8 Fakta Tentang Vaksin Kanker Serviks yang Perlu Diketahui Semua Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker terganas nomor dua yang menyerang kaum wanita. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Oleh karena itu, vaksinasi HPV atau yang sering disebut sebagai vaksin kanker serviks, adalah salah satu cara terbaik mencegah kanker serviks. 

Apa itu vaksin kanker serviks?

vaksin suntik

Jenis vaksin yang sering disebut sebagai vaksin kanker serviks atau leher rahim sebetulnya adalah vaksin HPV. Vaksin HPV memiliki kepanjangan berupa vaksin human papilloma virus.

Sesuai dengan namanya, vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus HPV. Berbagai jenis virus HPV menyebar melalui kontak seksual, namun bahkan orang yang belum pernah berhubungan seks pun masih bisa terkena HPV. Kebanyakan kasus kanker serviks dikaitkan dengan virus ini.

Virus HPV tidak bisa dipandang sebelah mata, karena dapat menimbulkan infeksi tubuh manusia. Secara lebih tepatnya, virus ini menyerang bagian sel epitel pada kulit dan membran mukosa, yang salah satunya terletak di daerah kelamin.

Akibatnya, perkembangan virus HPV berisiko menyebabkan kanker, termasuk kanker serviks. Berdasarkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA), terdapat beberapa jenis vaksin HPV untuk anak perempuan dan anak laki-laki. 

Vaksin tersebut dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum seorang wanita terkena virus tersebut. Selain itu, beberapa jenis vaksin tersebut juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita, serta dapat mencegah kutil kelamin dan kanker anus pada wanita dan pria.

Meski kanker serviks umumnya dialami oleh perempuan, tapi memberikan vaksin kanker serviks kepada anak laki-laki sebenarnya juga dapat membantu melindungi dan mengurangi penularan ke anak perempuan.

Beberapa jenis HPV juga telah dikaitkan dengan kanker di mulut dan tenggorokan. Jadi vaksin ini kemungkinan juga dapat melindungi Anda dari kanker mulut dan tenggorokan.

Ada berapa jenis vaksin kanker serviks?

vaksin TORCH

Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada 2 jenis vaksin HPV di Indonesia untuk membantu mencegah kanker serviks. Pertama yakni bivalen, dan kedua yaitu tetravalen.

Vaksin bivalen mengandung 2 tipe virus HPV, yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks atau leher rahim. Sementara vaksin tetravalen berisikan 4 tipe virus HPV, yakni 6, 11, 16, dan 18.

Keempat tipe virus pada vaksin HPV tersebut berguna untuk mencegah kanker serviks atau leher rahim, sekaligus kutil kelamin atau genital ward.

Siapa yang mendapat vaksin kanker serviks, dan kapan harus diberikan?

vaksin torch adalah

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin HPV diberikan rutin untuk anak perempuan dan anak laki-laki berusia 11 atau 12 tahun. Namun, ada juga beberapa organisasi merekomendasikan untuk memulai vaksin sejak usia 9 atau 10 tahun.

Sedangkan di Indonesia sendiri, pemberian vaksin kanker seviks umumnya lebih disarankan untuk anak perempuan, setidaknya mulai dari usia 10 tahun ke atas. Hanya saja, Kementerian Kesehatan RI berharap agar pemberian vaksin ini bisa diperluas untuk anak laki-laki juga nantinya.

Sangat ideal untuk anak perempuan dan anak laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka melakukan kontak seksual dan terpapar HPV. Sebab sekali Anda terinfeksi virus, maka vaksin tidak akan bekerja efektif, atau mungkin tidak bekerja sama sekali.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mendapat vaksin pada usia muda tidak membuat seseorang menjadi aktif secara seksual lebih dini. Selain itu, respon terhadap vaksin lebih baik pada orang usia muda daripada pada usia yang lebih tua.

Secara khususnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjadwalkan pemberian vaksin HPV guna mencegah kanker serviks di rentang usia 10-18 tahun. Pemberian vaksin kanker serviks dilakukan pada area otot bahu yang terbesar.

Jumlah vaksin yang diberikan bisa sebanyak 2-3 kali. Kemudian dilanjutkan pada satu atau dua bulan setelah pemberian vaksin pertama kali tergantung jenis vaksin yang diberikan, apakah bivalen atau tetravalen. Jadwal pemberian vaksin terakhir sekitar 6 bulan usai penyuntikan yang pertama kali.

Jika ternyata ada jadwal pemberian vaksin HPV guna mencegah kanker serviks yang terlewat, mungkin karena anak sakit atau hal lain, Anda tidak perlu memberikan vaksin kembali dari awal. Sebagai gantinya, cukup dengan melengkapi dosis vaksin yang terlewat sebelumnya.

Kenapa vaksin kanker seviks perlu diberikan sejak usia anak-anak?

vaksin kombinasi

Banyak masyarakat yang memiliki anggapan bahwa vaksin kanker serviks atau leher rahim belum perlu diberikan pada usia anak-anak. Ini karena di usia yang masih terlalu dini, anak-anak belum aktif melakukan hubungan seksual seperti layaknya orang dewasa yang telah menikah.

Namun, yang perlu diluruskan, vaksin kanker serviks atau leher rahim sebaiknya sudah harus diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual. Sebaliknya, pemberian vaksin malah bisa dikatakan terlambat apabila baru diberikan ketika seseorang telah aktif berhubungan seksual.

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan orang tersebut telah terinfeksi virus HPV. Bukan hanya itu, pemberian vaksin kanker serviks pada anak-anak juga dapat membantu proses pembentukan antibodi.

Berbekal hal tersebut, tentu pemberian vaksin kanker serviks atau vaksin HPV sangat bermanfaat untuk diberikan pada anak remaja, khususnya perempuan. Jadi, sebagai orangtua, Anda tidak perlu ragu untuk memberikan vaksin HPV pada buah hati sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin kanker serviks?

proses kehamilan

Vaksin HPV atau vaksin kanker serviks ini tidak disarankan untuk diberikan pada wanita hamil atau orang sedang sakit parah. Melansir dari CDC, wanita yang sedang hamil baru diperbolehkan untuk mendapat vaksin kanker serviks setelah melahirkan bayinya. 

Sebaiknya beri tahu juga pada dokter jika Anda atau anak Anda memiliki alergi parah. Jika Anda juga memiliki reaksi alergi terhadap kandungan atau komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya, Anda seharusnya tidak diperbolehkan mendapat vaksin ini.

Apakah vaksin kanker serviks memiliki efek samping?

takut jarum suntik

Efek samping dari vaksin kanker serviks biasanya terbilang ringan. Bahkan, ada juga yang tidak merasakan efek samping apa pun setelah mendapatkan vaksin ini.

Efek samping yang paling umum dari vaksin HPV meliputi rasa sakit, pembengkakan atau kemerahan pada tempat suntikan. Terkadang pusing atau pingsan terjadi setelah dilakukan vaksinasi.

Namun secara garis besarnya, efek samping dari vaksin HPV yang berkisar dari ringan hingga sedang dapat meliputi:

  • Nyeri atau sedikit pembengkakan di area suntikan.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.

Keluhan berupa sakit kepala, mual, muntah, merasa lelah dan lemah setelah melakukan vaksin kanker serviks biasanya dapat segera pulih kembali.

Agar gejalanya lebih ringan, Anda bisa mengistirahatkan tubuh atau duduk selama 15 menit. Cara ini setidaknya dapat membantu mengurangi risiko pingsan setelah vaksinasi. 

Apakah wanita yang sudah mendapat vaksin kanker serviks masih perlu melakukan tes Pap smear?

dideteksi lewat pap smear

Vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks tidak bisa menggantikan tes Pap smear. Pemeriksaan rutin kanker serviks melalui tes Pap smear merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan seorang wanita.

Tes Pap smear adalah sebuah tes  untuk mendeteksi dini keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina. Dengan pemeriksaan rutin, dokter bisa langsung mendeteksi jika ada perubahan sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker. Tes Pap smear sebaiknya dimulai dilakukan sejak wanita berusia 21 tahun atau sudah aktif berhubungan seksual. Pemeriksaan ini dapat dilakukan 3 tahun sekali. 

Saya sudah pernah berhubungan seks tapi belum pernah mendapat vaksin HPV. Bagaimana cara saya mencegah kanker serviks?

kanker serviks stadium 1

Berapa pun usia Anda, baik yang sudah pernah melakukan hubungan seksual atau belum, sebaiknya mendapatkan vaksin HPV guna mencegah kanker serviks. Pasalnya, masih ada kemungkin Anda belum terinfeksi HPV dari hubungan seksual sebelumnya.

Oleh karena itu, vaksin kanker serviks akan membantu melindungi Anda untuk hubungan seksual selanjutnya. Ingat, virus HPV yang bisa menjadi penyebab kanker serviks, dapat menyebar melalui kontak seksual, oral, vaginal, atau anal. 

Supaya melindungi diri dari HPV, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Selain itu, sebaiknya hindari merokok karena berisiko meningkatkan kemungkinan Anda untuk mengalami kanker serviks.

Untuk mendeteksi kanker serviks pada tahap awal, lakukan pemeriksaan kesehatan dengan tes Pap smear rutin yang dimulai pada usia 21. Hubungi dokter segera jika Anda melihat tanda atau gejala kanker serviks.

Misalnya pendarahan vagina setelah berhubungan seks, saat sedang tidak menstruasi, atau setelah menopause, atau jika Anda merasa sakit saat berhubungan seks.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca