Berapa Lama Sampai Polip Usus Besar Berubah Menjadi Kanker?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Polip usus besar ditandai dengan pertumbuhan sel dengan bentuk bertangkai di sepanjang lapisan dalam usus besar dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi. Kebanyakan polip usus besar tidaklah berbahaya, tapi ada pula jenis ganas yang dapat berubah menjadi kanker.

Benjolan polip biasanya tidak langsung berkembang seperti kanker. Beberapa orang bahkan tidak menyadari adanya polip hingga akhirnya gejala kanker muncul. Lantas, berapa lama waktu yang diperlukan sampai jaringan polip berubah menjadi kanker?

Proses perubahan polip usus besar menjadi kanker

Secara alamiah, sel-sel tubuh Anda selalu aktif membelah diri untuk menggantikan jaringan yang telah rusak, tua, atau mati. Sel yang sehat akan membelah diri secara teratur dan berhenti begitu seluruh jaringan telah diperbarui.

Terkadang, DNA di dalam sel mengalami mutasi sehingga pembelahan sel terjadi lebih cepat dari seharusnya. Mutasi itu kadang juga membuat sel terus bertumbuh sekalipun jaringan baru telah selesai diperbarui.

Pertumbuhan yang abnormal itulah yang menjadi cikal bakal tumor atau polip.

Polip dapat tumbuh di mana pun, termasuk dalam usus besar. Polip usus besar terbagi menjadi dua kategori, yakni polip non-neoplastik dan polip neoplastik.

Polip non-neoplastik umumnya bersifat jinak dan tidak berubah menjadi kanker usus besar.

Sebaliknya, polip neoplastik justru memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi kanker. Risiko kanker bahkan lebih tinggi bila polip berukuran besar karena ada lebih banyak sel yang bisa tumbuh di dalamnya.

Mengutip laman American College of Gastroenterology, diperlukan waktu sekitar 10 tahun bagi polip untuk tumbuh menjadi kanker.

Namun, tidak semua orang yang memiliki polip akan mengalaminya. Terdapat sejumlah faktor yang bisa mempersingkat rentang waktu tersebut.

Sebuah penelitian pada tahun 2014 menemukan bahwa sebanyak 6% penderita polip usus besar terdiagnosis mengalami kanker usus besar dalam jangka waktu 3-5 tahun setelah melakukan pemeriksaan.

Faktor yang meningkatkan risikonya antara lain usia 65 tahun ke atas, riwayat kanker usus besar dalam keluarga, serta jenis polip.

Jenis polip yang diderita pasien dalam penelitian tersebut merupakan polip neoplastik yang dapat berkembang menjadi kanker.

Mencegah polip usus besar berubah menjadi kanker

Pertumbuhan polip tidak menimbulkan gejala sehingga Anda harus menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaannya. Pemeriksaan tersebut dapat berupa tes sinar-X, CT scan, atau kolonoskopi.

Kolonoskopi adalah pemeriksaan menggunakan tabung khusus yang dimasukkan ke dalam usus besar melalui rektum. Tabung ini dilengkapi dengan kamera kecil dan alat khusus untuk mengambil sampel jaringan polip.

Jika ditemukan polip pada usus besar, dokter dapat mengangkatnya selama prosedur kolonoskopi.

Namun, dokter biasanya menyarankan pasien untuk memeriksakan diri kembali guna memastikan semua polip telah hilang dan tidak ada risiko kanker.

Waktu pemeriksaan selanjutnya tergantung pada ukuran polip yang ditemukan pada pemeriksaan pertama. Berikut pertimbangannya:

  • Jika terdapat 1-2 polip berukuran 5 milimeter atau kurang, risiko polip berubah menjadi kanker usus besar relatif kecil. Anda mungkin disarankan untuk kembali memeriksakan diri setelah 5-10 tahun.
  • Jika polip berukuran 10 milimeter atau lebih, berjumlah banyak, atau tampak tidak normal setelah diperiksa dengan mikroskop, Anda mungkin disarankan untuk kembali setelah 3 tahun.
  • Jika tidak terdapat polip, Anda dapat melakukan pemeriksaan kembali 10 tahun mendatang.

Pertumbuhan polip memang sulit dicegah, tapi Anda bisa mencegah polip berubah menjadi kanker usus besar dengan menjalani pemeriksaan sedini mungkin. Pemeriksaan ini juga membantu Anda mengantisipasi risiko kanker di kemudian hari.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal untuk Cegah Keparahan Penyakit

Deteksi dini jadi cara ampuh untuk atasi berbagai penyakit termasuk kanker kolorektal. Jangan biarkan penyakit menggerogoti tubuh dan mengancam nyawa Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Seberapa Banyak Anda Boleh Makan Daging dalam Seminggu?

Konsumsi daging secara berlebihan justru tidak baik bagi kesehatan. Lantas, seberapa banyak batas makan daging yang aman dalam seminggu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 23/06/2019

Kenali Bahaya Kanker Usus Besar pada Ibu Hamil

Kanker usus besar pada ibu hamil diketahui merupakan kasus yang jarang terjadi. Lantas, seberapa bahaya kanker ini pada ibu hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi

Selain Sakit Perut yang Dikeluhkan Titi Qadarsih, Ini Berbagai Gejala Kanker Usus Lainnya

Aktris senior, Titi Qadarsih, dikabarkan wafat karena kanker usus. Sempat mengeluh nyeri perut, lantas apa saja gejala kanker usus yang mesti diperhatikan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Direkomendasikan untuk Anda

kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
perawatan kanker usus besar

Tips Pola Hidup Seimbang Setelah Operasi Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020
kopi mencegah kanker usus besar

Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020
kanker usus

Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/11/2019