Cara Kerja Radioterapi untuk Menyembuhkan Kanker Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berdasarkan informasi yang didapat dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional Kemenkes RI, angka kejadian kanker usus besar di Indonesia adalah 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa, dengan tingkat kematian mencapai 9,5% dari total seluruh kasus kanker. Hampir setengah dari pasien kanker disarankan untuk menjalani radioterapi sebagai lini pertama pengobatan penyakitnya. Berikut semua yang perlu Anda ketahui seputar cara kerja, jenis, dan efek samping yang mungkin terjadi dari radioterapi untuk kanker usus besar.

Apa itu radioterapi?

Radioterapi adalah terapi radiasi menggunakan sinar atau partikel berdaya tinggi (seperti x-ray) untuk menghancurkan sel-sel kanker. Terapi radiasi bisa menjadi bagian dari pengobatan kanker usus besar ataupun kanker rektum.

Radioterapi paling banyak digunakan pada penderita kanker usus besar saat kanker tersebut telah melekat pada organ dalam atau dinding perut. Saat ini terjadi, dokter bedah tidak bisa yakin bahwa semua kanker telah diangkat, dan terapi radiasi bisa digunakan untuk mencoba membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa setelah operasi.

Terapi radiasi juga digunakan untuk mengobati kanker usus besar yang telah menyebar. Paling sering digunakan ketika penyebarannya menjalar ke tulang atau otak.

Cara kerja radioterapi untuk kanker usus besar

Untuk kanker rektum, terapi radiasi biasanya digunakan sebelum atau setelah operasi untuk membantu mencegah kanker kembali ke area di mana tumor pertama tumbuh. Terapi ini sering digunakan bersama dengan kemoterapi. Banyak dokter sekarang yang lebih memilih memberikan terapi radiasi sebelum operasi, karena ini bisa mempermudah pengangkatan kanker, terutama jika ukuran dan/atau posisi kanker bisa membuat operasi menjadi sulit.

Radioterapi untuk kanker usus besar sebelum menjalankan operasi bisa mengurangi risiko kekambuhan tumor di panggul. Ini juga bisa berakibat pada berkurangnya komplikasi seperti pembentukan jaringan parut yang bisa menyebabkan gangguan buang air besar.Radioterapi juga bisa diberikan untuk membantu mengendalikan kanker rektum pada orang yang tidak cukup sehat untuk operasi atau untuk meringankan gejala pada penderita kanker tingkat lanjut yang menyebabkan penyumbatan usus, perdarahan, atau rasa sakit.

Jenis radioterapi untuk kanker usus besar

Berbagai macam terapi radiasi bisa digunakan untuk mengobati kanker usus besar dan kanker rektum.

Terapi radiasi sinar eksternal

Ini adalah jenis terapi radiasi yang paling sering digunakan untuk penderita kanker usus besar. Radiasi difokuskan pada kanker dari mesin di luar tubuh.

Sebelum pengobatan dimulai, tim radiasi menilai dengan seksama untuk menentukan sudut yang tepat untuk menargetkan sinar radiasi dan dosis radiasi yang tepat. Terapi radiasi eksternal sangat mirip dengan menjalani x-ray, tetapi radiasinya lebih intens dan prosedurnya itu sendiri tidak menimbulkan rasa sakit. Setiap pengobatan hanya berlangsung beberapa menit, tetapi waktu persiapannya—menyiapkan Anda dalam posisi yang tepat untuk pengobatan — biasanya memerlukan waktu lebih lama. Pengobatan radiasi paling sering diberikan 5 hari dalam satu minggu selama beberapa minggu, tetapi lama waktunya bisa lebih singkat jika diberikan sebelum operasi.

Terapi radiasi endokavitas

Jenis pengobatan ini digunakan untuk beberapa kanker rektum. Alat kecil dimasukkan melalui anus hingga ke dalam rektum untuk menghantarkan radiasi berintensitas tinggi dalam beberapa menit. Ini diulangi sekitar 3 kali lagi dengan jeda sekitar 2 minggu untuk dosis penuh. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa radiasi mencapai rektum tanpa menembus melalui kulit dan jaringan perut lainnya, yang berarti mengurangi kemungkinan risiko efek samping. Ini bisa memungkinkan beberapa pasien, terutama pasien lansia, untuk menghindari operasi besar dan kolostomi. Terapi ini hanya digunakan untuk tumor kecil. Terkadang, terapi radiasi sinar eksternal juga diberikan.

Brakiterapi (terapi radiasi internal)

Brakiterapi menggunakan palet kecil berbahan radioaktif yang dimasukkan ke dalam kateter atau selang yang ditempatkan di dekat atau langsung di dalam kanker. Radiasi dihantarkan hanya ke jarak pendek, membatasi dampak pada jaringan sehat di sekitarnya. Terkadang ini digunakan untuk mengobati penderita kanker rektum, terutama mereka yang tidak cukup sehat untuk menoleransi operasi kuratif. Ini bisa dilakukan beberapa kali seminggu selama beberapa minggu, tetapi juga bisa dilakukan satu kali.

Radioembolisasi

Radioterapi juga bisa diberikan dalam prosedur embolisasi.

Efek samping terapi radiasi untuk kanker usus besar

Jika Anda akan menjalani terapi radiasi untuk kanker usus besar, penting bagi Anda untuk berkonsultasi pada dokter tentang kemungkinan efek sampingnya sehingga Anda tahu apa yang harus Anda hadapi. Efek samping yang mungkin terjadi dari terapi radiasi untuk kanker usus besar dan kanker rektum bisa meliputi:

  • Iritasi kulit di lokasi target sinar radiasi, yang bisa berkisar dari kemerahan hingga melepuh dan mengelupas
  • Mual 
  • iritasi rektum, yang bisa menyebabkan diare, nyeri saat buang air besar, atau darah pada feses
  • Inkontinensia usus (kebocoran feses)
  • Iritasi kandung kemih, yang bisa menyebabkan gangguan seperti dorongan untuk sering buang air kecil, rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil, atau darah pada urin
  • Kelelahan/keletihan
  • Gangguan seksual (impotensi pada pria dan iritasi vagina pada wanita)

Sebagian besar efek samping biasanya berkurang setelah pengobatan terselesaikan, tetapi gangguan seperti iritasi rektum dan kandung kemih mungkin tidak akan sembuh sepenuhnya. Jika Anda mulai menyadari timbulnya efek samping ini, segera konsultasikan pada dokter sehingga dapat dilakukan tindakan untuk mengurangi atau meringankannya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit