aktif, kanker akan menyerap lebih banyak zat radioaktif. Kemudian, scanner mendeteksi zat ini untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh. Setelah tes diagnostik selesai, dokter akan mengulas semua hasilnya dengan Anda. Jika diagnosis yang keluar adalah kanker, hasil ini juga membantu dokter untuk menjelaskan kanker tersebut, dan tahap ini disebut staging.

Beragam tes pencitraan di atas bisa (PET scan, MRI, rontgen dada, ultrasound, dan CT scan) digunakan untuk mencari tahu apakah kanker telah menyebar.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Prostatitis

Prostatitis adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat. Apa gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit