Tips Pola Hidup Seimbang Setelah Operasi Kanker Usus Besar

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020
Bagikan sekarang

Setiap pasien pasti mengharapkan kesembuhan dari perjuangan melawan kanker usus besar yang dideritanya. Hidup dengan kanker usus besar berarti bicara bagaimana seorang pasien harus tetap gigih dalam menjalani setiap surveillance (pengawasan) dari dokternya. Setiap pasien memiliki waktu yang berbeda-beda untuk mencapai kesembuhannya masing-masing.

Sudah dioperasi, apakah pasien sudah bisa dinyatakan sembuh total?

Pengobatan kanker usus besar membutuhkan waktu yang berbeda pada setiap pasiennya. Tata pelaksanaan (perawatan dan pengobatan) pun juga berbeda, tergantung dari stadium kanker usus besar masing-masing pasien. Sebelum beranjak soal kesembuhan pasien, ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam mendiagnosis dan tata laksana pasien.

Kanker usus besar atau kanker kolorektal biasanya diketahui melalui rangkaian pemeriksaan screening. Mulai dari deteksi gejala, pemeriksaan klinis di dokter, kolonoskopi, biopsi, USG, CT Scan, hingga MRI. Dari rangkaian pemeriksaan ini, dokter mengidentifikasi apakah ada tumor yang dicurigai sebagai kanker usus besar.

Biasanya, ketika dilakukan kolonoskopi dan ditemukan polip, dokter akan melakukan pengangkatan polip dan melakukan penelitian histopatologi. Setelahnya baru bisa dikatakan apakah polip ini menjadi tanda adanya kanker usus besar.

Pemeriksaan klinis tersebut juga menentukan tingkatan stadium, penyebaran, dan metastasis. Kemudian, dokter baru dapat menentukan diagnosis pasien kanker usus besar dan tata laksananya.

Bicara soal tata laksana, ini terkait erat dengan stadiumnya. Ada pasien yang membutuhkan operasi pembedahan dan kemoterapi. Ada juga pasien yang perlu menjalani radiasi, operasi, dan kemoterapi. Pasien yang telah menjalani operasi kanker usus besardan rangkaian pengobatan kanker ini perlu melaksanakan surveillance hingga dokter menyatakannya sembuh.

Surveillance merupakan rangkaian pemeriksaan dan kontrol teratur ke dokter dari pasien kanker dengan tujuan memantau perkembangan kanker. Surveillance ini tergantung dari masing-masing dokter yang menangani. Ada yang harus menjalani surveillance selama 20 tahun, 10 tahun, 15 tahun, atau bahkan 3 tahun. Semua tergantung dari stadium kankernya masing-masing.

Apapun jenis penyakit yang diderita oleh pasien, kesembuhan adalah harapan terbesar. Pasien kanker usus besar juga memiliki ekspektasi kesembuhan yang sama. Dari semua langkah-langkah yang telah ditempuh, ini ibarat sebuah perjalanan. Inti dari perjalanan ini adalah berjuang untuk melawan kanker. 

Perawatan yang dilakukan pasca operasi kanker usus besar dan tata laksana lainnya

Pasien yang telah melewati masa operasi ataupun tata laksana sesuai saran dokter, masih perlu melakukan kontrol secara berkala untuk diketahui perkembangan kankernya. Pemeriksaan untuk perawatan kanker usus besar yang dikerjakan antara lain sebagai berikut.

  • Tumor marker, CEA (cancer embryonic antigen): Pemeriksaan tumor marker atau petanda tumor (zat protein yang dihasilkan oleh sel kanker) di laboratorium
  • Kolonoskopi berkala: Prosedur pemeriksaan usus besar dengan menggunakan teleskop
  • Endoskopi setiap tahun: Pemeriksaan yang dilakukan dengan alat endoskop yang dimasukkan dari mulut, ke kerongkongan, hingga ke saluran pencernaan untuk memantau kondisi usus besar pasien

Selain pemeriksaan secara berkala, untuk meminimalkan perkembangan kanker dan menjaga kestabilan tubuh, jangan lupa upayakan gaya hidup sehat di bawah ini.

  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak
  • Konsumsi sayur dan buah
  • Olahraga teratur
  • Mengikuti aturan surveillance dari dokter

Aktivitas fisik yang dilakukan juga tak perlu berlebihan. Biasanya saya merekomendasikan pasien kanker untuk olahraga jalan kaki, boleh pada pagi, siang, atau malam hari selama satu jam. Pasien juga diperkenankan untuk melakukan aktivitas fisik seperti sedia kala.

Jangan lupa untuk tetap mengecek kondisi diri Anda sebagai bagian perawatan kanker usus besar. Bila pasien kanker usus besar kembali mengalami gangguan pola buang air besar (mencret, BAB kecil-kecil, muncul darah, lendir, BAB tidak teratur) segera konsultasikan ke dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

dr. Ibrahim Basir, Sp.B-KBD merupakan dokter spesialis bedah digestif yang berpraktik di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ...

Artikel dari ahli dr. Ibrahim Basir, Sp.B-KBD

Tips Pola Hidup Seimbang Setelah Operasi Kanker Usus Besar

Perawatan dan pengelolaan kanker usus besar perlu diterapkan melalui pola hidup seimbang. Pemantauan medis kanker usus besar perlu tetap dilakukan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
perawatan kanker usus besar
READ MORE FROM dr. Ibrahim Basir, Sp.B-KBD

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Sampai Polip Usus Besar Berubah Menjadi Kanker?

Kebanyakan polip usus besar tidaklah berbahaya, tapi ada pula jenis polip ganas yang dapat berubah menjadi kanker. Lalu, berapa lama proses ini berlangsung?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Seberapa Banyak Anda Boleh Makan Daging dalam Seminggu?

Konsumsi daging secara berlebihan justru tidak baik bagi kesehatan. Lantas, seberapa banyak batas makan daging yang aman dalam seminggu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 23/06/2019

Menilik Kolostomi, Operasi Pembuatan Lubang di Perut untuk Membuang Feses

Kolostomi adalah jenis operasi yang tidak boleh dilakukan pada sembarang orang. Lantas, siapa saja boleh melakukan operasi kolostomi dan apa syaratnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Kenali Bahaya Kanker Usus Besar pada Ibu Hamil

Kanker usus besar pada ibu hamil diketahui merupakan kasus yang jarang terjadi. Lantas, seberapa bahaya kanker ini pada ibu hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
dr. Ibrahim Basir, Sp.B-KBD merupakan dokter spesialis bedah digestif yang berpraktik di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ...

Direkomendasikan untuk Anda

kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
kopi mencegah kanker usus besar

Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020
kanker usus

Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/11/2019
deteksi dini kanker kolorektal

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal untuk Cegah Keparahan Penyakit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2019