Siapa Saja yang Membutuhkan Vaksin HPV?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Vaksin HPV adalah vaksin tidak aktif  yang melindungi tubuh dari empat jenis utama HPV (human papillomavirus). Ini termasuk dua jenis HPV yang menyebabkan sekitar 70% kanker serviks, dan dua jenis yang menyebabkan sekitar 90% kutil kelamin. Vaksin HPV dapat mencegah sebagian besar kutil kelamin dan kasus kanker serviks. Perlindungan dari vaksin HPV ini diharapkan akan bertahan lama. Tapi, wanita yang telah divaksinasi masih harus melakukan screening kanker serviks, karena vaksin tidak melindungi tubuh terhadap semua jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Secara teori, vaksinasi anak laki-laki terhadap jenis HPV yang terkait dengan kanker serviks juga dapat membantu melindungi perempuan dari virus dengan kemungkinan penurunan penularan. Beberapa jenis HPV juga telah dikaitkan dengan kanker mulut dan tenggorokan, sehingga vaksin HPV juga cenderung menawarkan perlindungan terhadap jenis kanker ini.

Untuk siapa vaksin HPV dan kapan harus diberikan?

Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak perempuan dan anak laki-laki di usia 11 atau 12 tahun, meskipun vaksin dapat diberikan sejak dini di usia 9 tahun. Ini ideal bagi anak perempuan dan laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka memiliki kontak seksual dan terkena HPV. Penelitian telah menunjukkan bahwa menerima vaksin pada usia muda tidak terkait dengan aktivitas seksual di usia dini.

Jika tiga dosis rangkaian vaksin ini belum lengkap di usia 11-12 tahun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bahwa anak perempuan dan wanita di usia 13-26 tahun, serta anak laki-laki dan pria di usia 13-21 tahun bisa menerima vaksin. Namun, pria masih dapat menerima vaksin HPV pada usia 26 tahun jika diperlukan, khususnya bagi pria yang berhubungan seks dengan pria dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat penyakit atau pengobatan tertentu.

Setelah seseorang terinfeksi HPV, vaksin mungkin tidak efektif atau tidak bekerja sama sekali. Respon terhadap vaksin juga lebih baik pada usia muda daripada di usia tua. Ketiga vaksin tersebut dapat diberikan sebagai rangkaian tiga suntikan dalam waktu enam bulan:

  • Dosis pertama: Saat ini
  • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis pertama

Jika ada keterlambatan dalam mendapatkan vaksin kedua atau ketiga, Anda tidak harus mengulang seluruh rangkaian. Tapi, untuk perlindungan penuh dan jangka waktu yang lama, seluruh tiga dosis ini sangat dianjurkan.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin HPV?

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau orang-orang yang dengan sakit berat. Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi parah, termasuk alergi terhadap jamur dan lateks. Selain itu, jika Anda memiliki reaksi alergi pada komponen vaksin atau dosis vaksin sebelumnya yang mengancam nyawa, Anda tidak harus mendapatkan vaksin.

Apakah vaksin HPV bermanfaat pada orang yang sudah aktif secara seksual?

Ya. Bahkan jika Anda telah memiliki satu jenis HPV, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari vaksin karena ia dapat melindungi Anda dari jenis lain yang belum Anda miliki. Namun, tak satupun dari vaksin dapat mengobati infeksi HPV yang ada. Vaksin hanya melindungi Anda dari jenis HPV tertentu yang belum atau sudah Anda miliki.

Apa efek samping dari vaksin HPV?

Vaksin ini tidak diciptakan untuk menimbulkan efek samping yang serius. Namun, vaksin, seperti obat apapun, juga memiliki kemungkinan untuk menyebabkan masalah serius, seperti alergi parah, meskipun hal itu sangat jarang terjadi. Beberapa masalah ringan yang dapat terjadi setelah menerima vaksin HPV adalah, sebagai berikut:

  • Nyeri di daerah suntikan (sekitar 8 dari 10 orang).
  • Kemerahan atau bengkak pada daerah suntikan (sekitar 1 dari 4 orang).
  • Demam ringan, rata-rata  37,5°C (sekitar 1 dari 10 orang).
  • Gatal pada daerah suntikan (sekitar 1 dari 30 orang).
  • Demam sedang, rata-rata 38°C (sekitar 1 dari 65 orang).

Reaksi alergi pada vaksin yang mengancam nyawa sangat jarang terjadi. Namun, jika ia muncul, reaksi itu biasanya berada dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi. Sama seperti semua vaksin, vaksin HPV akan terus dipantau untuk permasalahan yang berat atau jarang terjadi.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca