3 Jenis Makanan yang Ampuh Membersihkan Usus

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020
Bagikan sekarang

Praktik pembersihan usus secara alami berasal dari Yunani kuno. Tujuan utama dari pembersihan usus adalah untuk membersihkan usus besar dari sejumlah kotoran yang mampet menempel di dindingnya dan diduga beracun. Selain itu, praktik ini bisa mengurangi risiko kanker usus besar. Berikut adalah beberapa makanan yang dianggap ampuh membersihkan usus besar secara alami.

Makanan kaya serat

Penting untuk mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan serat tidak larut. Jenis makanan ini dipercaya menambahkan massa feses dan meningkatkan kecepatan pergerakan makanan dalam saluran gastrointestinal, bertindak sebagai pencahar alami. Makanan tumbuh-tumbuhan seringkali dianggap sebagai makanan diet karena rendah kalori dan tinggi serat. Misalnya, seereal gandum mengandung 11,3 gram serat tidak larut per ½ cangkir dan dianggap sebagai sumber yang sangat kaya serat sehingga bisa meningkatkan massa feses secara signifikan. Selain itu, kacang merah juga kaya akan serat tidak larut, sekitar 5,9 gram per ½ cangkir.

Sumber yang kaya serat lainnya terdiri dari biji rami (flaxseed), spaghetti gandum utuh, dan kacang hijau. Buah-buahan dan sayuran juga merupakan sumber serat yang baik. Meskipun tidak ada rekomendasi spesifik untuk serat tidak larut, dianjurkan untuk mengonsumsi 14 gram dari total serat harian untuk setiap 1.000 kalori, menurut Dietary Guidelines for American pada tahun 2010.

Produk yang mengandung probiotik

Probiotik adalah bakteri sehat yang bisa membantu pencernaan dan mengeluarkan makanan dalam bentuk feses. Ada sangat banyak produk makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt, miso, sauerkraut, dan kimchi, sejenis acar pedas dari Korea. Penting untuk membedakan probiotik dan prebiotik. Prebiotik adalah serat larut yang membantu dinding usus besar menjadi lebih halus dan mempercepat pergerakan feses di usus besar.

Cairan

Orang percaya bahwa minum banyak cairan bisa mencegah sembelit. Cairan apapun, misalnya teh atau jus juga bisa bekerja, tetapi pilihan terbaik adalah air putih. Jika Anda tidak bisa menikmati rasa hambar dari air putih, tambahkan tetesan lemon atau jeruk nipis sebagai penambah rasa. Dokter mengatakan bahwa anak perempuan harus minum sekitar 9 cangkir dan anak laki-laki sekitar 13 cangkir cairan setiap hari.

Ketiga jenis makanan di atas diketahui sangat bermanfaat untuk membersihkan usus. Namun demikian, ada dua cara lainnya yang juga terbukti efektif untuk membersihkan usus. Apa saja?

Membersihkan usus besar juga bisa lewat suplemen dan berobat ke dokter

Tubuh biasanya membersihkan usus besar dalam dua cara. Yang satu mencakup pembelian produk, dan yang lain melibatkan tindakan cuci usus yang dilakukan di dokter.

1. Suplemen bubuk atau cair

Anda bisa meminum suplemen untuk pembersihan usus besar. Suplemen lainnya dimasukkan lewat rektum. Tujuan keduanya adalah untuk membantu usus besar mengeluarkan isinya. Ada beberapa item umum yang bisa ditemukan dengan mudah di supermarket atau apoteker, meliputi:

Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati kala mengonsumsi suplemen herbal. Beberapa obat herbal bisa berbahaya dalam dosis tinggi, jadi saat menggunakan suplemen herbal, selalu ikuti petunjuk dosis yang tersedia.

2. Cuci usus

Cuci usus bekerja seperti enema, tetapi melibatkan jauh lebih banyak air dan tanpa bau atau ketidaknyamanan. Selagi Anda berbaring di meja, pompa bertekanan rendah atau tank bergravitasi menyiramkan beberapa galon air melalui selang kecil yang dimasukkan ke dalam rektum Anda.

Setelah air berada di dalam usus besar, dokter bisa mulai memijat perut Anda. Kemudian, Anda akan mengeluarkan air tersebut seperti buang air besar biasa, dan proses ini menyiram keluar cairan dan kotoran dari usus besar. Kemudian, dokter bisa mengulangi proses ini beberapa kali, dan satu sesinya bisa berlangsung sampai selama satu jam.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020