Semakin banyak wanita yang menyadari akan bahaya dan risiko fatal dari kanker serviks. Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu faktor risiko paling umum penyebab kanker serviks.

Yang perlu Anda tahu seputar HPV (Human Papillomavirus)

Berikut beberapa fakta mengenai HPV yang harus Anda ketahui.

1. Anda bisa terjangkit HPV tanpa Anda sadari

Jika Anda aktif secara seksual, Anda mungkin pernah terinfeksi HPV setidaknya satu kali dalam hidup Anda. Biasanya, infeksi ini akan menghilang dengan sendirinya dan tidak akan ada konsekuensi merugikan jangka panjang. Dalam kasus lain, HPV dapat bertahan dalam tubuh dan mengakibatkan perubahan sel yang dapat berujung pada kanker serviks atau kondisi kesehatan membahayakan lainnya.

2. Ada lebih dari 100 jenis HPV

Para ilmuwan telah mencatat lebih dari 170 jenis HPV. Untungnya, tidak semua ini menyebabkan masalah yang berbahaya. Sekitar 40 jenis menyebar dengan mudah melalui kegiatan seksual. Setidaknya 12 jenis telah dikaitkan dengan kanker, dan di antaranya, dua jenis (HPV 16 dan 18) paling banyak menyebabkan kanker yang terkait HPV

3. Laki-laki juga dapat terinfeksi HPV

HPV paling sering dikaitkan dengan kanker pada wanita, karena infeksi ini 99% ditemukan dalam kanker serviks. Laki-laki tidak bisa memiliki kanker rahim, tetapi mereka dapat terinfeksi dengan HPV. Menurut CDC, pria yang aktif secara seksual rentan terkena HPV di satu titik hidupnya dan mereka terinfeksi dengan cara yang sama seperti wanita: melalui kontak seksual. Infeksi ini juga dapat menghilang seiring waktu, disingkirkan oleh sistem kekebalan tubuh. Namun, jika HPV terus muncul, infeksi ini dapat menyebabkan kanker tenggorokan, penis, dan anus pada pria.

4. HPV bisa sebabkan suara serak

HPV menyebabkan pertumbuhan kutil di daerah kelamin. Tapi HPV juga dapat menyebabkan kutil pada tenggorokan, suatu kondisi yang disebut pernapasan pepillomatosis berulang (RRP). Terkadang pertumbuhan ini memengaruhi produksi suara, sehingga menyebabkan suara serak — gejala RRP paling umum. HPV juga dapat menyebabkan batuk kronis dan masalah pernapasan. Operasi pengangkatan tumor adalah pengobatan yang paling umum, meski kutil biasanya kambuh kembali, menyebabkan pengulangan operasi.

5. HPV dapat menyebabkan kanker tenggorokan

Pertumbuhan kutil terkait RRP bersifat jinak, tetapi HPV juga dapat menyebabkan kanker tenggorokan. Sebenarnya HPV adalah alasan dibalik peningkatan jumlah kanker tenggorokan yang ditemukan di AS. Para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2020, HPV dapat menyebabkan lebih banyak kanker tenggorokan daripada kanker serviks. Gejala dapat terdiri dari sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh, suara serak, dan nyeri ketika menelan.

6. HPV dapat ditularkan melalui seks oral

Kanker mulut dan tenggorokan cukup langka, tapi HPV semakin diakui sebagai faktor risikonya, yang kemungkinan ditularkan melalui seks oral. Risikonya cukup kecil: Hingga tiga dari empat dari orang yang aktif secara seksual yang berusia 14-44 tahun telah melakukan seks oral, tetapi jenis kanker ini hanya bertanggung jawab terhadap 3% dari semua kasus yang ada. Merokok dan alkohol diyakini sebagai penyebab utama kanker tenggorokan. Namun, semakin banyak orang yang menyadari bahwa banyak kanker kepala dan leher disebabkan oleh HPV.

7. Menyikat gigi dapat melindungi Anda dari HPV

Satu studi terbaru pada 3.500 orang melaporkan bahwa mereka yang memiliki kesehatan oral yang buruk memiliki peningkatan risiko infeksi HPV  56% lebih tinggi daripada mereka yang menjaga kesehatan mulut dan gusinya. Penyakit gusi, gigi tanggal, dan menggunakan obat kumur untuk mengobati masalah gigi dalam seminggu terakhir dianggap sebagai kesehatan oral yang buruk.

8. Ada vaksin untuk HPV

Ada dua vaksin yang telah diakui. Cervarix (lisensi tahun 2009) melindungi terhadap HPV jenis 16 dan 18. Gardasil adalah satu-satunya vaksin untuk melindungi terhadap prakanker vulva, vagina, dan anus. Kedua vaksin HPV ini memerlukan tiga dosis yang diberikan di waktu berbeda, tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa satu dosis mungkin sebenarnya cukup. Pada studi tahun 2013, vaksin menunjukkan efektivitas yang sama empat tahun setelah diberikan, terlepas dari apakah si wanita mendapatkan satu, dua, atau tiga dosis. Ini adalah kabar baik karena hanya 53% gadis usia 13 sampai 17 tahun yang mendapatkan vaksin HPV dan hanya sekitar sepertiganya yang menyelesaikan rangkaian vaksinasinya. Namun, yang paling baik adalah mengikuti anjuran tiga vaksin.

Kebanyakan wanita di atas usia 26 tahun kemungkinan telah terpapar HPV, yang mana vaksin bukan lagi menjadi pencegah. Berita baiknya, skrining kanker serviks rutin (tes Pap) telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menemukan kanker serviks pada tahap dini yang dapat diobati. Tes Pap, yang mencari perubahan abnormal pada serviks yang dapat disebabkan oleh HPV, dianjurkan bagi semua wanita usia 21 sampai 65 tahun.

9. Vaksinasi lebih baik dilakukan pada usia muda

Panduan menganjurkan bahwa perempuan untuk segera mendapatkan vaksin HPV semenjak usia 11-12 tahun, tetapi vaksin dapat diberikan ketika mereka sedini 9 tahun. Idenya adalah menyuntikkan vaksin pada anak sebelum mereka menjadi aktif secara seksual guna memberikan perlindungan terbaik melawan HPV. Vaksin (yang manapun) juga dianjurkan untuk gadis usia 13 sampai 26 tahun yang belum pernah divaksinasi atau belum mendapatkan ketiga dosisnya.

10. Anak laki-laki juga bisa mendapatkan vaksin

Salah satu vaksin HPV, Gardasil, juga dapat diberikan pada anak laki-laki usia 11-12 tahun. Gardasil dapat melindungi anak dari pertumbuhan kanker di kemudian hari. Meskipun kurang popular dibandingkan jenis yang lainnya, 9.000 kanker terkait HPV yang menyerang pria setiap tahunnya terdiri dari kanker mulut, tenggorokan, penis, dan anus. Anak laki-laki yang telah divaksinasi juga dapat melindungi pasangan perempuannya secara tidak langsung dengan mengurangi penularan HPV.

Memiliki pengetahuan mengenai HPV tidak hanya membantu Anda mencegah kanker serviks tetapi juga menghindari risiko penyakit serius lainnya. Jadi, mengapa Anda tidak berbagi informasi di atas pada teman dan keluarga Anda?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca