Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Kanker Serviks Pada Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kanker serviks adalah satu dari beberapa jenis penyakit kanker, yang tepatnya menyerang bagian leher rahim (serviks) wanita. Jenis kanker yang satu ini termasuk yang cukup umum terjadi. Untuk mengurangi risiko mengalami kanker serviks, penting bagi Anda mengetahui hal apa saja yang bisa menjadi penyebab munculnya kanker serviks ini.

Selain itu, adanya satu atau lebih faktor risiko juga dapat turut menjadi penyebab terjadinya kanker serviks. Mari simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab kanker serviks?

mitos yang salah tentang kanker serviks

Serviks alias leher rahim merupakan bagian terendah dari rahim (uterus) wanita, sehingga bisa dikatakan sebagai penghubung antara rahim dengan vagina. Pertumbuhan kanker serviks dimulai dari adanya sel-sel tidak normal (abnormal) di dalam serviks.

Sel-sel tersebut kemudian tumbuh dan berkembang dengan cepat serta tidak terkendali. Akibatnya, sel-sel abnormal akan berkembang dan membentuk suatu tumor pada serviks. Tumor inilah yang nantinya dapat berkembang dan menjadi penyebab kanker serviks.

Bukan di dalam serviks saja, tumor yang berpotensi menjadi penyebab kanker ini juga dapat tumbuh sampai ke jaringan leher rahim yang lebih dalam, bahkan  menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya (metastasis). Ambil contohnya seperti paru-paru, hati, kandung kemih, serta vagina.

Penyebab kanker serviks tidak bisa disepelekan. Pasalnya, kanker serviks menempati urutan ke-4 sebagai salah satu penyakit kanker yang paling sering terjadi pada wanita, menurut data dari Badan Kesehatan Dunia WHO. Oleh karenanya, Anda harus terus berhati-hati dengan segala kondisi yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Namun, yang kerap kali menjadi pertanyaan yakni mengenai penyebab kanker serviks itu sendiri. Sebenarnya, belum dapat dipastikan apa penyebab kanker serviks.

Akan tetapi, penyebaran virus HPV (human papilloma virus) disebut-sebut sebagai salah satu kondisi yang bisa menjadi penyebab kanker serviks.

Proses perkembangan kanker serviks

Penyebab awal kanker serviks dimulai dari adanya perubahan yang abnormal pada jaringan di dalam leher rahim. Pada awalnya, sel-sel sehat di dalam serviks mengalami perubahan (mutasi) pada DNA.

Normalnya, DNA sel seharusnya bertugas untuk memberikan instruksi mengenai apa yang harus dilakukan oleh sel tersebut. Sel-sel yang sehat biasanya akan tumbuh dan berkembang pada tingkatan tertentu, sehingga kemudian mati pada waktu tertentu pula.

Akan tetapi, adanya perubahan atau mutasi pada DNA justru memberikan instruksi pada sel tersebut untuk tumbuh dan berkembang biak di luar kendali yang seharusnya.

Bahkan, sel-sel mungkin tidak akan mati, sehingga sulit beregenerasi. Jumlah sel-sel abnormal yang banyak tersebut kemudian membentuk tumor di dalam serviks atau leher rahim.

Lambat laun, sel-sel kanker yang ada di dalam serviks dapat menyerang jaringan di dekatnya, ataupun menyebar (bermetastasis) di organ tubuh lainnya.

Penyebab kanker serviks karena virus HPV

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, belum dapat diketahui secara pasti penyebab dari kanker serviks. Namun, diduga ada peran dari infeksi virus HPV.

Ada sekitar 100 jenis virus HPV, tapi hanya jenis tertentu yang bisa menjadi penyebab kanker serviks. Dua jenis virus HPV paling umum yang menjadi penyebab kanker serviks yakni HPV-16 dan HPV-18.

Singkatnya, bisa dikatakan bahwa HPV adalah sekelompok virus, dan bukan satu jenis virus saja. Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual. Misalnya terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. 

Pada tahun 2012, WHO menyatakan terdapat lebih dari 270 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 445 ribu pada tahun 2012.

Semua wanita dari berbagai usia berisiko terkena kanker serviks. Namun, penyakit ini cenderung dialami wanita yang aktif secara seksual, termasuk wanita muda berusia 20-an yang sudah aktif berhubungan seksual. 

Penting untuk dipahami terlebih dahulu. Terinfeksi virus HPV bukan berarti Anda akan langsung terkena kanker serviks. Sistem kekebalan tubuh yang bertugas untuk memerangi masuknya virus HPV.

Tidak semua infeksi virus HPV akan menjadi penyebab kanker serviks. Kadang kala, ada juga virus HPV yang tidak menimbulkan gejala apa pun. 

Anda mungkin menemukan adanya kutil kelamin, maupun kelainan abnormal lainnya pada kulit. Bahkan, virus HPV tidak hanya dapat menjadi penyebab kanker serviks. Virus HPV jua dapat mengakibatkan berbagai penyakit kanker lainnya, baik pada pria maupun wanita. 

Mulai dari kanker pada vagina, kanker penis, kanker dubur, kanker tenggorokan, kanker lidah, dan lain sebagainya.

Mekanisme perkembangan virus HPV di dalam tubuh

Ketika berhasil masuk ke dalam tubuh, virus HPV akan memproduksi dua jenis protein, yaitu E6 dan E7. Kedua protein ini nantinya dapat mematikan beberapa gen di dalam tubuh, yang seharusnya berperan sebagai penghambat perkembangan tumor kanker seviks.

Alhasil, sel-sel pada lapisan dinding serviks atau leher rahim akan berkembang dengan tidak terkendali. Kondisi ini awal mula dari penyebab terjadinya kanker serviks. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan sel-sel abnormal ini dapat menjadi penyebab timbulnya perubahan pada gen (mutasi gen), sehingga memicu perkembangan kanker serviks.

Akan tetapi, virus HPV bukanlah satu-satunya penyebab kanker serviks. Melansir dari American Cancer Society, kebanyakan wanita yang terpapar virus HPV tidak serta merta mengalami kanker serviks. Jadi, bukan berarti jika Anda terserang virus HPV, kondisi Anda sudah pasti menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Faktor risiko lain yang dimiliki seorang wanita, seperti merokok dan terinfeksi virus HIV, bisa memengaruhi hingga menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Apa saja faktor risiko kanker serviks?

kanker serviks diturunkan

Di samping virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks, ada beberapa faktor risiko lainnya yang turut dapat memperbesar peluang seorang wanita mengalami penyebab kanker serviks.

Faktor risiko ini bisa dari berbagai hal. Baik karena lingkungan, maupun gaya hidup yang tidak sehat. Tanpa adanya salah satu atau beberapa faktor risiko kanker serviks, seorang wanita mungkin tidak mengalami penyakit ini.

Berikut beragam faktor risiko kanker serviks:

1. Gonta-ganti pasangan seks

Hobi bergonta-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual menempatkan Anda pada risiko tinggi untuk terinfeksi virus HPV yang berujung menjadi penyebab kanker serviks. Semakin banyak jumlah orang yang pernah melakukan hubungan seksual dengan Anda maupun pasangan Anda, akan semakin besar pula peluang Anda untuk terkena virus HPV.

Secara tidak langsung, hal inilah yang kemudian bisa menjadi penyebab munculnya kanker serviks atau leher rahim pada tubuh Anda.

2. Melakukan seks terlalu dini

Selain karena memiliki banyak pasangan dalam berhubungan seks, aktivitas seksual yang dilakukan terlalu dini ternyata juga bisa memperbesar risiko Anda terserang virus HPV yang nantinya akan menjadi penyebab kanker serviks.

Mengapa hal ini bisa menjadi penyebab kanker serviks? Pasalnya, pada umur yang masih cukup dini, struktur organ reproduksi termasuk serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV. Anak akan jauh lebih mudah mengidap virus yang bisa menjadi penyebab kanker serviks ini jika anak remaja tidak mendapatkan vaksinasi HPV.

3. Merokok

Rokok bukan hanya menyebabkan orang yang mengisapnya terpapar bahan kimia penyebab kanker paru-paru maupun kanker lainnya, termasuk serviks. Namun, orang-orang yang berada di sekitar perokok aktif juga memiliki risiko yang sama untuk terpapar zat berbahaya tersebut. Masalahnya, zat ini berpotensi menjadi penyebab Anda mengalami kanker serviks.

Zat berbahaya yang ada di dalam rokok akan diserap ke dalam paru-paru, dan dibawa ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Lebih dari itu, kebiasaan merokok dapat menjadi penyebab wanita mengalami kanker serviks. Bahkan, wanita perokok memilki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks.

Hal ini dikarenakan zat berbahaya yang ada di dalam rokok menjadi penyebab rusaknya DNA pada sel serviks, yang kemudian berpotensi mengembangkan penyebab kanker serviks.

Tidak berhenti sampai di situ, merokok juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif guna memerangi infeksi virus HPV. Oleh karena itu akan lebih baik jika Anda menghindari penyebab dari kanker serviks yang satu ini.

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Tubuh setiap orang dilengkapi dengan sistem kekebalan atau sistem imun yang bertugas untuk memerangi berbagai virus, termasuk virus HPV. Ketika sistem imun tubuh lemah, otomatis akan memudahkan virus HPV untuk masuk dan berkembang di dalam. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menjadi penyebab kanker serviks. 

Biasanya, lemahnya sistem imun tubuh lebih rentan dialami oleh orang yang mengalami penyakit HIV/AIDS. HIV merupakan kependekan dari human immunodeficiency virus, yang juga dapat menyebabkan terjadinya AIDS.

Wanita yang mengalami penyakit HIV/AIDS memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Itu sebabnya, mereka bisa sangat rentan terinfeksi berbagai macam virus pernyakit, tak terkecuali virus HPV, dalang utama dari penyebab kanker serviks.

Dengan begitu, hal ini menempatkan seorang wanita pada risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyebab kanker seviks. Bahkan pada wanita dengan HIV, waktu perkembangan virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks bisa cenderung lebih cepat.

5. Terserang infeksi menular seksual lain

Jika sebelumnya Anda sudah terkena penyakit infeksi menular, risiko Anda bisa semakin tinggi untuk mengalami kanker serviks. Meski bukan penyebab utama, tapi mengalami penyakit menular seksual akan lebih memudahkan infeksi virus HPV, yang memicu perkembangan sel-sel abnormal penyebab kanker serviks.

Salah satu contoh penyakit menular seksual yang bisa menjadi penyebab kanker serviks misalnya klamidia. Klamidia merupakan jenis bakteri yang dapat menimbulkan infeksi pada sistem reproduksi.

Bakteri yang satu ini biasanya menular melalui kontak seksual. American Cancer Society menjelaskan bahwa infeksi klamidia yang dialami oleh seorang perempuan dapat menjadi penyebab semakin tingginya perempuan tersebut mengalami kanker serviks.

Namun sayangnya, infeksi klamidia yang dialami oleh seorang wanita kadang tidak menimbulkan gejala yang mencolok. Terkadang seorang wanita tidak tahu kalau dirinya tengah mengalami klamidia sampai dilakukan pemeriksaan. Padahal, jika kondisi ini dibiarkan, klamidia bisa menjadi penyebab Anda mengalami kanker serviks.

Selain klamidia, masi ada penyakit menular seksual lainnya yang bisa menjadi penyebab kanker serviks, yakni gonore dan sifilis.

6. Penggunaan pil KB jangka panjang

Minum pil KB dalam jangka waktu lama, khususnya lebih dari 5 tahun, dapat menjadi salah satu penyebab Anda mengalami kanker serviks. Meski, tidak berarti penggunaan pil KB sudah pasti menjadi penyebab kanker serviks itu sendiri. Risiko dari kondisi ini menjadi penyebab kanker serviks biasanya akan semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya Anda menggunakan kontrasepsi oral atau pil KB.

Namun setelah tidak lagi menggunakan pil KB, risiko dari kondisi ini menjadi penyebab kanker serviks bisa menurun. Bahkan, kondisinya dapat kembali normal setela berhenti dari pil KB selama sekitar 10 tahun.

Sebagai solusi terbaiknya, coba konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan kontrasepsi oral. Apalagi jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko kanker serviks.

7. Kurang dari usia 17 tahun saat pertama kali hamil

Usia kehamilan yang pertama kali ternyata berpotensi menjadi penyebab kanker serviks. Jika seorang wanita berusia kurang dari 17 tahun saat hamil anak pertama, kemungkinan kondisi ini berubah menjadi penyebab kanker serviks 2 kali lebih besar di kemudian hari.

8. Riwayat keluarga pernah terkena kanker serviks

Tidak menutup kemungkinan, peluang Anda mengalami penyebab kanker serviks juga bisa menurun di dalam keluarga. Misalnya, jika ibu atau saudara wanita Anda pernah mengalami kanker serviks, kondisi ini bisa menjadi penyebab Anda lebih rentan untuk terkena penyakit ini.

Sebaliknya, risiko riwayat kesehatan keluarga menjadi penyebab terjadinya kanker bisa semakin rendah apabila tidak ada anggota keluarga yang pernah mengalami kanker serviks sebelumnya. Kecenderungan mengalami penyebab kanker serviks yang terjadi di dalam keluarga ini disebabkan oleh kondisi bawaan.

Alhasil, kondisi tersebut membuat seorang wanita kurang memiliki kemampuan untuk melawan infeksi virus HPV yang dapat berujung menjadi penyebab kanker serviks. Dalam kasus lainnya, faktor risiko “keturunan” di dalam keluarga ini juga bisa disertai dengan faktor risiko yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga memperbesar kemungkinan kondisi tersebut menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 20, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 8, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca