Umur Berapa Anak Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Data Globocan tahun 2012 menunjukkan ada 26 wanita di Indonesia yang meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Ini artinya, setiap 1 jam, setidaknya seorang wanita meninggal karena kanker yang disebabkan oleh human papillomavirus tersebut. Vaksin HPV merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus ini, menghindari bahaya dan komplikasi kesehatan akibat virus HPV, serta mencegah terjadinya kanker serviks. Lantas, jika vaksin HPV bisa diberikan sejak dini, umur berapa anak perempuan bisa mendapatkan vaksin ini? Berikut ulasannya.

Umur berapa anak perempuan perlu mendapatkan vaksin HPV?

Infeksi HPV pada wanita bisa menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Pada sebagian wanita, pertumbuhan sel yang tidak normal ini dapat berkembang menjadi kanker serviks.

Kanker serviks memang cenderung muncul pada wanita usia 35-55 tahun (pada saat usia produktif). Namun tidak menutup kemungkinan dapat pula muncul pada wanita usia berapa saja, termasuk wanita muda dan anak-anak, sehingga membuat Anda mungkin berpikir apakah vaksin perlu diberikan sejak masih anak-anak.

Seperti yang dilansir dari salah satu jurnal di situs National Center for Biotechnology Information, ada 21 persen wanita berusia 20-29 tahun yang terkena kanker serviks, bahkan terhitung ada satu persen wanita berusia di bawah 20 tahun yang terkena kanker mematikan ini. Tercatat juga ada rata-rata 14 kasus kanker serviks per tahun pada remaja putri yang berusia 15-19 tahun.

Maka dari itu, lindungi putri Anda dari kanker serviks dengan memberikan vaksin HPV. Jangan berpikir bahwa vaksin HPV hanya dapat diberikan kepada orang dewasa karena pada dasarnya penyakit ini dapat terjadi pada perempuan umur berapa saja, tidak terkecuali anak-anak.

Lalu, pada umur berapa anak Anda bisa mendapatkan vaksin HPV? Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Anda dapat memberikan vaksin HPV pada anak Anda, saat ia berusia 11 atau 12 tahun. Seperti yang dilansir dari Kompas, Ikatan Dokter Anak Indonesia bahkan merekomendasikan vaksin HPV pada anak diberikan sejak umur 10 tahun.

Berapa banyak dosis vaksin HPV yang diberikan untuk anak di bawah umur akan dipaparkan di bagian selanjutnya.

Pemberian vaksin HPV disesuaikan dengan berapa umur anak

Cara kerja vaksin HPV adalah dengan merangsang antibodi sebagai respon kekebalan tubuh terhadap HPV, di mana antibodi ditangkap untuk membunuh HPV sehingga virus HPV tidak dapat masuk ke leher rahim (serviks).

Untuk wanita, pemberian vaksin kanker serviks direkomendasikan sebanyak dua atau tiga dosis. Untuk anak usia 10-13 tahun, Anda dapat berikan dua dosis. Dosis pertama diberikan saat rentang usia tersebut (10-13 tahun) dan dosis kedua dapat diberikan pada 6 bulan hingga 12 bulan setelahnya.

Lalu, berapa banyak dosis vaksin HPV untuk anak umur di atas 13 tahun? Pada anak di atas usia tersebut, dosis pemberian diberikan sebanyak tiga kali, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1 atau ke-2, dan bulan ke-6. Antibodi yang dibentuk tubuh anak saat pemberian dua kali saat usia 10-13, setara dengan pemberian vaksin HPV tiga dosis saat pemberian di atas umur 13 tahun.

Berapa lama vaksin HPV dapat memberikan perlindungan pada anak di bawah umur memang tidak dapat dipastikan. Namun, dosis di atas diyakini efektif sebagai perlindungan jangka panjang dari berbagai jenis penyakit, termasuk infeksi HPV.

Jika anak Anda memasuki umur remaja dan dosis vaksin HPV belum lengkap, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui berapa banyak dosis yang masih tertinggal. Jadi, segera lakukan vaksin HPV pada putri Anda dan jangan tunggu gejala-gejala infeksi HPV muncul. Lindungi buah hati tercinta Anda ini dari kanker serviks yang mematikan dengan vaksin HPV ini, mengingat berapa banyak risiko komplikasi yang mungkin dapat terjadi dari penyakit ini.

Apakah vaksin HPV pada anak aman dilakukan?

Vaksin HPV sangat efektif mencegah kanker serviks. Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di International Journal of Women’s Health, vaksin HPV 95 persen mampu memberikan perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus HPV selama hampir 10 tahun.

Tak perlu juga Anda khawatir, karena vaksin HPV terbukti aman untuk anak-anak umur berapa saja. Sejauh ini, tidak ada efek samping yang serius telah terbukti disebabkan oleh vaksin HPV pada anak umur berapa saja.

Seperti yang dilansir dari situs kesehatan WebMD, efek samping yang mungkin muncul setelah dilakukan vaksin hanya bersifat sementara, seperti rasa nyeri di tempat yang disuntikkan, dan akan hilang dalam waktu singkat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 21, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 14, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca